Pabrik Kertas Daur Ulang di Bitung Diduga Dibakar gegara Cemari Lingkungan

Sulawesi Utara

Pabrik Kertas Daur Ulang di Bitung Diduga Dibakar gegara Cemari Lingkungan

Fistel Mukuan - detikSulsel
Rabu, 15 Jul 2026 15:12 WIB
Pabrik PT Futai di Bitung diduga dibakar.
Foto: Pabrik PT Futai di Bitung diduga dibakar. (dok. Istimewa)
Bitung -

Pabrik kertas daur ulang milik PT Futai Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), diduga dibakar imbas polemik polemik pencemaran lingkungan. Kejadian ini kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

"Penyebab pasti kebakaran di pabrik PT Futai masih didalami oleh Polres Bitung," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bitung Altin Tumengkol kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Kebakaran itu berlokasi di pabrik PT Futai di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Rabu (15/7) sekitar pukul 01.00 Wita. Altin menjelaskan, pabrik tersebut sedianya sudah sejak lama berpolemik menyusul protes warga terkait persoalan lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkot Bitung bersama Forkopimda sempat mempertemukan warga dan pihak PT Futai pada 8 Juli lalu. Saat pertemuan itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar meminta pihak perusahaan menghentikan operasionalnya.

"Pak wali kota meminta kepada PT Futai untuk menghentikan operasinya selama persoalan lingkungan ini belum selesai," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Larangan operasional ini menyusul desakan masyarakat Tanjung Merah yang terganggu akan aktivitas pabrik yang memicu limbah dan polusi. Belakangan, perusahaan diduga membangkang dan mengabaikan larangan usai warga memergoki aktivitas truk kontainer yang keluar masuk perusahaan pada Selasa (14/7) malam.

"Warga memergoki sebuah truk kontainer keluar dari area perusahaan yang diduga membawa hasil produksi kertas," sebutnya.

Warga kemudian menghentikan truk yang diduga memuat hasil produksi yang akan diekspor. Ketegangan antara warga dan pihak perusahaan pun memuncak hingga terjadi kericuhan pada Rabu (15/7) dini hari tadi.

"Ketegangan antara warga dan pihak perusahaan pun memuncak hingga terjadi kericuhan," ucap Altin.

Altin menjelaskan persoalan ini sudah ditangani Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka. Pemkot Bitung juga telah menggelar pertemuan bersama Polres Bitung membahas perkara ini.

"Setelah pak wakil wali kota turun lapangan dini hari tadi, paginya pak wali kota langsung mengadakan rapat dengan instansi terkait guna membicarakan dugaan pembangkangan PT Futai," jelasnya.



(sar/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads