Warga Beri 6 Syarat Agar Warung Babi Guling di Tondo Palu Tetap Bisa Jualan

Warga Beri 6 Syarat Agar Warung Babi Guling di Tondo Palu Tetap Bisa Jualan

Rangga Musabar - detikSulsel
Rabu, 05 Agu 2026 21:40 WIB
Warga di Palu menggeruduk warung babi guling.
Warga di Palu menggeruduk warung babi guling. Foto: (dok. istimewa)
Palu -

Warga dan pemilik warung babi guling di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), telah dipertemukan untuk dimediasi. Hasilnya, warga memberikan enam rekomendasi syarat yang harus dipenuhi pemilik warung agar tetap bisa berjualan.

Pertemuan tersebut berlangsung di Baruga Kantor Kelurahan Tondo, Rabu (5/8/2026). Mediasi ini juga merupakan tindak lanjut setelah warung makan itu sempat menjadi sorotan dan memicu aksi protes warga beberapa waktu lalu.

Usai pertemuan, Ketua LPM Kelurahan Tondo, Azwar membacakan enam poin yang dimintai oleh warga ke pemilik warga. Enam rekomendasi tersebut meliputi pemilik usaha wajib memperoleh persetujuan dari 30 warga di lingkungan RT dan RW setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, pemilik usaha diminta tidak boleh menampilkan gambar babi pada papan nama rumah makan dan harus mencantumkan pemberitahuan bahwa warung menyediakan makanan nonhalal. Ketiga, warga juga meminta pemilik warung tidak boleh mengolah daging di lokasi usaha.

Selanjutnya, pemilik warung diminta menyediakan saluran pembuangan limbah tersendiri. Kelima, tidak membuang sisa makanan ke area umum, serta keenam tidak memelihara babi di lokasi usaha maupun lingkungan sekitarnya.

"Apabila masih ada penambahan atau saran dari pemilik warung, kita diskusikan pada hari ini. Kita carikan solusinya, kita musyawarahkan. Insyaallah akan ada titik terang," kata Azwar kepada wartawan, Rabu (5/8).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, keluarga pemilik warung, Ketut menyatakan menerima enam rekomendasi yang disampaikan masyarakat. Pihaknya mengaku akan berupaya memenuhi syarat yang diberikan.

"Kami selaku keluarga menerima seluruh rekomendasi tersebut. Kami juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi seluruh rekomendasi yang telah disampaikan, mulai dari poin pertama hingga poin keenam," ujar Ketut.

"Mudah-mudahan seluruh rekomendasi yang telah disampaikan oleh pihak pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat Kelurahan Tondo dapat menjadi jalan keluar yang baik bagi semua pihak," terangnya.



Diketahui, warung babi guling itu digeruduk sejumlah warga pada Minggu (2/8). Salah satu tokoh masyarakat, Ismail mengatakan aksi warga dipicu warung babi guling itu terlalu mencolok.

"Kejadian kemarin sebenarnya spontanitas masyarakat, khususnya warga Tondo karena lokasi warung itu berada di wilayah mereka. Saat itu warga sedang berkumpul di sekitar lokasi, lalu muncul pembicaraan mengenai keberadaan warung tersebut. Dari situ masyarakat kemudian menghubungi Lurah Tondo untuk meminta penjelasan," kata Ismail kepada wartawan, Senin (3/8).

Ismail menegaskan keberatan warga bukan ditujukan kepada aktivitas mencari nafkah maupun didasari sikap intoleransi terhadap pemilik usaha. Sorotan warga adalah lokasi warung yang berada di tepi jalan utama dengan penanda usaha yang mudah terlihat oleh masyarakat.

"Perlu saya tegaskan, ini bukan soal seseorang mencari nafkah dan bukan juga soal intoleransi seperti yang banyak disebut di media sosial," ujarnya.



(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads