Sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta, Bali, dan Makassar mulai menerapkan aturan pemilahan sampah per 1 Agustus 2026. Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat tidak lagi diperbolehkan membuang seluruh jenis sampah dalam kondisi tercampur.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menghentikan secara bertahap sistem pembuangan terbuka (open dumping) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Seluruh limbah yang berasal dari rumah, kantor, hotel, maupun tempat usaha wajib dipilah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu. Dari ketiga jenis sampah tersebut, hanya sampah residu yang dapat dibuang ke TPA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampah anorganik diarahkan untuk didaur ulang melalui jaringan bank sampah. Sementara itu, sampah organik harus diolah masing-masing, salah satunya caranya dengan melakukan pengomposan.
Pengolahan sampah organik menjadi kompos sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai metode. Salah satu metode yang paling sederhana adalah menggunakan composting bag atau kantong komposter. Dengan Metode ini, detikers hanya perlu menyiapkan kantong sampah dan 2 jenis bahan.
Sebagai panduan untuk detikers, berikut ini cara pengolahan sampah kompos sederhana di rumah yang hanya membutuhkan 2 bahan. Simak selengkapnya!
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan sangatlah simpel, yaitu:
Alat:
- Composting bag/kantong komposter
- Alat pengaduk (sekop kecil/sendok semen)
- Sarung tangan dan masker untuk perlindungan diri
Bahan:
- Sampah hijau
- Sampah cokelat
Cara Membuat
Setelah menyiapkan alat dan bahan, detikers bisa lanjut ke proses pembuatan. Berikut ini panduan pengolahan sampah kompos sederhana di rumah selengkapnya:
1. Siapkan Sampah Hijau dan Cokelat
Sampah yang disiapkan hanya terdiri dari 2 jenis, yaitu sampah cokelat dan sampah hijau. Sampah cokelat dapat berupa cacahan kayu, dedaunan kering, serta tanah, adapun sampah hijau yaitu sampah dapur seperti sisa sayuran dan buah.
2. Buat Lapisan Kompos Pertama
Setelah semua alat dan bahan disiapkan, proses pengomposan bisa dimulai dengan dengan meletakkan sampah cokelat pada lapisan dasar. Sampah yang digunakan idealnya ada tiga jenis, yaitu cacahan kayu, dedaunan kering, dan tanah. Akan tetapi jika hanya ada dua jenis sampah cokelat, hal tersebut tidak masalah.
3. Tambahkan Lapisan Kedua
Lapisan kompos berikutnya adalah sampah hijau yang terdiri dari daun segar, sisa buah dan sayur, atau ampas kopi dan teh. Sampah hijau ini sebaiknya dicacah terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke kantong komposter untuk memudahkan dan proses pengomposan.
4. Ulangi Lapisan Sampah Cokelat dan Hijau secara Bergantian hingga Penuh
Selanjutnya, tambahkan lapisan sampah cokelat lagi di atas sampah hijau yang sudah diletakkan. Pastikan setiap lapisan baru menutupi lapisan sampah di bawahnya, lalu ulangi langkah tersebut hingga kantong komposter penuh.
Dalam pengomposan, sampah coklat yang bersifat kering dan kaya karbon biasanya digunakan lebih banyak daripada bahan hijau yang basah dan kaya nitrogen. Rasio perbandingannya adalah 2,5:1 atau 3:1 (sekitar 2-3 bagian cokelat : 1 bagian hijau), tujuannya agar kompos tidak terlalu basah dan berbau.
5. Aduk Kompos Secara Berkala hingga Waktu Panen
Setelah kompos penuh, simpan di tempat yang aman dan aduk setiap 3 sampai 7 hari sekali. Semakin banyak kompos yang dibuat, maka harus semakin sering diaduk. Hal ini bertujuan untuk menambahkan oksigen ke dalam kompos.
Apabila kompos tampak terlalu kering, tambahkan sedikit air atau cairan EM4/MOL. Sebaiknya, Jika kompos tampak terlalu basah, detikers dapat menambahkan sampah cokelat.
6. Kompos Siap Dipanen Setelah 30 Hari
Kompos bisa dipanen setelah 30 hari sejak lapisan pertama dibuat. Untuk memudahkan, gunakan composting bag yang memiliki jendela/bukaan bagian bawah sehingga proses panen dapat dilakukan secara berkala.
Kompos yang telah dipanen bisa langsung digunakan sebagai pupuk untuk tanaman, atau digunakan kembali sebagai starter atau campuran bahan kompos berikutnya untuk membantu mempercepat penguraian bahan organik,
Selain itu, detikers juga dapat menambahkan kembali lapisan baru di bagian atas setelah isi kantong komposter bagian bawah dipanen.
Nah detikers, demikianlah panduan lengkap cara pengolahan sampah kompos sederhana di rumah. Semoga bermanfaat!
