Keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kontribusinya bagi masyarakat. Melalui berbagai program pemberdayaan, PT ANTAM Tbk terus mendorong kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekitar wilayah operasional.
Upaya tersebut dibuktikan ANTAM melalui inisiatif pemberdayaan kesejahteraan masyarakat dan menyesuaikan kebutuhan serta potensi masing-masing daerah. Program-program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal, peningkatan kompetensi masyarakat, hingga dukungan terhadap sektor kesehatan dan pembangunan fasilitas umum.
Program pemberdayaan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung pada masyarakat, tapi dirancang agar mereka memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang tersedia di lingkungannya. Inisiatif tersebut merupakan upaya ANTAM agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat secara berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Salah satu fokus ANTAM dalam program pemberdayaan tersebut adalah melalui penguatan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan menjalankan Program Konasara di wilayah Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Konasara merupakan program kolaborasi ANTAM dengan Universitas Sebelas November (USN) Kolaka untuk mewujudkan ketahanan pangan masyarakat sekitar. Program ini dijalankan dengan menggencarkan penanaman sayur di lima desa, salah satunya Desa Pelambua, Kecamatan Pomalaa.
Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan pekarangan sebagai lahan produktif yang dapat mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat memiliki ketersediaan bahan pangan yang cukup dengan akses yang lebih terjangkau dan berkualitas.
"Program ini sangat penting. Ketahanan pangan mempunyai multiple effect terhadap kesejahteraan dan ini akan menciptakan ekonomi bagi masyarakat," ujar Direktur Utama PT ANTAM Tbk Nico D. Kanter sebagaimana dikutip laman RRI, Kamis (6/8/2026).
Selain itu, pihak perusahaan juga memaksimalkan pengelolaan potensi lokal melalui usaha produktif berbasis kelautan dengan mengembangkan program revitalisasi budidaya teripang di wilayah Kolaka. Program ini dijalankan dengan memanfaatkan teknologi modern dan ilmiah, serta prinsip pengelolaan yang berkelanjutan.
Sementara di wilayah Maluku Utara, ANTAM menggagas program ketahanan pangan melalui pemberdayaan kelompok tani dan kelompok industri pengolahan limbah sabut kelapa. Inisiatif tersebut juga memanfaatkan potensi yang tersedia di wilayah setempat.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong untuk mengembangkan kegiatan produktif berbasis potensi lokal. Pengolahan limbah sabut kelapa ini menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular, yakni upaya menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Pengembangan Kualitas SDM untuk Tingkatkan Daya Saing
Selain penguatan pada sektor ekonomi, program pemberdayaan ANTAM juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut diwujudkan ANTAM dengan menghadirkan program pendidikan dan pelatihan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Salah satu contohnya di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Untuk meningkatkan kompetensi teknis masyarakat lokal di wilayah tersebut, ANTAM menghadirkan program pelatihan pengoperasian alat berat yang dilengkapi dengan sertifikasi formal yang diakui industri.
Program tersebut juga mencakup pembekalan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi peserta. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung peningkatan kapasitas mereka untuk memasuki dunia kerja.
Kemudian di wilayah Maluku Utara, ANTAM menghadirkan program beasiswa jenjang pendidikan tinggi sebagai upaya pengembangan kualitas SDM. Melalui program ini, ANTAM menunjukkan keseriusannya dalam mendukung akses pendidikan sekaligus mendorong lahirnya generasi muda dengan kualitas SDM yang unggul.
Melalui dukungan dari sektor pendidikan, ANTAM memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan kapasitas individu. Dengan begitu, akan hadir talenta-talenta unggul yang akan berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa yang akan datang.
Peningkatan Sektor Kesehatan dan Fasilitas Penunjang Masyarakat
Prioritas sektor kesehatan hingga fasilitas penunjang juga tak luput dari program pemberdayaaan ANTAM. Pada sektor kesehatan, ANTAM menjalankan Program Gizi Baik Cegah Risiko Stunting di wilayah Maluku Utara.
Program tersebut dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak untuk mendukung upaya penurunan prevalensi stunting di wilayah kecamatan sesuai dengan target nasional. Program tersebut menunjukkan prioritas perusahaan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat demi terciptanya generasi masa depan yang sehat dan cerdas.
Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, hingga serta fasilitas umum juga tak luput dari program perusahaan. Upaya tersebut dilakukan untuk untuk menunjang kelancaran aktivitas masyarakat.
Salah satu dukungan infrastruktur yang diberikan adalah pemasangan lampu penerangan jalan umum menggunakan panel surya. Selain sebagai bentuk dukungan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat, program tersebut turut mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih ramah lingkungan.
Pada akhirnya, seluruh program pemberdayaan yang dilakukan ANTAM, baik dari segi peningkatan ekonomi, pengembangan kualitas SDM, dukungan sektor kesehatan, hingga perbaikan fasilitas penunjang masyarakat diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas lingkungan sosial di sekitar wilayah operasional perusahaan secara keseluruhan.
Melalui berbagai inisiatif tersebut ANTAM menunjukkan bahwa keberhasilan perusahaan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inisiatif tersebut diharapkan dapat menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
