Renungan Harian Katolik Rabu 22 Juli 2026: Sapaan yang Membangkitkan

Renungan Harian Katolik Rabu 22 Juli 2026: Sapaan yang Membangkitkan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 22 Jul 2026 08:30 WIB
Renungan Katolik dan Alkitab Injil
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Freepik/jcomp)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk merenungkan sabda Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui permenungan atas bacaan Kitab Suci, umat diajak semakin memahami kehendak Allah serta membangun relasi yang lebih dekat dengan-Nya.

Renungan harian Katolik pada Rabu, 22 Juli 2026 mengajak umat beriman untuk semakin peka mengenali kehadiran Tuhan di tengah berbagai pergumulan hidup. Sapaan kasih Tuhan mampu membangkitkan harapan, mengubah kesedihan menjadi sukacita, serta menguatkan setiap orang untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan iman.

Lantas, seperti apa Renungan Harian Katolik Rabu, 22 Juli 2026 selengkapnya? Simak renungan dan bacaan liturgi hari ini di bawa ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 22 Juli 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kid 3:1-4a

Di ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.

ADVERTISEMENT

Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.

Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?"

Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.

atau

2 Kor 5: 14-17

Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Mazmur Tanggapan: Mzm 63:2,3-4,5-6,8-9

Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.

Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.

Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.

Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, ?

Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.

Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah.

Bacaan Injil: Yoh 20:1.11-18

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,

dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Renungan Hari Ini 22 Juli 2026: Sapaan yang Membangkitkan

Maria Magdalena sedih saat Yesus wafat di salib. Ia menjadi semakin sedih ketika mengunjungi kubur Yesus dan mendapati bahwa kubur itu kosong.

Ia menyangka bahwa jenazah Yesus telah dicuri orang. Kesedihan yang mendalam telah menutupi mata hati Maria, sehingga ia tidak mengenal Yesus yang sedang berbicara dengannya.

Ia malah berprasangka buruk. Ia mengira Yesus adalah penunggu taman yang telah melakukan pencurian jenazah.

Maria Magdalena sadar ketika Yesus menyapanya secara personal. Sapaan Yesus menghapus kabut kesedihan dan membuka mata hati Maria.

Sapaan Yesus mengubah dukacita menjadi sukacita. Sapaan Yesus juga mengubah kehilangan menjadi perutusan. Namun, yang paling utama, sapaan Yesus itu menyatakan bahwa Ia telah bangkit dan hidup.

Saudara-saudari terkasih, Tuhan yang bangkit mengenal kita secara personal. Ia memanggil kita dengan nama kita masing-masing.

Di tengah duka, kegagalan, kejatuhan, dan kegalauan, Tuhan tidak mengabaikan kita. Ia datang dan menyapa. Ia membawa harapan baru bagi kita.

Sapaan itu menarik kita keluar dari "makam" persoalan kita, sehingga kita bangkit. Seperti Maria Magdalena, sebenarnya manusiawi saja kalau kita menangisi dan mengasihani diri kita.

Namun, jangan sampai kita kehilangan harapan dan iman. Semoga hati kita tetap peka akan kehadiran Tuhan dan mendengar sapaan-Nya.

Sumber: Buku Inspirasi Pagi (LBI)
Oleh: Ays Laratmase MSC

Doa Penutup

Ya Tuhan Yesus yang bangkit, kami bersyukur karena Engkau senantiasa hadir dan mengenal kami secara pribadi. Engkau memanggil kami dengan nama kami masing-masing serta tidak pernah meninggalkan kami, bahkan ketika kami diliputi kesedihan, kegagalan, dan keputusasaan.

Bukalah mata hati kami agar mampu mengenali kehadiran-Mu di tengah setiap peristiwa kehidupan. Ketika beban hidup membuat kami kehilangan harapan, mampukan kami untuk mendengar sapaan kasih-Mu yang menguatkan dan membangkitkan semangat kami untuk kembali melangkah.

Jadikanlah kami, seperti Maria Magdalena, pribadi yang berani bangkit dari "makam" ketakutan, keraguan, dan kesedihan. Penuhilah hati kami dengan sukacita iman agar kami mampu menjadi saksi kebangkitan-Mu melalui perkataan, sikap, dan tindakan kasih kepada sesama.

Dampingilah kami sepanjang hari ini agar kami tetap setia kepada-Mu dan senantiasa percaya bahwa Engkau selalu menyertai setiap langkah kehidupan kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Amin.

Demikian renungan harian Katolik Rabu, 22 Juli 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads