Sebanyak 5 orang di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel) digigit anjing liar dalam sehari. Masyarakat yang resah kemudian memilih langsung membunuh anjing liar tersebut.
"Iya, ada 5 orang yang diserang anjing liar," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Enrekang Sabir kepada detikSulsel, Senin (11/5/2026).
Serangan anjing liar terjadi di Kelurahan Malua, Kecamatan Malua, Kamis (7/5) lalu. Anjing yang menggigit 5 warga merupakan anjing yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padi hari yang sama (Kamis) itu 5 warga digigit anjing liar yang sama," bebernya.
Korban langsung dibawa ke Puskesmas Malua. Mereka mendapatkan perawatan medis sesuai prosedur penanganan gigitan anjing.
"Yang korban ada 3 dewasa dan 2 anak-anak," ucap Sabir.
Para korban gigitan anjing ditangani dengan cara dicuci di bagian luka hingga diberikan vaksin anti rabies serta obat. Upaya ini untuk mengantisipasi anjing yang menggigit terkontaminasi rabies.
"Penanganan korban dilakukan untuk antisipasi rabies. Jadi luka dicuci kemudian diberikan vaksin anti rabies dosis awal dan terapi obat," paparnya.
Adapun untuk anjing yang menggigit warga telah dibunuh dan dibuang ke sungai. Petugas tidak bisa mengirim sampel untuk diteliti apakah anjing terkena rabies atau tidak.
"Anjingnya sudah dibunuh warga dan dibuang ke sungai jadi tidak kita temukan untuk bahan sampel," terangnya.
Sabir memastikan para korban sudah dibolehkan pulang dan dirawat jalan. Namun semuanya tetap diawasi perkembangannya sebab gejala rabies baru akan mulai muncul setelah 2 minggu.
"Gejala baru akan muncul setelah 2 minggu gigitan sehingga kami mengawasi para korban dan semoga baik-baik sampai seterusnya," jelas Sabir.
(sar/ata)











































