Lahan Perkebunan Diduga Mengandung Emas di Boltim Diserbu Warga

Sulawesi Utara

Lahan Perkebunan Diduga Mengandung Emas di Boltim Diserbu Warga

Fistel Mukuan - detikSulsel
Rabu, 15 Jul 2026 19:02 WIB
Lahan perkebunan diduga mengandung emas diserbu warga Boltim.
Foto: Lahan perkebunan diduga mengandung emas diserbu warga Boltim. (dok. Istimewa)
Bolaang Mongondow Timur -

Lahan perkebunan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara (Sulut), diserbu warga usai diduga mengandung emas. Warga ramai-ramai menggali dan memasukkan tanah dalam karung.

Peristiwa yang viral di media sosial itu terjadi di Desa Nuangan, Kecamatan Nuangan, Senin (13/7/2026). Lahan itu disebut milik pribadi seorang warga.

"Benar, sebagaimana video yang beredar, lahan perkebunan milik seorang warga karena diduga ada kandungan emas," kata Wakil Bupati Boltim Argo Sumaiku kepada detikcom, Rabu (15/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Argo belum memastikan situasi terkini lahan tersebut. Informasi yang diterima dari pemerintah kecamatan setempat, lahan itu sudah ditutup sementara.

"Saya belum meninjau langsung lokasi tersebut, namun berdasarkan informasi dari Camat Nuangan, pemilik lahan telah menutup akses ke lokasi untuk mencegah aktivitas warga," bebernya.

ADVERTISEMENT

Menurut Argo, lahan itu pernah menjadi lokasi pengolahan material. Belakangan aktivitas itu berhenti meski belakangan kembali diramaikan oleh warga.

"Di lokasi tersebut pernah ada tromol. Jadi mungkin sisa-sisa dulu yang masyarakat dapat, tapi saat diolah dulu, tidak ada emas, malah pendulang rugi," paparnya.

Argo memastikan Pemkot Boltim tidak akan mencampuri status lahan tersebut. Dia menegaskan lahan itu merupakan milik pribadi warga sehingga hak pemilik harus dihormati.

"Kami pemerintah serahkan ke pemilik lahan lokasi itu yang punya hak," imbuh Argo.

Dari video beredar di media sosial, tampak warga berbondong-bondong memadati lahan yang diduga mengandung emas. Beberapa warga terlihat menggali tanah menggunakan linggis hingga sekop. Ibu-ibu dan anak-anak juga berada di lokasi.

Beberapa wanita yang menggunakan pakaian dinas berwarna cokelat tampak menyaksikan aktivitas warga di lokasi. Di lokasi terlihat pula beberapa karung untuk memasukkan tanah bekas galian.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads