Ikhtiar 7 Korban Selamat Meski Berhari-hari Mengapung Bareng Mayat Keluarga

Tragedi KLM Nurul Salda

Ikhtiar 7 Korban Selamat Meski Berhari-hari Mengapung Bareng Mayat Keluarga

Tim detikSulsel - detikSulsel
Rabu, 22 Jul 2026 08:00 WIB
Dua korban kapal tenggelam di Selayar ditemukan terdampak di Kabupaten Pangkep.
Dua korban kapal tenggelam di Selayar ditemukan terdampak di Kabupaten Pangkep. Foto: (dok. Istimewa)
Makassar -

Tujuh korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan selamat setelah berhari-hari mengapung di laut. Ironinya, ada yang sempat mengapung bersama mayat keluarganya sendiri.

Kondisi itu salah satunya dialami bocah bernama Diska (7) yang ditemukan selamat bersama empat korban lainnya. Diska sempat mengapung di atas papan gabus bersama mayat kedua orang tuanya.

Diska bersama empat korban lainnya ditemukan oleh kapal motor nelayan (KMN) Sinar Mattoanging di perairan sekitar Pulau Matallang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (18/7). Mereka ditemukan dalam kondisi lemas oleh nelayan yang kebetulan melintas setelah 4 hari terombang-ambing di laut dengan berpegangan pada papan gabus tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban ditemukan 5 orang yang selamat di hari keempat pencarian. Dia ditemukan selamat bersama tantenya bernama Asseng. Bapaknya sama mamanya belum ditemukan. Diska sama tantenya selamat," ujar Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan kepada detikSulsel, Selasa (21/7/2026).

Kedua orang tua Diska bernama Malida (31) dan Hasbi (41) sempat berusaha bertahan dengan berpegangan pada gabus tersebut. Namun keduanya tidak bertahan dan akhirnya tenggelam.

ADVERTISEMENT

"Iya, kedua orang tuanya sempat di gabus itu tapi tidak bertahan. Jadi ini satu rakit, menurut keterangan tantenya, Malida dan Hasbi tidak bertahan. Setelah meninggal, lama kelamaan tenggelam, seperti itu. Jadi yang selamat itu Diska dan Asseng, tantenya," ujarnya.

Diska sempat dievakuasi ke RS Selayar sebelum dijemput keluarganya. Sultan mengaku tidak tahu persis berapa hari Hasbi dan Malida bertahan hingga akhirnya tenggelam.

"Kurang tahu juga kalau itu. Kita tidak tanya detail jelasnya, kami cuma fokus menyelamatkan. (Diska) Sudah dijemput keluarganya," jelasnya.

Adapun kelima korban yang ditemukan selamat masing-masing bernama Sitti Amang (55), Andi Samad (62), Asseng (23), Ardita (17), dan Diska (7).

2 Korban Selamat Sempat Mengapung Bareng 3 Mayat

Keesokan harinya, tim SAR gabungan kembali menemukan dua korban selamat bernama Asmal (24) dan Nurmiati (46). Keduanya ditemukan terdampar di Kabupaten Pangkep usai bertahan menggunakan gabus bersama tiga mayat yang juga menjadi korban.

"Saat ditemukan, keduanya berada di atas sebuah gabus dengan mengenakan jaket pelampung dan selanjutnya dievakuasi ke Pulau Matala'ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep," kata Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).

Asmal dan Nurmiati merupakan warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kepulauan Selayar. Sebelum ditemukan, keduanya bersama dengan tiga rekannya yang juga menjadi korban kapal tenggelam.

"Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kedua korban, sebelumnya terdapat lima orang yang bertahan di atas gabus tersebut. Namun dalam perjalanan hanyut di lautan selama beberapa hari, tiga orang di antaranya meninggal dunia," paparnya.

"Kedua korban mengaku terpaksa melepaskan jenazah ketiga rekannya ke laut setelah sekitar dua malam karena kondisi jenazah telah membusuk. Hingga saat ini identitas ketiga korban tersebut masih belum dapat dipastikan," imbuh Didid.

Didid melanjutkan, pihaknya masih mendalami tiga korban yang dilaporkan tersebut jika kondisi dua korban lain sudah memungkinkan untuk dimintai keterangan. Informasi dari dua korban menjadi petunjuk penting untuk memaksimalkan pencarian.

Hal ini mengingat lokasi ditemukannya korban berada cukup jauh dari titik awal kecelakaan. Temuan kedua korban menunjukkan adanya pengaruh arus laut yang dapat membawa korban hingga ke wilayah perairan Kabupaten Pangkep.

"Polres Kepulauan Selayar telah berkoordinasi dengan Polres Pangkep serta jajaran kepolisian yang memiliki wilayah perairan dalam rangka memperkuat pencarian dan memastikan setiap informasi penemuan korban dapat segera ditindaklanjuti," paparnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 1 Anak Pelatih Valencia Belum Ditemukan, Operasi SAR Diperpanjang"
[Gambas:Video 20detik] (asm/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads