Tanggal 14 Juli 2026 Memperingati Apa? Cek Daftar Hari Pentingnya di Sini!

Iswandy Rusli - detikSulsel
Selasa, 14 Jul 2026 07:30 WIB
Foto: detikSulsel
Makassar -

Tanggal 14 Juli 2026 jatuh pada hari Selasa berdasarkan penanggalan Masehi. Pada hari ini, terdapat sejumlah momen penting dan menarik yang diperingati.

Di Indonesia, tanggal 14 Juli diperingati sebagai Hari Pajak Nasional. Sementara di berbagai belahan dunia lain tercatat ada Hari Peduli Hiu, Hari Bastille, dan Hari Pandemonium.

Hari Penting 14 Juli 2026

Berikut daftar hari penting yang diperingati pada 14 Juli 2026 beserta penjelasannya:

1. Hari Pajak Nasional

Di Indonesia, tanggal 14 Juli diperingati sebagai Hari Pajak Nasional setiap tahunnya. Hari peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pajak dalam ekonomi negara.

Penetapan Hari Pajak didasarkan pada Keputusan Dirjen Pajak No. KEP-313/PJ/2017. Berdasarkan lampiran dari keputusan tersebut, latar belakang penetapan Hari Pajak merujuk pada penggunaan kata "pajak" pertama kali dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Pada sidang tersebut, Ketua BPUPKI Radjiman Wediodiningrat membahas masalah "Keuangan" dalam masa reses BPUPKI setelah pidato Soekarno pada 1 Juni 1945. Kata "pajak" kemudian muncul dalam "Rancangan UUD Kedua" yang disampaikan pada 14 Juli 1945 dalam Bab VII Hal Keuangan Pasal 23 yang berbunyi: "Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan Undang-Undang".

Sejak tanggal 14 Juli 1945, urusan pajak terus dimasukkan ke dalam UUD 1945. Bahkan, pada 16 Juli 1945, hal ini dibahas secara khusus sebagai sumber-sumber utama penerimaan negara dan menjadi isu utama dalam sidang.

Berdasarkan latar belakang sejarah ini, tanggal 14 Juli 1945 ditetapkan sebagai Hari Pajak Nasional.

2. Hari Bastille (Saint Martin)

Hari Bastille di Saint Martin diperingati setiap 14 Juli. Hari ini untuk mengenang salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Prancis.

Melansir laman National Today, peringatan tersebut dilaksanakan untuk menghormati penyerbuan Bastille, sebuah peristiwa yang menjadi simbol lahirnya demokrasi perwakilan di Prancis. Bastille merupakan sebuah benteng sekaligus penjara abad pertengahan yang terletak di Paris.

Pada akhir abad ke-18, bangunan ini menjadi simbol pemerintahan monarki Bourbon Prancis yang dianggap menindas rakyat.

Menjelang tahun 1789, Prancis dilanda kegagalan panen, kelangkaan pangan, stagnasi ekonomi, dan gejolak politik yang semakin memperburuk kondisi negara. Saat itu belum ada konsep kewarganegaraan nasional, seluruh penduduk berstatus sebagai rakyat Raja Louis XVI.

Sang raja menanggung utang negara yang sangat besar dan membebankan pajak tinggi kepada masyarakat untuk melunasinya. Di sisi lain, Ratu Marie Antoinette dituduh hidup bermewah-mewahan dan terlibat berbagai skandal.

Untuk meredakan krisis, Raja Louis XVI menyetujui pembentukan Estates General, sebuah majelis nasional yang pada praktiknya tidak memiliki kekuasaan nyata. Namun, raja juga mengerahkan pasukan militer ke Paris, yang dianggap sebagai upaya untuk menekan majelis dan mempertahankan kekuasaannya.

Akibatnya, pada 14 Juli 1789, pasukan revolusioner menyerbu Bastille. Peristiwa bersejarah ini menjadi titik balik yang menandai dimulainya Revolusi Prancis.

Hari Bastille kemudian diperingati sebagai simbol Revolusi Prancis, perjuangan rakyat melawan absolutisme, serta lahirnya nilai-nilai kebebasan, persamaan, dan persaudaraan. Pada 1880, politikus Benjamin Raspail mengusulkan agar 14 Juli ditetapkan sebagai hari libur nasional. Usulan tersebut kemudian disahkan menjadi undang-undang pada 6 Juli 1880, dan delapan hari kemudian Hari Bastille untuk pertama kalinya dirayakan sebagai hari libur nasional.

3. Hari Kesadaran Hiu

Tanggal 14 Juli diperingati sebagai Hari Kesadaran Hiu di Amerika Serikat. Hari peringatan ini untuk merayakan keragaman spesies hiu serta pentingnya peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Melansir laman National Today, peringatan Hari Kesadaran Hiu ini juga bertujuan mengubah pandangan keliru yang menganggap hiu semata-mata sebagai predator berbahaya, serta mengajak masyarakat mempelajari peran penting mereka dan mendukung upaya pelestariannya. Melalui Hari Kesadaran Hiu, masyarakat didorong untuk meningkatkan kesadaran, meluruskan berbagai mitos, serta membantu melindungi satwa laut yang luar biasa ini demi generasi mendatang.

Hiu merupakan kelompok hewan yang telah ada sejak zaman prasejarah sehingga sering dijuluki sebagai "fosil hidup" (living fossil). Bahkan, hiu telah menghuni Bumi jauh sebelum pohon dan dinosaurus muncul. Dinosaurus mulai hidup sekitar 230 juta tahun lalu, sedangkan hiu diperkirakan telah ada selama lebih dari 420 juta tahun. Selama rentang waktu tersebut, hiu berhasil bertahan melewati lima peristiwa kepunahan massal di Bumi.

Hiu termasuk dalam kelompok ikan bertulang rawan (cartilaginous fish) karena sebagian besar kerangkanya tersusun dari tulang rawan, kecuali giginya yang keras, tajam, dan kuat untuk menangkap serta merobek mangsa. Bentuk tubuhnya yang ramping dan hidrodinamis membuat hiu mampu berenang dengan lincah. Sebagian besar spesies hiu juga memiliki lima hingga enam celah insang di sisi tubuh serta sirip dada yang tidak menyatu dengan kepala.

Dalam beberapa dekade terakhir, populasi hiu mengalami penurunan drastis akibat berbagai aktivitas manusia. Hiu diburu di berbagai belahan dunia untuk diambil kulit, daging, dan siripnya.

Penangkapan berlebihan (overfishing) ini mendorong banyak organisasi konservasi untuk mengampanyekan pelarangan perdagangan produk hiu. Namun, masih ada sebagian perusahaan perikanan yang mengabaikan peraturan dan terus menangkap hiu demi keuntungan ekonomi.

Selain itu, citra hiu sebagai hewan yang menakutkan dan mematikan turut menyebabkan pembunuhan hiu yang sebenarnya tidak perlu. Berdasarkan berbagai penelitian, populasi hiu global diperkirakan telah menurun sekitar 71% sejak 1970.

Penurunan populasi hiu menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Sebagai predator puncak, hiu berperan mengendalikan populasi berbagai hewan laut.

Misalnya, hiu memangsa penyu laut, sementara penyu memakan padang lamun (seagrass) yang berfungsi menyimpan karbon dalam jumlah besar. Jika jumlah hiu terus berkurang, populasi penyu dapat meningkat secara berlebihan sehingga mengancam keberadaan padang lamun dan mengurangi kemampuan ekosistem laut dalam menyimpan karbon. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kehidupan laut, tetapi juga oleh lingkungan secara keseluruhan.


4. Hari Pandemonium

Hari Pandemonium (Pandemonium Day) diperingati setiap 14 Juli sebagai ajakan untuk merangkul kekacauan kecil yang kerap mewarnai kehidupan sehari-hari. Alih-alih menolak hal-hal yang tidak terduga, peringatan ini mengajak kita mengubah sudut pandang dan menemukan kegembiraan di balik situasi yang kacau, spontan, dan di luar rencana.

Hari ini juga menjadi momen untuk mencoba hal-hal baru, keluar dari rutinitas, serta menikmati kebebasan sesekali melepaskan diri dari jadwal yang terlalu ketat.

Melansir laman National Today, kata "pandemonium" pertama kali muncul pada abad ke-17 dalam puisi epik Paradise Lost karya John Milton. Puisi tersebut mengisahkan kembali cerita Alkitab tentang Adam dan Hawa serta godaan Iblis.

Istilah pandemonium merupakan gabungan dari kata Yunani pan, yang berarti "semua", dan kata Latin daemonium, yang berarti "iblis" atau "setan". Dalam Paradise Lost, Pandemonium adalah ibu kota Neraka, tempat berkumpulnya seluruh iblis.

Seiring berjalannya waktu, makna kata tersebut mengalami perubahan. Kini, pandemonium lebih sering digunakan untuk menggambarkan suasana yang kacau, riuh, tidak teratur, atau penuh hal-hal yang tidak terduga, tanpa lagi memiliki konotasi religius yang kuat.

Hari Pandemonium lahir dari gagasan bahwa hidup tidak harus selalu berjalan sesuai rencana. Jika rutinitas terasa monoton, terlalu terjadwal, dan membosankan, hari ini menjadi kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Mungkin setiap orang pernah berpikir, "Ada sesuatu yang ingin sekali saya lakukan, tetapi rasanya terlalu gila atau nekat". Semangat Hari Pandemonium adalah mendorong kita untuk sesekali berani mencoba hal tersebut.

Karena itu, banyak orang merayakannya dengan meninggalkan jadwal sejenak, membatalkan rencana yang tidak mendesak, mencoba pengalaman baru, atau melakukan aktivitas spontan yang menyenangkan. Tujuannya bukan menciptakan kekacauan, melainkan menikmati kebebasan untuk keluar dari pola hidup yang terlalu kaku.

Meski demikian, semangat Hari Pandemonium bukan berarti membenarkan tindakan yang merugikan orang lain. Kebebasan berekspresi tetap harus menghormati batasan, norma, dan hak orang lain. Inti peringatannya adalah merayakan keunikan diri sendiri dan tidak membiarkan orang lain sepenuhnya menentukan bagaimana kita menjalani hidup, selama tindakan tersebut tetap bertanggung jawab dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi sesama.

Demikian daftar hari penting 14 Juli yang diperingati setiap tahunnya beserta penjelasannya.



Simak Video "Video K-Talk: Potret Resistensi Perempuan dalam Kehidupan Haenyeo di Jeju"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork