Karpet Merah Bahlil untuk IAS Meski Pernah Tinggalkan Golkar

Karpet Merah Bahlil untuk IAS Meski Pernah Tinggalkan Golkar

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Minggu, 19 Jul 2026 07:30 WIB
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terpilih aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi terpilih sebagai Ketua Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel). Jalan mulus IAS menduduki kursi pimpinan DPD I itu berkat diskresi Ketua Umum Bahlil Lahadalia.

IAS terpilih secara aklamasi usai menjadi calon tunggal pada Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Penetapan dilakukan melalui sidang Musda Golkar Sulsel yang dipimpin oleh perwakilan DPP Golkar, Mustafa Raja.

Mustafa Raja membacakan keputusan sidang yang menetapkan IAS sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih. Keputusan itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari para peserta Musda yang memadati ruang sidang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menetapkan Ilham Arief Sirajuddin sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih sekaligus ketua formatur untuk menyusun kepengurusan," ujar Mustafa Raja membacakan konsideran penetapan.

Usai penetapan, pimpinan sidang membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan DPD I Golkar Sulsel. Tim tersebut terdiri dari lima orang, yakni perwakilan DPP Partai Golkar, Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih Ilham Arief Sirajuddin, dua perwakilan DPD II Golkar dari Kabupaten Luwu dan Bone, serta satu perwakilan organisasi sayap KPPG.

ADVERTISEMENT

Setelah pembentukan formatur, prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pataka Partai Golkar kepada IAS. Penyerahan bendera partai dilakukan langsung oleh Mustafa Raja di hadapan peserta Musda.

Alasan Bahlil Beri IAS Diskresi

Bahlil Lahadalia juga telah menjelaskan alasan memberikan diskresi kepada IAS meski sempat meninggalkan Golkar. Menurut Bahlil, keputusan itu sesuai dengan mekanisme dan hak prerogatif ketua umum yang diatur dalam aturan partai.

"Banyak orang mengatakan kepada saya, Pak Aco pernah pindah partai. Partai Golkar adalah partai yang dewasa. Partai Golkar adalah partai yang penuh dengan fatsun, mekanisme, serta aturan-aturan kepartaian," kata Bahlil dalam pidatonya di pembukaan Musda Golkar Sulsel.

Bahlil mengatakan Golkar memiliki Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), peraturan organisasi, petunjuk pelaksanaan, hingga petunjuk teknis yang mengatur seluruh mekanisme kepartaian. Menurutnya, Golkar juga telah melalui berbagai dinamika, termasuk ditinggalkan kader yang kemudian mendirikan partai politik lain.

"Bahkan membuat partai. Banyak jempolan Partai Golkar yang membangun partai. Contoh NasDem, Bang Surya Paloh, dulu Ketua Dewan Pertimbangan, jadi ketua umum partai. Kemudian Gerindra, Hanura, Demokrat. Ya tidak apa-apa," ujarnya.

Menurut Bahlil, Golkar tidak pernah memandang kader yang hengkang sebagai musuh politik. Dia mengibaratkan seluruh kader yang pernah berada di Golkar sebagai satu keluarga yang hanya berbeda kamar.

"Jadi kader Partai Golkar hari ini sedikit berhijrah, mungkin dia mau cek dulu mana yang baik. Ya tidak apa-apa. Kita tidak pernah marah. Silakan mengecek," ucapnya.

Bahlil menegaskan pintu Golkar tetap terbuka bagi kader yang ingin kembali. Menurutnya, terdapat mekanisme yang memungkinkan hal tersebut dilakukan, yakni melalui diskresi ketua umum.

"Kalau sudah merasa bahwa sekalipun sudah hijrah, yang dicek di rumah (partai) lain tidak pas, mungkin balik, ya kita buka pintu. Tidak masalah," katanya.

"Begitu ketika mau kembali, ada aturan yang memungkinkan untuk bisa. Aturan itu disebut dengan diskresi, dan itu dibenarkan dalam Anggaran Dasar yang namanya hak prerogatif ketua umum," sambung Bahlil.

Bahlil kemudian secara khusus menyinggung IAS yang pernah keluar dari Golkar. Menurutnya, kepergian IAS saat itu merupakan bagian dari dinamika politik yang lumrah.

"Jadi kayak Pak Aco pergi, mungkin dia lihat-lihat dulu. Waktu itu mungkin dia mencari udara segar. Ya tidak apa-apa," ujarnya.

Bahlil mengaku telah lama mengenal IAS dan menilai mantan Wali Kota Makassar dua periode itu memiliki pengalaman panjang di Golkar. Dia berharap pengalaman IAS menjadi modal untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel.

"Saya mengenal Pak Aco sudah sangat lama, senior saya. Saya berharap betul ilmu pengalaman ketika beliau menjadi pengurus Golkar dari bawah, pernah jadi Ketua AMPI, pernah menjadi Ketua Golkar provinsi, pernah menjadi wali kota 10 tahun, dijadikan sebagai bekal untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar," pungkasnya.

Halaman 2 dari 3
(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads