Renungan Harian Katolik Kamis 9 Juli 2026: Memberi Tanpa Pamrih

Renungan Harian Katolik Kamis 9 Juli 2026: Memberi Tanpa Pamrih

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 09 Jul 2026 06:30 WIB
Doa Rosario Katolik dan Alkitab
Ilustrasi renungan harian (Foto: pompi/Pixabay)
Makassar -

Renungan Harian Katolik Kamis, 9 Juli 2026, mengajak umat beriman untuk merenungkan makna memberi dengan hati yang tulus tanpa mengharapkan balasan. Melalui sabda Tuhan hari ini, setiap orang diajak meneladani kasih Allah yang senantiasa melimpah dan mengasihi tanpa syarat.

Renungan hari ini pun menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali motivasi di balik setiap kebaikan yang dilakukan. Ketika seseorang mampu berbagi waktu, perhatian, tenaga, maupun rezeki tanpa pamrih, di situlah kasih Kristus nyata hadir dalam kehidupan.

Nah, bagi detikers yang ingin membaca renungan harian Katolik Kamis, 9 Juli 2026, di bawah ini detikSulsel telah menyajikan renungannya lengkap dengan bacaan liturgi hari ini hingga doa. Yuk, cek selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Harian Katolik Hari Ini 9 Juli 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Hos 11:1b.3-4.8c-9

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

ADVERTISEMENT

Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2ac.3b.15-16

di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.

batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Mereka telah membakarnya dengan api dan menebangnya; biarlah mereka hilang lenyap oleh hardik wajah-Mu!

Bacaan Injil: Mat 10:7-15

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

Renungan Hari Ini 9 Juli 2026: Memberi Tanpa Pamrih

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang yang sakit kulit; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-сита, berikanlah pula dengan cuma-сumа. (Mat. 10:8)

Tuhan Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan mengutus mereka.
Sebelumnya Ia memberi mereka bekal, berupa kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang dari segala penyakit dan kelemahan. Bekal ini bukan sekadar kuasa, melainkan jaminan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Tuhan Yesus mengutus mereka kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel, yaitu umat yang tersesat karena kelalaian atau kesalahan para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka yang seharusnya menggembalakan umat justru gagal, sehingga Tuhan Yesus sendiri harus turun tangan dengan mengutus murid-murid-Nya.

Tugas mereka jelas: memberitakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Allah menghendaki semua umat beroleh keselamatan melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.

Pesan Yesus tegas: "Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang yang sakit kulit; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah pula dengan cuma-cuma."

Perutusan ini menuntut sikap tanpa pamrih, sebab mereka sudah menerima anugerah terlebih dahulu.

Saya teringat kisah panggilan seorang pastur dalam persiapan buku 25 tahun imamatnya. Dalam suatu wawancara, ia mengatakan bahwa panggilan yang paling ia rasakan adalah melayani umat yang berduka, seperti memberikan Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Perminyakan, Misa Requiem, maupun Ibadat Pemakaman.

Di masa Covid, ketika banyak orang yang enggan melayani karena takut tertular, ia tetap hadir. Bahkan pernah melayani hingga pukul 02.00 dini hari.

Anehnya, pastur ini senantiasa dilindungi Tuhan. Dia tidak pernah tertular meski sering mendampingi umat yang sakit atau meninggal karena Covid. Pelayanan itu ia lakukan tanpa pamrih, dan Tuhan memeliharanya.

Kisah ini menjadi cermin bagi kita: maukah kita melaksanakan panggilan baptisan untuk mencari dan membawa kembali mereka yang hilang dengan ikhlas? Dalam keluarga, komunitas, maupun Gereja; kita diajak memberi dengan cuma-cuma, tanpa pamrih, sebab kita pun telah menerima kasih Allah secara cuma-cuma.

Dengan demikian, kita sungguh menjadi murid Kristus yang hadir membawa terang bagi dunia, membawa harapan baru bagi mereka yang tersesat ataupun terluka.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Johanna Kemal

Doa Penutup

Ya Tuhan, kami semua telah Kau panggil dalam perutusan setelah kami dibaptis.

Biarlah kami mau melakukannya dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Melayani tanpa maksud terselubung. Melayani dengan ikhlas untuk kemuliaan-Mu. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Kamis, 9 Juli 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Tuhan memberkati!



(alk/alk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads