Puasa 1 Muharram merupakan salah satu amalan sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat Islam pada awal tahun Hijriah. Amalan ini memiliki sejumlah keutamaan yang sayang untuk dilewatkan.
Dilansir dari buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah karya Siti Zumratus Sa'adah, salah satu keutamaan puasa 1 Muharram adalah dihapuskan dosa-dosanya oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar RA, yang menyebutkan bahwa Hafshah RA meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah SAW, ia bersabda:
"Barang siapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharam sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi detikers yang ingin mengamalkan puasa 1 Muharram, berikut informasi selengkapnya mengenai bacaan niat, tata cara, dan hukum melaksanakannya. Yuk, disimak!
Niat Puasa 1 Muharram Lengkap Arab-Latin
Melansir buku Meraih Surga dengan Puasa karya H Herdiansyah Achmad Lc, berikut bacaan niat puasa 1 Muharram:
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ±ΩΩΩ Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa 1 Muharram
Tata cara puasa 1 Muharram pada dasarnya tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya maupun puasa wajib. Perbedaannya terletak pada bacaan niat serta waktu pelaksanaannya.
Agar lebih jelas, berikut tata cara puasa 1 Muharram yang dapat diikuti:
1. Membaca Niat
Ketika hendak mengerjakan puasa 1 Muharram, umat Islam dianjurkan membaca niat terlebih dahulu. Niat puasa 1 Muharram sebagaimana disebutkan di atas dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar.
Jika lupa berniat pada malam harinya, maka tetap diperbolehkan berniat puasa sunah pada siang hari. Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), niat tersebut harus dilakukan sebelum waktu zawal (Matahari tergelincir) dan dengan syarat belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Ketentuan ini berlandaskan pada praktik Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
ΨΉΩΩΩ ΨΉΩΨ§Ψ¦ΩΨ΄ΩΨ©Ω Ψ£ΩΩ ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨ€ΩΩ ΩΩΩΩΩΩ ο΅ ΩΩΨ§ΩΩΨͺΩ: ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω Ψ°ΩΨ§ΨͺΩ ΩΩΩΩΩ Ω: ΩΩΨ§ ΨΉΩΨ§Ψ¦ΩΨ΄ΩΨ©ΩΨ ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΨ―ΩΩΩΩ Ω Ψ΄ΩΩΩΨ‘ΩΨ ΩΩΨ§ΩΩΨͺΩ: ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ: ΩΩΨ§ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ Ω ΩΨ§ ΨΉΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ψ΄ΩΩΩΨ‘ΩΨ ΩΩΨ§ΩΩ: ΩΩΨ₯ΩΩΩΩΩ Ψ΅ΩΨ§Ψ¦ΩΩ Ω
Artinya: "Dari Aisyah Ummul Mukminin RA., ia berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai Aisyah, apakah kalian memiliki sesuatu (untuk dimakan)? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, kami tidak memiliki apa pun. Maka beliau bersabda: Kalau begitu, aku berpuasa. Lalu, Aisyah melanjutkan penyebutan hadis tersebut." (HR Muslim)
2. Makan Sahur
Disadur dari Buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin, makan sahur menjadi salah satu hal yang dianjurkan bagi setiap muslim yang hendak melaksanakan puasa, termasuk puasa 1 Muharram. Berikut anjurannya yang dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
"Sahurlah kalian, maka sesungguhnya dalam sahur itu ada berkahnya." (HR Bukhari, Muslim)
3. Menjaga dan Menahan Diri
Saat berpuasa, umat Islam tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga perilaku serta ucapan. Oleh karena itu, sebaiknya hindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata kasar, menggunjing, atau melakukan dosa lainnya.
4. Menyegerakan Berbuka
Umat Islam dianjurkan untuk segera membatalkan puasanya ketika waktu Maghrib tiba. Anjuran ini berdasarkan sunnah Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW, "Allah SWT telah berfirman, 'Hamba-hamba-Ku yang lebih aku cintai ialah mereka yang paling segera berbukanya." (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)
Hukum Puasa 1 Muharram
Dalam buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriyah karya Siti Zumratus Sa'adah dijelaskan bahwa puasa 1 Muharram merupakan amalan yang dianjurkan bagi umat Islam. Amalan ini dipandang sebagai salah satu cara mengawali tahun baru Hijriah dengan kebaikan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Al-Hafizh Ibnu Hajar RA menyebutkan bahwa Hafshah RA meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah SAW, ia bersabda:
"Barang siapa berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzulhijjah dan juga hari pertama dari bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya sebagai penghapus atas dosa selama lima puluh tahun, dan puasa sehari di bulan Muharram sebagai penghapus atas dosa selama tiga puluh hari."
Sementara itu, Buya Yahya menjelaskan bahwa tidak terdapat dalil yang secara khusus menganjurkan puasa pada awal tahun Hijriah. Penjelasan tersebut disampaikan dalam video berjudul "Adakah Puasa Sunnah Awal Tahun, 1 Muharram & Akhir Tahun ?Temukan Jawabannya di Sini!-Buya Yahya" yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya.
Meski demikian, berpuasa pada 1 Muharram tetap diperbolehkan dan tidak termasuk amalan yang dilarang dalam Islam. Sebab, umat Islam pada dasarnya diperbolehkan menjalankan puasa sunnah pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa, seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, dan tiga hari Tasyrik.
Lebih lanjut, Buya Yahya menerangkan bahwa anjuran yang terdapat dalam syariat adalah berpuasa pada bulan Muharram secara umum. Hal ini karena Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam.
Karena itu, puasa 1 Muharram dapat dilaksanakan sebagai puasa sunnah mutlak atau puasa sunnah lainnya yang bertepatan dengan tanggal tersebut. Namun, tidak ada ketentuan khusus yang menetapkan puasa awal tahun Hijriah sebagai sunnah yang berdiri sendiri.
Demikianlah informasi mengenai puasa 1 Muharram, mulai dari bacaan niat, tata cara, dan hukum pelaksanaannya. Semoga membantu ya, detikers!
(urw/urw)











































