Sensus Ekonomi 2026: Pengertian, Manfaat, serta Kaitannya dengan Bansos

Sensus Ekonomi 2026: Pengertian, Manfaat, serta Kaitannya dengan Bansos

Andi Sitti Nurfaisah - detikSulsel
Minggu, 26 Jul 2026 22:15 WIB
Petugas sensus ekonomi 2026 melakukan pendataan tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) ikan kayu di Lambaro Skep, Banda Aceh, Aceh, Selasa (16/6/2026). Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh mengerahkan 5.328 orang yang merupakan bagian dari 251 ribu petugas di seluruh Indonesia untuk mendata berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari rumah tangga usaha, UMKM, pasar tradisional, warung makan, toko kelontong, hingga perusahaan besar pada sensus ekonomi yang berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.
Foto: Petugas Sensus Ekonomi 2026 melakukan pendataan. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Makassar -

Belakangan ini, Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) ramai diperbincangkan di media sosial. Tidak sedikit masyarakat yang membagikan pengalamannya saat didatangi petugas sensus untuk melakukan pendataan.

Bersamaan dengan itu, muncul berbagai pertanyaan mengenai tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi tersebut. Sebagian masyarakat bahkan mengira pendataan tersebut berkaitan dengan penentuan penerima bantuan sosial (bansos).

Lantas, apa sebenarnya Sensus Ekonomi 2026 dan apa tujuan pelaksanaannya? Apakah sensus ini akan mempengaruhi daftar penerima bansos?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Sensus Ekonomi 2026?

Melansir laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Sensus Ekonomi 2026 merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia. Program ini dilakukan untuk mengumpulkan data dasar seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia yang mencakup berbagai kategori lapangan usaha.

ADVERTISEMENT

Data yang dihimpun melalui SE2026 akan menjadi gambaran terkini mengenai kondisi dan struktur perekonomian nasional. Informasi tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi.

Sasaran Pendataan dalam Sensus Ekonomi 2026

SE2026 mendata hampir seluruh jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar di berbagai kategori lapangan usaha. Namun, terdapat tiga kategori yang tidak termasuk dalam cakupan pendataan, yaitu:

  • Kategori A: Pertanian, kehutanan, dan perikanan
  • Kategori O: Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib
  • Kategori T: Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja dan aktivitas yang menghasilkan barang jasa oleh rumah tangga.

Manfaat Sensus Ekonomi 2026

Hasil SE2026 akan mendukung pemerintah dalam mengambil berbagai keputusan strategis di bidang ekonomi. Selain itu, data yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk memotret tren perekonomian terkini sekaligus menjadi referensi bagi pelaku usaha dalam melihat peluang maupun tantangan bisnis.

Tak hanya itu, SE2026 juga berperan dalam mendukung penyusunan kebijakan ekonomi yang berbasis digital, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, data yang akurat dari masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam keberhasilan sensus ini.

Lantas, data apa saja yang dihasilkan SE2026 yang dapat dimanfaatkan pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat?

Data yang dihasilkan SE2026 berupa:

  1. Peta Ekonomi Indonesia
    Potret terkini struktur ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
  2. Analisis Sektoral
    Informasi mendalam mengenai setiap sektor usaha berdasarkan skala, mulai dari mikro, kecil, menengah, hingga besar, serta menurut wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
  3. Insight
    Berbagai hasil analisis mengenai isu-isu ekonomi, seperti ekonomi lingkungan, ekonomi digital, dan kajian ekonomi lainnya.

Kapan SE2026 Berlangsung?

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan melalui dua tahap, yakni pengisian kuesioner SE2026 secara online dan pendataan lapangan (door to door).

Pengisian kuesioner SE2026 secara online diperuntukkan bagi usaha atau perusahaan besar dan menengah yang berlangsung pada 1 Mei-31 Juli 2026. Sementara itu, pendataan lapangan oleh petugas BPS dilaksanakan pada 15 Juni-31 Agustus 2026.

Apakah Sensus Ekonomi 2026 Berkaitan dengan Bansos?

Mengutip laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan langsung dengan bansos. Pendataan yang dilakukan tidak digunakan untuk mengurangi maupun mencabut hak masyarakat sebagai penerima bansos.

"Sensus ini bukan untuk menarik bansos. Tujuannya memotret kondisi riil ekonomi warga," jelas Kepala BPS Jepara Isnaini yang dikutip detikSulsel, Minggu (26/7/2026).

Isnaini menambahkan, kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi sangat penting agar data yang dihasilkan akurat. Dengan begitu, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran sesuai kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Selain itu, BPS juga menjamin kerahasiaan data pribadi responden sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Karena itu, masyarakat diimbau menerima petugas sensus resmi dan memberikan jawaban secara jujur serta terbuka selama proses pendataan berlangsung.

Itulah informasi lengkap mengenai Sensus Ekonomi 2026, mulai dari pengertian, sasaran, manfaat, hingga kaitannya dengan bansos. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads