Unhas Bantah Isu DO-Skorsing Mahasiswa gegara Kritik MBG: Hoaks

Unhas Bantah Isu DO-Skorsing Mahasiswa gegara Kritik MBG: Hoaks

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Senin, 15 Jun 2026 10:40 WIB
Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Foto: (detikcom)
Makassar -

Universitas Hasanuddin (Unhas) menanggapi isu terkait sanksi drop out (DO) dan ancaman skorsing terhadap mahasiswa yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Unhas memastikan isu tersebut tidak benar alias hoaks.

Kabid Humas Unhas Ishaq Rahman mengatakan disinformasi dan hoaks ini beredar di berbagai akun sosial media. Dalam pantauannya, beberapa akun homeless media terlihat aktif melakukan sirkulasi informasi hoaks ini.

"Kemunculan isu hoax berawal dari aksi unjuk rasa mahasiswa Unhas di Rektorat, pada Kamis, 11 Juni 2026. Aksi tersebut berlangsung damai, meskipun diselingi tindakan kecil yang masih dapat ditoleransi berupa rusaknya fasilitas kampus," ujar Ishaq dalam keterangannya, dikutip Senin (15/6/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ishaq menyebut saat aksi tersebut pihak kampus telah menerima mahasiswa dan memberikan penjelasan atas sejumlah kritik dan pertanyaan publik. Namun setelah aksi selesai, muncullah isu bahwa 28 mahasiswa Unhas diberi sanksi DO dan sebagian disanksi skorsing.

"Ada pihak-pihak yang memutarbalik fakta, dan membangun narasi baru melalui proses information spinning, di mana fakta-fakta yang tidak berkaitan dibuat seolah berhubungan. Secara faktual, tidak ada sanksi drop out atau skorsing terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan MBG," tegas Ishaq.

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan Unhas bukan institusi yang anti-kritik. Keterlibatan Unhas dalam program prioritas ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perguruan tinggi, berdasarkan paradigma Kampus Berdampak, dan juga atas dasar pertimbangan akademik dan rasional.

"Berbagai riset kesehatan di dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa pendekatan intervensi gizi jauh lebih berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dibandingkan investasi pada infrastruktur pendidikan," ucapnya.

Ishaq menjelaskan, keterlibatan Unhas dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diikuti dengan pendekatan baru. Langkah ini merupakan kebijakan resmi, terbuka, dan dapat dikritisi.

"Kami berharap, kritik yang membangun akan membuka ruang bagi perbaikan berkelanjutan," imbuhnya.

Mencermati perkembangan narasi di sosial media itu, pihaknya menghimbau pihak-pihak yang sengaja menyebarkan hoaks dan fitnah terkait sanksi drop out bagi mahasiswa yang mengkritisi MBG agar segera menghentikan tindakannya.

"Hoaks dan fitnah ini berpotensi merugikan reputasi Unhas secara institusi, yang berdampak pada ribuan sivitas akademika dan entitas terkait lainnya," pungkasnya.



(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads