Hujan Meteor Agustus 2026: Jadwal Puncak dan Cara Melihatnya

Hujan Meteor Agustus 2026: Jadwal Puncak dan Cara Melihatnya

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Senin, 03 Agu 2026 21:00 WIB
Ilustrasi Fenomena Langit
Foto: Ilustrasi hujan meteor. (Clay Banks/Unsplash)
Makassar -

Fenomena hujan meteor kembali menghiasi langit Bumi pada Agustus 2026. Momen ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang paling dinantikan karena dapat disaksikan langsung tanpa memerlukan peralatan khusus.

Melansir laman resmi NASA, hujan meteor yang akan mencapai puncaknya pada Agustus tahun ini adalah Perseid. Hujan meteor Perseid dikenal paling populer setiap tahunnya karena jumlah meteor yang melintas cukup banyak dan penampilannya sangat memukau.

Saat memasuki atmosfer Bumi, meteor Perseid kerap meninggalkan jejak cahaya yang panjang dengan warna yang panjang di belakangnya. Dalam kondisi langit yang cerah, pengamat berpeluang melihat sekitar 50 hingga 100 meteor per jam sehingga menjadikannya salah satu hujan meteor paling dinantikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, kapan puncak hujan meteor Perseid dapat disaksikan pada Agustus 2026? Simak jadwal serta informasi selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Hujan Meteor?

Merangkum penjelasan dalam situs NASA Space Place, hujan meteor merupakan fenomena langit yang terjadi ketika Bumi melintasi sekumpulan partikel debu dan batuan atau meteoroid yang berada di ruang angkasa. Partikel-partikel tersebut kemudian memasuki memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi hingga memanas dan berpijar, sehingga tampak seperti "bintang jatuh".

ADVERTISEMENT

Kumpulan partikel itu umumnya berasal dari komet yang mengelilingi Matahari. Saat komet mendekati Matahari, lapisan es di permukaannya menguap dan melepaskan partikel debu serta pecahan batuan yang tersebar di sepanjang lintasan orbitnya.

Setiap tahun, Bumi beberapa kali mengelilingi Matahari yang orbitnya melintasi jalur puing-puing komet tersebut. Ketika banyak meteoroid memasuki atmosfer dalam waktu yang hampir bersamaan, peristiwa itulah yang dikenal sebagai "hujan meteor".

Sebagian besar meteoroid berukuran kecil, mulai dari partikel debu hingga sebesar batu. Karena ukurannya kecil, hampir semuanya habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi sehingga hanya menghasilkan kilatan cahaya yang indah di langit malam.

Meski meteor dapat terlihat di berbagai bagian langit, semuanya seolah-olah berasal dari satu titik yang sama. Efek ini terjadi karena perspektif pengamatan dari Bumi, sehingga setiap hujan meteor dinamai berdasarkan rasi bintang yang menjadi titik asal semunya, seperti Perseid atau Orionid.

Jadwal dan Puncak Hujan Meteor Agustus 2026

Melansir laman Time and Date, hujan meteor Perseid aktif mulai 17 Juli hingga 24 Agustus 2026. Adapun puncaknya diperkirakan terjadi pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus 2026, sehingga waktu tersebut menjadi momen terbaik untuk mengamati fenomena ini.

Pada saat puncaknya, pengamat berada di lokasi yang gelap berpeluang menyaksikan sekitar 60 hingga 100 meteor setiap jam.

Cara Melihat Hujan Meteor

Kembali menukil laman NASA, hujan meteor dapat disaksikan tanpa memerlukan teleskop atau peralatan khusus. Cukup gunakan mata telanjang dan pilih lokasi dengan kondisi langit yang mendukung.

Agar pengamatan lebih optimal, ikuti langkah-langkah berikut:

  • Carilah tempat yang jauh dari lampu kota, lalu tunggu sekitar 15-20 menit agar mata beradaptasi dengan kegelapan.
  • Kenakan pakaian yang nyaman sesuai cuaca, serta bawalah selimut atau kursi jika berencana untuk berada di luar ruangan dalam waktu lama.
  • Kemudian berbaring atau duduk santai sambil mengarahkan pandangan ke langit untuk menikmati hujan meteor.

Demikianlah ulasan mengenai hujan meteor yang akan menghiasi langit pada Agustus 2026, lengkap dengan cara melihatnya. Semoga bermanfaat!



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads