Renungan Harian Katolik Rabu 12 Agustus 2026: Mintalah Hikmat Tuhan

Renungan Harian Katolik Rabu 12 Agustus 2026: Mintalah Hikmat Tuhan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 12 Agu 2026 05:45 WIB
Renungan harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Gemini AI)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk meluangkan waktu sejenak, menenangkan hati, dan merenungkan perjalanan hidup bersama Tuhan. Melalui sabda-Nya, umat diajak untuk melihat kembali berbagai pengalaman serta sikap yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap bacaan Kitab Suci membawa pesan yang dapat menjadi bahan permenungan dan pedoman dalam menjalani kehidupan. Renungan juga dapat membantu umat semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap keadaan, baik ketika menghadapi sukacita maupun berbagai tantangan.

Renungan Harian Katolik Rabu, 12 Agustus 2026, dapat menjadi bahan refleksi untuk mengawali atau menjalani aktivitas dengan hati yang lebih tenang dan penuh iman. Mari meluangkan waktu untuk membaca sabda Tuhan dan menemukan pesan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 12 Agustus 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yeh 9:1-7;10:18-22

Lalu aku mendengar Dia berseru dengan suara yang nyaring: "Maju ke mari, hai, yang harus menjalankan hukuman atas kota ini! Masing-masing dengan alat pemusnah di tangannya!"

ADVERTISEMENT

Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.

Pada saat itu kemuliaan Allah Israel sudah terangkat dari atas kerub, tempatnya semula, ke atas ambang pintu Bait Suci dan Dia memanggil orang yang berpakaian lenan dan yang mempunyai alat penulis di sisinya.

Firman TUHAN kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."

Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.

Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

Kemudian firman-Nya kepada mereka: "Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!" Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.

Lalu kemuliaan TUHAN pergi dari ambang pintu Bait Suci dan hinggap di atas kerub-kerub.

Dan kerub-kerub itu mengangkat sayap mereka, dan waktu mereka pergi, aku lihat, mereka naik dari tanah dan roda-rodanya bersama-sama dengan mereka. Lalu mereka berhenti dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah timur, sedang kemuliaan Allah Israel berada di atas mereka.

Itulah makhluk-makhluk hidup yang dahulu kulihat di bawah Allah Israel di tepi sungai Kebar. Dan aku mengerti, bahwa mereka adalah kerub-kerub.

Masing-masing mempunyai empat muka dan bagi masing-masing ada empat sayap dan di bawah sayap mereka ada yang berbentuk tangan manusia.

Kelihatannya muka mereka adalah serupa dengan muka yang kulihat di tepi sungai Kebar. Masing-masing berjalan lurus ke mukanya.

Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-2.3-4.5-6

Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!

Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.

TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.

Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,

yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Bacaan Injil: Mat 18:15-20

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.

Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.

Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.

Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Renungan Hari Ini 11 Agustus 2026: Mintalah Hikmat Tuhan

"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan engkau, engkau telah mendapatnya kembali." (Mat. 18:15)

Menegur yang bersalah sering dihindari karena kuatir menyakiti atau merusak hubungan. Dalam dunia kerja, proses penegakan disiplin dengan menegur, memberi peringatan, hingga memberhentikan seorang pekerja yang berbuat salah ada aturannya.

Atasan dapat langsung menegur anggota tim yang berbuat salah di ruang tertutup secara empat mata. Jika teguran atasan tidak efektif, maka atasan tersebut dapat mengeskalasi ke atasannya lagi.

Jika tetap tidak berubah, ada mekanisme selanjutnya yang lebih terbuka, yaitu menerbitkan surat peringatan, sampai akhirnya dilakukan pemutusan hubungan kerja. Tata kelola dalam hukum positif ini ternyata tidak berbeda dari apa yang Yesus ajarkan.

Injil Matius bab 18 merupakan kumpulan peraturan Yesus mengenai bagaimana pengikutnya bergaul dan menyelesaikan masalah di antara para jemaat. Dalam bacaan hari ini, Yesus mengajarkan empat langkah sebagai kondisi yang harus diambil dalam proses penegakkan disiplin.

Hal ini meliputi teguran secara pribadi di bawah empat mata, teguran dengan menghadirkan saksi yang bijaksana, teguran secara publik, dan pengucilan.

Saat sebagai seorang HRD, saya pernah diminta oleh pimpinan dari seorang manager yang menurutnya melakukan kesalahan dan harus segera diselesaikan. Menurut aturan, sang pimpinan harus menyelesaikannya sendiri dan HRD hanya mendukung administrasinya.

Sebelum menghadapi sang manager, saya berdoa memohon hikmat, agar bijaksana dalam berucap. Namun, sang manager yang temperamental malah berbicara keras kepada saya.

Saya tetap mendengarkan dengan baik. Setelah beberapa menit dia sadar dan meminta maaf. Bahkan setelah keluar, dia rajin berkomunikasi dengan saya sampai kini.

Menegur orang lain dengan tetap menjaga martabat seseorang memerlukan hikmat Tuhan. Yesus mengajarkan bahwa menyampaikan teguran harus dilandaskan dengan tindakan kasih tertinggi, bukan penghakiman.

Apakah saya selalu sadar bahwa tujuan memberikan teguran bukanlah untuk membuktikan siapa yang benar, tetapi mendapatkan kembali saudara yang tersesat?

Yesus juga menjanjikan akan hadir melalui kuasa doa dan kebersamaan. Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, Tuhan hadir. Jadi teguran yang dilakukan dalam nama-Nya juga akan disertai kehadiran-Nya.

Sumber: Buku Renungan 3 Titik
Oleh: Roslini Onwardi

Doa Penutup

Allah Bapa Yang Maha Rahim, puji dan syukur atas kasih dan rahmat-Mu pada kami hingga saat ini. Kami mohon bimbingan Roh Kudus-Mu dalam menjalani karya dan pelayanan kami, khususnya dalam mengatasi hal-hal suli. Kiranya kami senantiasa rendah hati dan penuh hikmat dalam berpikir dan berucap. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Rabu, 12 Agustus 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads