Pencarian terhadap 11 wisatawan asing yang hilang di perairan Teluk Tomini, Gorontalo telah memasuki hari kedua. Sebanyak tiga Search and Rescue Unit (SRU) gabungan kini dikerahkan dalam operasi SAR tersebut.
"Operasi SAR dilaksanakan dengan membagi tim SAR gabungan ke dalam tiga SRU untuk memperluas cakupan pencarian di sepanjang jalur pelayaran yang diduga dilalui korban," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Provinsi Gorontalo, Heriyanto saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (25/7/2026).
Dia mengatakan pengerahan tiga SRU tersebut mengutamakan pencarian terhadap 11 penumpang wisatawan asing dan 2 ABK. SRU 1 menggunakan KN KAL Limboto bergerak dari Pelabuhan Gorontalo dengan rencana pencarian seluas kurang lebih 200 nautical mile persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian SRU 2 menggunakan RIB 03 Gorontalo melakukan pencarian di area seluas sekitar 50 nautical mile persegi di sekitar lintasan pelayaran. Sementara SRU 3 yang menggunakan speed boat milik Sanctum Una-Una Dive Resort melakukan penyisiran pada area pencarian seluas 50 nautical mile persegi.
"Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Gorontalo, Pos SAR Marisa, KN SAR Bisma Kantor SAR Palu, Polairud Marisa, Pos Lanal Marisa, KN Limboto, serta Tim Sanctum Una-Una Dive Resort," ucapnya.
Adapun proses pencarian sejauh ini terhambat cuaca buruk. Dia menyebut terjadi gelombang tinggi dan angin kencang di sekitar lokasi pencarian.
"Dalam pencarian tim menghadapi kendala berupa gelombang tinggi yang disertai angin kencang, sehingga setiap pergerakan unsur SAR dilakukan dengan memperhatikan keselamatan," jelasnya.
"Harapan kami, seluruh korban dapat segera ditemukan. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar operasi SAR ini berjalan dengan aman dan memperoleh hasil yang diharapkan," tambahnya.
Diketahui, speedboat berangkat dari Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (24/7) pukul 07.00 Wita. Speedboat tersebut hilang kontak dalam perjalanan menuju Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
