Kerusakan Gunung Bawakaraeng Gowa Diduga Akibat Salah Urus

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 23 Jul 2026 22:31 WIB
Pemerhati Gunung Bulu Bawakaraeng, Nevy James Tonggiroh. Foto: dok istimewa
Gowa -

Pemerhati Gunung Bulu Bawakaraeng, Nevy James Tonggiroh mengungkap penyebab kerusakan di kawasan Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia mengatakan kerusakan gunung tidak hanya karena aktivitas manusia, namun dipengaruhi oleh pendekatan pengelolaan yang belum memahami karakteristik gunung sebagai bentang alam.

"Yang mengurusi tempat ini tidak memahami apa itu gunung. 'Bawakaraeng' itu adalah nama gunung, maka logikanya harus diurus dengan ilmu gunung, bukan hanya dengan cara berpikir kehutanan atau lingkungan. Salah satu penyebab kerusakan Gunung Bulu Bawakaraeng adalah karena salah urus," ujar Nevy James dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/7/2026).

Hal itu dipaparkan Nevy James saat Dialog Publik di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Alauddin Makassar, Rabu (22/7). Dalam kesempatan itu, Nevy James juga mempertanyakan belum adanya regulasi atau undang-undang yang secara khusus mengatur perlindungan gunung di Indonesia.

"Kenapa tidak ada undang-undang perlindungan gunung? Kenapa tidak ada undang-undang gunung di negeri ini? Menurut saya, karena belum ada perhatian yang serius terhadap ilmu gunung. Akibatnya, gunung diurus dengan pendekatan yang tidak sepenuhnya memahami karakteristik gunung itu sendiri," katanya.

Selain mengkritisi aspek tata kelola, Nevy James menekankan bahwa Gunung Bawakaraeng bukan sekadar kawasan gunung, melainkan memiliki nilai ekologis, historis, budaya, dan spiritual. Dia berpandangan kedudukan Gunung Bawakaraeng bisa dipahami sebagai simbol peradaban tua yakni awal sejarah Islam di Asia Tenggara.

Sementara, sejumlah peserta dialog menyoroti pembangunan fasilitas di kawasan Gunung Bawakaraeng, seperti mushola dan toilet. Menurut mereka, pembangunan infrastruktur di kawasan gunung tersebut seharusnya didahului oleh kajian ilmiah yang komprehensif agar tidak menimbulkan dampak terhadap karakteristik kawasan.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Pameran Kerusakan Gunung Bawakaraeng. Peserta diperlihatkan dokumentasi kerusakan Gunung Bawakaraeng seperti kondisi sampah, pembukaan jalur pendakian yang tidak terkendali, pendakian massal, penebangan pohon, kerusakan geomorfologi, hingga berbagai bentuk perubahan bentang alam yang dinilai mengancam keberlanjutan kawasan pegunungan tersebut.



Simak Video "Melihat Peti Mati Berjejer dan Tengkorak di Dalam Goa Londa, Tana Toraja "

(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork