Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menerima dua kantong jenazah yang diduga korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar. Polisi akan memulai proses identifikasi berdasarkan data antemortem dari keluarga korban.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris proses pengumpulan data antemortem sebelumnya telah dilakukan di Selayar terhadap keluarga korban yang dilaporkan hilang. Sedangkan untuk dua jenazah yang akan diautopsi telah tiba di Biddokkes Polda Sulsel di Jalan Kumala, Makassar, pagi tadi.
"Tim di Selayar sudah melaksanakan pengumpulan data-data antemortem terhadap keluarga korban untuk mencocokkan nanti data yang ditemukan sesuai rilis yang belum ditemukan ataupun sudah ditemukan," ujar Kombes Muhammad Haris kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada hari ini kita kedatangan dua kantong jenazah yang akan kita identifikasi tim ahli forensi kami bekerjasama dengan ahli forensik dari fakultas kedokteran Unhas kemudian beberapa hari kedepan tim forensik dari pushdog Polri akan datang," kata Haris.
Haris menjelaskan proses identifikasi akan disesuaikan dengan kondisi jenazah yang diterima. Jika kondisi fisik masih memungkinkan, identifikasi dapat dilakukan melalui sidik jari sehingga hasilnya bisa lebih cepat diketahui.
"Identifikasi ini dilihat dari kondisi jenazahnya dan jika masih memungkinkan ada data sidik jari itu bisa lebih cepat disampaikan diserahkan kepada keluarga. Jika seandainya kondisi mayat atau potongan-potongan tubuh yang didapat di laut itu sudah hancur itu akan kita mengidentifikasi melalui profil gigi," jelasnya.
Haris menuturkan identifikasi visual hanya dapat dilakukan apabila kondisi jenazah masih utuh. Namun jika yang ditemukan berupa bagian tubuh atau jenazah yang telah mengalami kerusakan berat, maka pemeriksaan DNA menjadi metode utama untuk memastikan identitas korban.
"Kemudian kalau tidak bisa lagi, kita identifikasi dengan profil DNA yang akan disandingkan profil DNA dengan keluarga terdekat," tambah dia.
Meski demikian, pihak DVI belum dapat memastikan identitas kedua jenazah tersebut. Tim forensik masih akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum hasil identifikasi diumumkan kepada keluarga korban.
"Jadi kami belum buka nanti kita akan mengidentifikasi secara lengkap oleh tim forensik," pungkas Haris.
