Renungan Harian Katolik Rabu 24 Juni 2026: Dipanggil untuk Menjadi Anak Terang

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 24 Jun 2026 08:00 WIB
Renungan harian Katolik (Foto: Pixabay)
Makassar -

Renungan Harian Katolik menjadi sarana bagi umat beriman untuk merenungkan sabda Tuhan dan menemukan tuntunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui permenungan yang mendalam, kita diajak semakin memahami kehendak Allah dan menghidupi nilai-nilai Injil dalam setiap tindakan.

Pada Rabu, 24 Juni 2026, Renungan Harian Katolik mengangkat tema "Dipanggil untuk Menjadi Anak Terang". Tema ini mengajak kita untuk belajar memandang sesama dengan kasih, bukan dengan sikap menghakimi yang tergesa-gesa dan penuh prasangka.

Berikut Renungan Harian Katolik Rabu, 24 Juni 2026 lengkap dengan bacaan liturgi yang dapat digunakan sebagai bahan refleksi mengawali minggu ini.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Juni 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Yes 49:1-6

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.

Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.

Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."

Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya?maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku?,firman-Nya:

"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.13-14ab,14c-15

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;

Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;

Bacaan II: Kis 13:22-26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.

Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil: Luk 1:57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.

Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."

Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.

Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Renungan Hari Ini: Dipanggil untuk Menjadi Anak Terang

TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan; Ia menyebut namaku sejak dari rahim ibuku. (Yes. 49:1b)

Pada Hari Raya Kelahiran St. Yohanes Pembaptis ini, kita sama-sama menyelami bagaimana Tuhan telah memanggilnya sejak sebelum ia dilahirkan. Bahkan, Tuhan telah memberi nama Yohanes, yang berarti 'Allah yang berbelas kasih', untuk menegaskan bahwa Allah tidak melupakan umat-Nya.

Sebab, Dia memanggil Yohanes untuk menjadi pembuka jalan bagi Yesus, Anak-Nya yang terkasih. Sesungguhnya, Tuhan juga memanggil setiap dari kita sejak masih dalam kandungan ibunda.

Dalam Kitab Yesaya, sosok yang disebut hamba Tuhan berseru, "TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan; ia menyebut namaku sejak dari rahim ibuku" (Yes. 49:1b). Namun, inilah bagian sulitnya. Tidak bisa dipungkiri, tidak semua dari kita dapat segera mengenal dan memahami panggilan Tuhan.

Kala merefleksikan perjalanan hidup sendiri, terlihatlah sosok diri saya yang mengejar karier di usia 20-an, menjadi workaholic di usia 30-an demi mengejar materi, serta berusaha mewujudkan gambaran orang berbahagia di awal usia 40-an.

Apakah saya berhasil dengan rancangan ideal itu? Dengan cara-Nya yang ajaib, Tuhan menunjukkan bahwa semua rencana saya itu bukanlah rencana-Nya. Apa yang saya pikir menjadi panggilan saya selama hidup di dunia ini, ternyata bukanlah panggilan yang berasal dari-Nya, tapi hanya bersumber dari pemahaman saya sendiri.

Saya akhirnya menyadari bahwa panggilan Tuhan bukanlah untuk mencapai kemegahan dunia bagi diri sendiri. "Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya karya keselamatan-Ku sampai ke ujung bumi." (Yes. 49:6b).

Sejak semula, Tuhan memanggil kita untuk menyampaikan kasih kebaikan Tuhan dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib pada semua orang. Bukan untuk memperlihatkan kuat dan hebatnya kita.

Menurut Santo Paulus, kita haruslah hidup sebagai anak-anak terang, sehingga segala hal yang kita lakukan berbuah kebaikan, keadilan, dan kebenaran.

Sudahkah kita benar-benar mendengar panggilan Tuhan dan melakukan segala hal dengan penuh sukacita untuk Tuhan, serta mengandalkan Allah sebagai sumber kekuatan kita?

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Irene J. Meiske Widi

Doa Penutup

Allah Yang Maha Rahim dan penuh belas kasih, kami bersyukur atas rancangan indah yang telah Engkau berikan, bahkan sebelum kami dilahirkan. Bantulah kami agar dapat hidup sesuai panggilan-Mu. Kiranya Engkau selalu menyertai kami dan memberikan kami segala rahmat yang kami perlukan, agar segala yang kami lakukan dapat berbuah dan menjadi persembahan terbaik bagi kemuliaan nama-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan juru selamat kami. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Rabu, 24 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga Tuhan memberkati!



Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork