Renungan harian Katolik menjadi sarana bagi umat beriman untuk semakin mendalami Sabda Tuhan dan menemukan makna rohani dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi iman, umat diajak untuk melihat karya Allah yang hadir dalam setiap peristiwa, termasuk melalui hal-hal sederhana yang sering kali luput dari perhatian.
Pada Sabtu, 6 Juni 2026, bacaan Injil mengisahkan tentang seorang janda miskin yang mempersembahkan dua keping uang receh ke dalam peti persembahan di Bait Allah. Meski nilainya sangat kecil di mata manusia, Yesus justru memuji persembahan tersebut karena diberikan dengan ketulusan dan pengorbanan yang besar.
Melalui renungan hari ini, umat diajak untuk merenungkan makna memberi dengan hati yang tulus. Tuhan tidak melihat besar kecilnya pemberian, melainkan kasih, iman, dan ketulusan yang menyertainya.
Nah, berikut bacaan liturgi, teks Mazmur Tanggapan, dan renungan Harian Katolik Sabtu, 6 Juni 2026. Yuk, cek!
Renungan Harian Katolik Hari Ini 6 Juni 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: 2 Tim 4:1-8
Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.
Mazmur Tanggapan: Mzm 71:8-9.14-15ab.16-17.22
Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu, dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.
Janganlah membuang aku pada masa tuaku, janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis.
Tetapi aku senantiasa mau berharap dan menambah puji-pujian kepada-Mu;
mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.
Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;
Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel.
Bacaan Injil: Mrk 12:38-44
Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
Renungan Hari Ini: Persembahan Receh
"Mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya." (Mrk. 12:44)
Seorang partner kerjaku bertanya berapakah jumlah persembahan yang aku berikan kepada agamaku dalam setahun. Aku mencoba mengingat-ingat sambil menghitungnya.
Dia bertanya mengapa lama sekali untuk menjawabnya. Aku menjelaskan bahwa aku tidak memberikan persembahan satu atau dua kali dalam setahun melainkan rutin setiap minggu dalam bentuk kolekte dan sumbangan lainnya.
Dia lalu minta angka estimasi saja. Aku melanjutkan menghitung lagi. Dia tidak sabar dan berkata, "Jangan-jangan kamu kasih sumbangan receh, makanya lama menghitungnya.
Kalau sumbanganmu besar pastilah kamu ingat jumlahnya, hahahahaha!" Dia menunjukkan bukti transfer sumbangannya ke yayasan agamanya. Satu jumlah sumbangan yang besar.
Tuhan Yesus secara khusus mengajar murid-murid-Nya tentang persembahan (Mrk. 12:41-44). Yesus menampilkan tiga perbandingan sekaligus dalam pengajarannya ini, yaitu kontras antara banyak orang dengan satu orang; antara orang kaya dengan janda yang miskin; dan antara jumlah yang besar dengan receh terkecil.
Kesimpulan yang Yesus sampaikan juga dalam bentuk kontras, yaitu antara memberi dari kelimpahan dengan memberi dari kekurangan. Yesus mengajarkan bahwa persembahan semua orang, termasuk di dalamnya persembahan banyak dari orang kaya itu, masih lebih sedikit dibandingkan dengan persembahan satu orang janda yang miskin.
Sang janda miskin memberi dari kekurangannya; semua yang dimilikinya, yaitu seluruh nafkahnya. Ada ketulusan dan totalitas ketika sang janda yang miskin memberikan persembahannya dan hal inilah yang berkenan kepada Tuhan.
Kata-kata partnerku di atas menyentak dan menjadi buah ingatanku. Bukan karena kesan dia meremehkan sumbanganku atau jumlah sumbangannya yang besar.
Ada makna lain yang hadir yaitu ketulusan dan totalitas suatu persembahan. Tuhan Yesus mengajarkannya dengan luar biasa kepada murid-murid-Nya dan kita saat ini.
Apakah kita merasa bangga ketika mampu memberikan sumbangan dalam jumlah yang besar? Atau apakah saat kekurangan kita putuskan untuk tidak menghaturkan persembahan kepada Tuhan?
Marilah kita belajar dari sikap hidup sang janda miskin yang Tuhan Yesus jadikan teladan ketulusan dan totalitas dalam memberi persembahan. Karena inilah persembahan yang berkenan kepada Tuhan.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Gregorius Junus
Doa Penutup
Allah Bapa Yang Maha Pengasih, sumber dan tujuan hidup kami. Kami bersyukur dan berterima kasih kepada-Mu, karena Putra-Mu Yesus Kristus telah mengajarkan kepada kami makna sejati tentang persembahan yang berkenan kepada-Mu. Kami mau tulus dan total ketika mempersembahkan yang kami miliki kepada-Mu yaitu waktu, tenaga, pikiran, keahlian, harta, dan segala-galanya yang kami miliki yang berasal dari-Mu. Doa ini kami panjatkan kepada-Mu ya Bapa dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang terkasih. Amin.
Demikian renungan harian Katolik, Sabtu, 6 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Semoga Tuhan selalu melindungi kita ya, detikers!
Simak Video "Video Ketua DPRD Kepri Ditilang: Kendarai Moge Tanpa Helm-Gak Bawa SIM"
(alk/alk)