Tanggal 30 Juli 2026 Memperingati Apa? Ada Hari Ikrar Gerakan Pramuka

Tanggal 30 Juli 2026 Memperingati Apa? Ada Hari Ikrar Gerakan Pramuka

Iswandy Rusli - detikSulsel
Kamis, 30 Jul 2026 07:00 WIB
Kalender Juli 2026
Foto: Gemini AI
Makassar -

Tidak jarang, tanggal-tanggal tertentu memiliki nilai historis atau sosial yang diperingati secara nasional maupun internasional. Lantas tanggal 30 Juli memperingati apa?

Tanggal 30 Juli 2026 jatuh pada hari Kamis. Di hari ini terdapat peringatan Hari Ikrar Gerakan Pramuka di Indonesia. Selain itu, terdapat pula sejumlah hari peringatan skala global, salah satunya yakni Hari Persahabatan Internasional.

Penasaran dengan momen yang diperingati setiap 30 Juli?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar peringatan yang jatuh pada 30 Juli, lengkap dengan ulasannya. Yuk simak!

Hari Ikrar Gerakan Pramuka

Di Indonesia, tanggal 30 Juli diperingati sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka setiap tahun. Melansir laman Pramuka DIY, Hari Ikrar Gerakan Pramuka diperingati untuk mengenang momen ketika seluruh tokoh-tokoh kepanduan Indonesia menyatakan menggabungkan diri dengan organisasi Gerakan Pramuka pada 30 Juli 1961 di Istora Senayan.

ADVERTISEMENT

Berawal di tanggal ini pada 1961, para wakil organisasi kepanduan di Indonesia melakukan pertemuan dan menyatakan diri melebur menjadi satu wadah Gerakan Pramuka di Istora Senayan, Jakarta. Melalui pertemuan tersebut, kemudian terbit Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa gerakan kepanduan di Indonesia telah ada sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya Belanda Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Belanda Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Jakarta.

Kedua organisasi tersebut merupakan cikal bakal kepanduan di Indonesia yang kemudian meleburkan diri menjadi satu pada tahun 1926 menjadi Indosische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung.

Pada 9 Maret 1961 malam, Presiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia di Istana Negara. Ia mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus dipebaharui, metode serta aktivitas pendidikan harus diganti, dan seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut dengan Pramuka.

Kesediaan para pandu di Indonesia melebur menjadi satu wadah ini menjadi simbol wujud pengabdian hakiki sebagai seorang pandu yang sejati.

Hari Persahabatan Internasional

Pada skala global 30 Juli diperingati sebagai Hari Persahabatan Internasional. Hari peringatan ini dicanangkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2011.

Melansir laman PBB Indonesia, hari peringatan ini dicanangkan dengan gagasan bahwa persahabatan antara masyarakat, negara, budaya dan individu dapat menginspirasi upaya perdamaian dan membangun jembatan antar komunitas. Resolusi ini menekankan pada pelibatan kaum muda, sebagai pemimpin masa depan, dalam kegiatan masyarakat yang mencakup budaya yang berbeda dan mempromosikan pemahaman internasional serta penghormatan terhadap keragaman.

Hari Persahabatan Internasional merupakan sebuah inisiatif yang merupakan kelanjutan dari proposal yang dibuat oleh UNESCO yang mendefinisikan Budaya Perdamaian sebagai seperangkat nilai, sikap, dan perilaku yang menolak kekerasan dan berusaha mencegah konflik dengan mengatasi akar penyebabnya dengan tujuan untuk memecahkan masalah. Definisi ini kemudian diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1997.

Untuk memperingati Hari Persahabatan Internasional ini, PBB mendorong seluruh unsur, dari pemerintah, organisasi internasional, hingga kelompok masyarakat sipil untuk mengadakan acara, kegiatan, dan inisiatif yang berkontribusi pada upaya komunitas internasional dalam mempromosikan dialog antar peradaban, solidaritas, saling pengertian, dan rekonsiliasi.

Hari Sedunia Menentang Perdagangan Orang

Majelis Umum PBB juga menteapkan tanggal 30 Juli sebagai Hari Sedunia Menentang Perdagangan Orang. Penetapan ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui resolusi A/RES/68/192.

Perdagangan manusia adalah kejahatan serius dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Tercatat, setiap tahun terdapat ribuan pria, wanita, dan anak-anak jatuh ke tangan para pelaku perdagangan manusia, baik di negara mereka sendiri maupun di luar negeri.

Hampir setiap negara di dunia terpengaruh oleh perdagangan manusia, baik sebagai negara asal, transit, atau tujuan bagi para korban. UNODC sebagai penjaga Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pemberantasan Kejahatan Terorganisasi Transnasional (UNTOC) dan Protokol-protokolnya, membantu Negara-negara dalam upaya mereka menerapkan Protokol guna mencegah, menekan, dan menghukum perdagangan manusia.

Protokol ini mendefinisikan perdagangan manusia sebagai perekrutan, pengangkutan, pemindahan, penampungan, atau penerimaan orang, dengan cara ancaman atau penggunaan kekerasan atau bentuk paksaan lainnya, penculikan, penipuan, pengelabuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, atau pemberian atau penerimaan pembayaran atau manfaat untuk memperoleh persetujuan seseorang yang memiliki kendali atas orang lain, dengan tujuan eksploitasi. Eksploitasi mencakup, paling tidak, eksploitasi prostitusi orang lain atau bentuk eksploitasi seksual lainnya, kerja paksa atau layanan paksa, perbudakan atau praktik yang mirip dengan perbudakan, perhambaan, atau pengambilan organ.

Pada peringatannya tahun ini, PBB mengusung tema Hari Dunia Melawan Perdagangan Manusia 2026 yakni "Trapped Behind The Scam" yang artinya "Terperangkap di Balik Penipuan". Tema ini menggambarkan bentuk perdagangan manusia yang berkembang pesat di mana kelompok kejahatan terorganisir transnasional mengeksploitasi orang untuk melakukan penipuan keuangan skala industri. Para korban diperdagangkan untuk dipaksa melakukan kejahatan dan dipaksa untuk berpartisipasi dalam operasi penipuan daring. Bentuk eksploitasi ini terkait erat dengan kejahatan siber, penipuan keuangan, pencucian uang, dan korupsi, yang menunjukkan sifat kejahatan terorganisir yang semakin saling terkait.

Hari Snorkeling Sedunia

Hari Snorkeling Sedunia diperingati setiap 30 Juli secara global. Hari peringatan ini bertujuan mengajak para petualang dari segala usia untuk menjelajahi keajaiban bawah laut.

Melansir laman National Today, asal-usul snorkel belum diketahui secara pasti, bahkan kemungkinan usianya jauh lebih tua daripada yang diperkirakan. Filsuf Yunani, Aristoteles, pernah menyebutkan penyelam yang menggunakan "alat bantu pernapasan" menyerupai belalai gajah dalam karyanya Parts of Animals.

Bukti sejarah juga menunjukkan bahwa sekitar 5.000 tahun lalu para pencari spons laut di Kreta menggunakan batang alang-alang yang dilubangi sebagai saluran udara untuk menyelam dan mengambil spons alami yang kemudian diperdagangkan. Berabad-abad setelahnya, Leonardo da Vinci bahkan menggambar rancangan alat bantu pernapasan bawah air yang sangat mirip dengan snorkel modern.

Pada 1922, Jacques O'Marchal menjadi orang pertama yang menggunakan tabung pernapasan dan masker renang di Pantai La Croix-Valmer. Ia kemudian memamerkan temuannya pada International Nautical Show tahun 1931.

Barney B Garden mengajukan permohonan paten pertama untuk tabung pernapasan renang pada 9 Desember 1929. Sementara itu, Joseph L Belcher mengajukan paten serupa pada 30 Juli 1932. Meskipun menjadi orang kedua yang melakukannya, tanggal tersebut kemudian dipilih sebagai peringatan Hari Snorkeling Sedunia.

Pada tahun-tahun berikutnya, berbagai paten untuk perangkat sejenis terus bermunculan di berbagai negara.

Istilah "snorkel" sendiri pertama kali digunakan pada November 1950 ketika Honolulu Sporting Goods Co memperkenalkan swim-pipe. Perusahaan tersebut mengajak anak-anak maupun orang dewasa untuk mencoba versi manusia dari snorkel kapal selam dan berenang layaknya ikan. Nama tersebut diduga berasal dari kata dalam bahasa Jerman, schnorchel, yang awalnya merujuk pada saluran udara untuk memasok oksigen ke mesin diesel kapal selam U-boat. Dalam edisi perdana majalah Skin Diver yang terbit pada Desember 1951, seluruh iklan menggunakan istilah "snorkelers" untuk menyebut pengguna tabung pernapasan renang.

Pada Desember 1969, British Standards Institution menerbitkan standar nasional pertama untuk snorkel, yaitu BS 4532 yang berjudul Specification for Snorkels and Face Masks. Standar tersebut menetapkan ukuran maksimum dan minimum snorkel bagi pengguna dewasa maupun anak-anak, mengatur bahan serta desain tabung dan corong, serta mewajibkan setiap produk snorkel dilengkapi label peringatan dan petunjuk penggunaan.



(alk/alk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads