Pemilik Warung Babi Guling Digeruduk Warga Palu Diminta Kumpul Dukungan 30 KK

Rangga Musabar - detikSulsel
Senin, 03 Agu 2026 12:09 WIB
Warga di Palu menggeruduk warung babi guling. Foto: (dok. istimewa)
Palu -

Pemilik warung babi guling yang digeruduk warga di Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), sempat dimediasi bersama warga. Pemilik diminta mengumpulkan dukungan minimal 30 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi agar bisa tetap beroperasi, namun tidak terpenuhi.

"Sekitar seminggu sebelumnya sudah ada mediasi di Kantor Lurah Tondo. Yang hadir antara lain lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT, dan pihak pemilik usaha," ujar Tokoh Masyarakat, Ismail kepada wartawan, Senin (3/8/2026).

Dalam pertemuan itu, kata Ismail, pemilik usaha diminta melengkapi sejumlah persyaratan sebelum menjalankan usahanya. Salah satu syarat utama yakni memperoleh persetujuan dari sekitar 30 kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi.

"Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa pemilik usaha harus melengkapi sejumlah persyaratan, salah satunya memperoleh dukungan atau persetujuan dari sekitar 30 kepala keluarga yang tinggal di sekitar lokasi usaha," ujarnya.

Namun, hingga aksi warga terjadi, syarat tersebut belum terpenuhi. Berdasarkan informasi yang diterima warga, jumlah tanda tangan yang berhasil dikumpulkan pemilik usaha baru sekitar 10 orang.

"Namun sampai aksi warga terjadi kemarin, syarat itu belum dipenuhi. Informasinya, tanda tangan yang berhasil dikumpulkan baru sekitar 10 orang. Artinya, masih banyak warga yang belum menyetujui. Karena itulah masyarakat akhirnya datang ke lokasi," jelasnya.

Ismail mengatakan warga telah meminta Lurah Tondo memfasilitasi pertemuan lanjutan untuk mencari solusi atas persoalan tersebut. Menurutnya, hingga kini masyarakat masih menunggu jadwal pertemuan tersebut dengan harapan persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

"Kami meminta agar difasilitasi pertemuan terbuka yang melibatkan masyarakat, pemilik usaha, tokoh masyarakat, dan pihak terkait agar dicari solusi terbaik. Harapannya persoalan ini bisa diselesaikan melalui musyawarah," katanya.

Sebelumnya diberitakan, warung babi guling itu didatangi sejumlah warga setelah keberadaannya dinilai terlalu mencolok. Ismail mengatakan aksi warga yang terjadi pada Minggu (2/8).

"Kejadian kemarin sebenarnya spontanitas masyarakat, khususnya warga Tondo karena lokasi warung itu berada di wilayah mereka. Saat itu warga sedang berkumpul di sekitar lokasi, lalu muncul pembicaraan mengenai keberadaan warung tersebut. Dari situ masyarakat kemudian menghubungi Lurah Tondo untuk meminta penjelasan," kata Ismail.

Ismail menegaskan keberatan warga bukan ditujukan kepada aktivitas mencari nafkah maupun didasari sikap intoleransi terhadap pemilik usaha. Sorotan warga adalah lokasi warung yang berada di tepi jalan utama dengan penanda usaha yang mudah terlihat oleh masyarakat.

"Perlu saya tegaskan, ini bukan soal seseorang mencari nafkah dan bukan juga soal intoleransi seperti yang banyak disebut di media sosial," ujarnya.



Simak Video "Video Iran: Belum Ada Konfirmasi soal Perpanjangan Gencatan Senjata"

(asm/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork