Rumah Rusak Lagi Imbas Gempa, Warga Sigi Curhat Tak Dapat Bantuan Sejak 2018

Rumah Rusak Lagi Imbas Gempa, Warga Sigi Curhat Tak Dapat Bantuan Sejak 2018

Rangga Musabar - detikSulsel
Sabtu, 20 Jun 2026 10:45 WIB
Rumah warga di Sigi rusak imbas gempa.
Rumah warga di Sigi rusak imbas gempa. Foto: (Rangga Musabar/detikcom)
Sigi -

Sejumlah warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), harus kembali mengungsi karena rumahnya rusak lagi imbas gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,7 di Palu, setelah sebelumnya terjadi 2018 silam. Warga yang rumahnya rusak pun mengaku belum pernah mendapat bantuan rehabilitasi sejak gempa dahsyat delapan tahun lalu.

"Waktu gempa 2018 lalu, rumah juga rusak, ada retak dan terbelah, tapi tidak separah sekarang," kata warga bernama Lindo saat ditemui detikcom di pengungsian, Desa Kamarora B, Kabupaten Sigi, Jumat (19/6/2026).

Lindo menuturkan, pascagempa 2018 lalu, dirinya sudah beberapa kali didata oleh aparat desa maupun petugas terkait. Namun, bantuan rehabilitasi rumah tidak pernah diterima.

"Tidak ada sama sekali bantuan rumah. Kami sudah dimintakan KTP dan KK," terangnya.

Lindo mengaku tidak mengetahui penyebab dirinya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan saat itu. Sehingga, dirinya akhirnya melakukan rehabilitasi rumahnya secara mandiri.

Ia berharap, dampak bencana gempa tahun ini dirinya bisa menerima bantuan. Terlebih, rumahnya kembali mengalami kerusakan cukup parah dan sudah tidak layak huni.

"Kami ini orang tidak tahu apa-apa. Tidak tahu (tidak paham) bantuan-bantuan seperti itu. Semoga dapat tahun ini bantuannya," paparnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Afrina. Dia mengaku rumahnya juga mengalami kerusakan akibat gempa 2018, namun hingga kini belum pernah menerima bantuan rehabilitasi.

"Waktu 2018 ada bagian rumah rusak pada bagian dapur, tapi memang tidak ada kita dapat bantuan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Afrina mengatakan gempa yang kembali terjadi tahun ini membuat kondisi rumahnya rusak parah. Dia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada warga yang belum pernah menerima bantuan sejak bencana sebelumnya.

"Ini sudah dua kali gempa dan tidak pernah dapat bantuan. Untuk sekarang juga belum tahu bagaimana nanti. Syukur ada yang datang melihat dan meliput supaya kondisi kami diketahui," ujarnya.

Selain bantuan perbaikan rumah, Afrina mengaku warga masih membutuhkan bantuan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian.

"Kami butuh tenda. Kalau hujan tempat pengungsian becek, terpaksa tidur di tempat yang basah," katanya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, warga lainnya, Juanda, mengatakan bantuan yang diterima warga sejauh ini berupa tenda darurat. Namun jumlahnya dinilai masih belum mencukupi kebutuhan para korban gempa.

"Tadi ada bantuan tenda dan sudah kami pasang. Tapi kami masih sangat membutuhkan tenda tambahan karena masih banyak barang yang berhasil diselamatkan dari rumah rusak dan tidak ada tempat menyimpannya," kata Juanda.

Diketahui, gempa bumi mengguncang Kabupaten Sigi dan Palu pada Selasa (16/9). Data kaji cepat BPBD Sigi hingga Kamis (19/6) mencatat sedikitnya 3.141 jiwa terdampak dan 676 rumah mengalami kerusakan.



(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads