- Materi MPLS 2026 1. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) 2. Pagi Ceria 3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial 4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S) 5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) 6. Gerakan Rukun Sama Teman 7. Materi Pilihan
- Download PPT Materi Utama MPLS 2026
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan yang diikuti oleh peserta didik baru pada awal tahun ajaran. Kegiatan ini bertujuan membantu siswa mengenal lingkungan sekolah sekaligus mempersiapkan diri sebelum memulai proses belajar.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik akan mengikuti berbagai materi yang disusun untuk membantu proses adaptasi di lingkungan sekolah. Materi tersebut mengacu pada pedoman yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS.
Untuk memudahkan, berikut rangkuman materi MPLS 2026 yang umumnya diberikan kepada peserta didik baru untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Materi MPLS 2026
Berdasarkan pedoman tersebut, materi MPLS terbagi menjadi dua kategori, yakni materi utama dan materi pilihan. Materi utama wajib dilaksanakan oleh setiap sekolah, sedangkan materi pilihan dapat disesuaikan dengan ciri khas, kebutuhan, serta kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Materi utama MPLS 2026 mencakup Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Sopan dan Santun Bermedia Sosial, serta Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S). Seluruh materi utama ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang ramah di sekolah.
Sementara itu, materi pilihan dapat memuat berbagai nilai, tradisi, maupun program unggulan yang dimiliki satuan pendidikan. Berikut penjelasan lengkap materi MPLS 2026 yang mengacu pada Rujukan Kegiatan MPLS 2026 yang diterbitkan oleh Kemendikdasmen RI:
1. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH)
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bertujuan membentuk karakter dan kedisiplinan peserta didik melalui kebiasaan positif yang dilakukan setiap hari. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi:
- Bangun pagi, untuk melatih kedisiplinan dan kesiapan murid memulai hari.
- Beribadah, guna memenuhi kebutuhan spiritual murid sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
- Berolahraga, agar tubuh setiap peserta didik tetap sehat dan bugar.
- Makan sehat dan bergizi, untuk mendukung pertumbuhan fisik serta perkembangan otak peserta didik.
- Gemar belajar, sehingga rasa ingin tahu dan semangat belajar terus berkembang.
- Bermasyarakat, guna mengembangkan keaktifan bersosialisasi dan kepedulian murid terhadap lingkungan sekitar.
- Tidur cepat, agar tubuh memperoleh waktu istirahat yang cukup.
2. Pagi Ceria
Pagi ceria merupakan kegiatan pembuka sebelum proses pembelajaran dimulai. Program ini meliputi senam pagi (Senam Anak Indonesia Hebat), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan berdoa bersama sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang positif.
3. Sopan dan Santun Bermedia Sosial
Materi ini mengajarkan peserta didik untuk menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan beretika. Selain membiasakan penggunaan bahasa yang santun, siswa juga diajak meningkatkan literasi digital, melindungi data pribadi, serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun perundungan di ruang digital.
4. Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)
Budaya 5S bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, nyaman, dan saling menghargai. Nilai-nilai yang diterapkan meliputi:
- Senyum, untuk menciptakan suasana yang hangat, nyaman, dan menyenangkan.
- Sapa, agar hubungan antarsesama menjadi lebih akrab.
- Salam, sebagai bentuk penghormatan saat memulai maupun mengakhiri interaksi.
- Sopan dan santun, melalui sikap serta tutur kata yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
5. Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)
Gerakan Indonesia ASRI bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Program ini mencakup empat aspek utama, yaitu:
- Aman, melalui perlindungan fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan keamanan digital.
- Sehat, dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten melalui:
- Pembiasaan mencuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun;
- Pembiasaan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi di lingkungan sekolah;
- Penggunaan jamban yang bersih dan sehat;
- Pelaksanaan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur dan terukur;
- Pencegahan dan pengendalian penyakit, misalnya pemberantasan jentik nyamuk;
- Penerapan dan penegakan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah; dan
- Pemantauan kesehatan secara berkala, misalnya penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.
- Resik, melalui pengelolaan kebersihan dan sampah secara tertib dan berkelanjutan yang meliputi:
- Kegiatan piket kelas;
- Kerja bakti secara berkala;
- Membuang sampah pada tempatnya;
- Penyediaan dan pemanfaatan tempat sampah terpilah; dan
- Penerapan prinsip mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle).
- Indah, dengan menjaga kerapian lingkungan sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah melalui kegiatan:
- Menata taman dan pepohonan secara terencana serta pemanfaatan ruang terbuka hijau;
- Menata ruang kelas, halaman, dan fasilitas umum sekolah dengan rapi;
- Menumbuhkan budaya antre, tertib, dan tidak merusak fasilitas sekolah; dan
- Melakukan edukasi tentang keindahan, kebersihan, dan keberlanjutan bagi seluruh warga sekolah.
6. Gerakan Rukun Sama Teman
Gerakan Rukun Sama Teman (GRST) merupakan pembiasaan positif untuk membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai antarpeserta didik. Melalui gerakan ini, siswa diharapkan mampu:
- Memberikan dukungan psikologis awal kepada teman sebaya;
- Menumbuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan positif;
- Meningkatkan kesadaran dan kepedulian murid terhadap kesehatan mental;
- Menanamkan nilai keadilan, kesetaraan gender, dan inklusivitas dalam kehidupan sehari-hari di sekolah; dan
- Membangun budaya pertemanan yang rukun, aman, dan saling menghargai sebagai upaya pencegahan perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.
7. Materi Pilihan
Selain materi utama, sekolah juga dapat menyampaikan materi pilihan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing. Materi tersebut dapat berupa:
- Ciri khas sekolah, seperti nilai, tradisi, maupun keunggulan sekolah.
- Materi pendukung lainnya, misalnya edukasi tentang narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), antikorupsi, pendidikan lingkungan, atau materi lain yang relevan dengan kebutuhan sekolah.
Download PPT Materi Utama MPLS 2026
Kemendikdasmen RI juga menyiapkan materi utama MPLS 2026 dalam format PPT yang dapat diunduh melalui tautan berikut:
Link Download PPT Materi Utama MPLS 2026 Resmi
Demikianlah informasi mengenai materi MPLS 2026 untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB. Semoga membantu!
(alk/alk)
