Pria di Toraja Utara Tewas Terinfeksi Rabies Usai Digigit Anjing Peliharaan

Ricdwan Abbas - detikSulsel
Minggu, 05 Jul 2026 20:08 WIB
Isak Semi meninggal akibat rabies setelah digigit anjing peliharaannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/dimid_86
Toraja Utara -

Pria bernama Isak Semi (33) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dunia akibat terinfeksi rabies. Korban sempat digigit anjing liar yang dipelihara namun tidak segera berobat.

Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara pada Sabtu (4/7/2026). Dari hasil pemeriksaan laboratorium rumah sakit, korban dinyatakan positif rabies.

"Dia terinfeksi rabies karena digigit anjing peliharaannya," ujar Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara, Remen Taula'bi kepada detikSulsel, Minggu (5/7/2026).

Remen mengatakan korban memelihara anak anjing yang dipungut di jalanan pada April lalu. Saat diberi makan, anjing itu menggigit korban.

"Dia digigit anjing pada bulan April. Anjing yang gigit dia ini ditemukan di jalan. Dia kasih makan ini anjing dan anjing ini menggigit korban. Setelah menggigit korban, anjing ini mati," jelasnya.

Setelah digigit anjing, korban tidak melakukan pemeriksaan kesehatan. Dua pekan berselang, istri korban mengetahui hal tersebut dan meminta suaminya segera ke rumah sakit.

"(Korban) Dianjurkanlah ke rumah sakit tapi tidak pergi. Nanti tanggal 3 Juli baru ke puskesmas. Jadi tidak ada info ke puskesmas bahwa ada gigitan sebelumnya," kata Remen.

Namun kondisi kesehatan korban tidak menunjukkan perubahan. Pihak keluarga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Elim hingga terungkap bahwa korban terinfeksi rabies dan meninggal.

"Pada hari itu juga dibawa ke Elim dan keadaan semakin memburuk. Dan disitulah baru diketahui kalau dia rabies. Gejalanya gelisah, sudah tidak bisa menelan, tidak bisa minum air," jelasnya.

Menyikapi kasus tersebut, Remen akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk tindakan pencegahan. Warga juga diminta segera melakukan pemeriksaan di puskesmas, klinik atau rumah sakit apabila mendapat gigitan binatang pembawa virus rabies.

"Bilamana terkena gigitan binatang yang berpotensi rabies langsung bilas pakai air mengalir dan pakai sabun, kalau perlu disikat. Setelah itu ke puskesmas untuk mendapatkan vaksin anti rabies dan kepala penggigit hewan dipotong lalu dibawa ke dinas peternakan," pungkas Remen.



Simak Video "Video Heboh Anggota DPRD Toraja Utara Kepergok di Tambang Emas Ilegal "

(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork