16 Hektare Lahan di Pinrang Terbakar Imbas Pembukaan Lahan-Pembakaran Sampah

16 Hektare Lahan di Pinrang Terbakar Imbas Pembukaan Lahan-Pembakaran Sampah

Muhclis Abduh - detikSulsel
Senin, 10 Agu 2026 18:00 WIB
Kebakaran lahan di Pinrang, melanda 16 hektare akibat pembukaan lahan dan pembakaran sampah.
Kebakaran lahan di Pinrang, melanda 16 hektare akibat pembukaan lahan dan pembakaran sampah. Foto: dok istimewa
Pinrang -

Kebakaran lahan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), mencapai sekitar 16 hektare periode Juli-Agustus 2026. Kebakaran dipicu pembukaan lahan dan pembakaran sampah oleh warga.

"Data yang masuk di Pusdalops itu tujuh kecamatan dengan luasan kurang lebih sekitar 16 hektare lahan," kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pinrang Rhommy RM Manule kepada detikSulsel, Senin (10/8/2026).

Rhommy mengatakan data tersebut dihimpun pada 25 Juli-10 Agustus 2026. Empat wilayah yang menjadi atensi yakni Kecamatan Suppa dengan luas lahan terbakar sekitar 6 hektare, Patampanua 1 hektare, Paleteang 3 hektare, dan Lembang sekitar 6 hektare.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga kecamatan lain dengan luasan yang masih dalam pendataan. Untuk penyebab kebakaran yakni pembukaan lahan dan sampah plastik," bebernya.

Dia menuturkan pembukaan lahan dengan cara dibakar relative menurun sepanjang 2026 jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun BPBD menemukan faktor lain yang berpotensi memicu kebakaran yakni pembakaran sampah, terutama di kawasan perbukitan seperti Bulu Paleteang dan Lembang.

ADVERTISEMENT

"Kondisi bukit berbatu yang dipenuhi daun, dahan, dan ranting kering membuat vegetasi mudah terbakar saat terkena panas terik. Selain itu, pembakaran sampah plastik juga berpotensi menjadi pemicu munculnya titik api di lahan kering," paparnya.

Meski pembakaran lahan untuk membuka area pertanian mulai berkurang, Rhommy mengakui praktik tersebut masih ditemukan di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kecamatan Suppa, khususnya kawasan Dolangang dan daerah perbatasan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi menyebabkan kebakaran lahan meluas," imbuhnya.



(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads