Malam 1 Muharram menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Selain sebagai awal tahun baru Hijriah, waktu ini juga menandai masuknya bulan Muharram yang termasuk salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam.
Lantas kapan malam 1 Muharram dalam penanggalan Masehi tahun 2026?
Sebagaimana diketahui, penanggalan Hijriah dan Masehi memiliki perhitungan yang berbeda. Sehingga perlu dilakukan konversi untuk mengetahui tanggal dan bulan berdasarkan perhitungan Hijriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kalender Hijriah tengah berada di bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan terakhir dalam tahun Hijriah. Sehingga, wajar saja jika umat Islam mulai mempertanyakan tentang masuknya bulan Muharram.
Artikel ini membahas tentang jadwal malam 1 Muharram 1448 H/2026 M, amalan yang dianjurkan, serta konversi lengkap bulan Muharram ke penanggalan Masehi. Yuk simak selengkapnya!
Kapan Malam 1 Muharram, 1448 H/2026 M
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026. Diketahui, pergantian hari dalam perhitungan penanggalan Hijriah terjadi di waktu Maghrib. Maka, malam 1 Muharram 1448 H jatuh pada 15 Juni 2026 setelah waktu Maghrib.
Malam 1 Muharram sendiri menjadi salah satu waktu istimewa dalam ajaran Islam. Umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam ini dengan berbagai malan sunnah.
Amalan Sunah Malam 1 Muharram
Ada banyak amalan yang dapat dilakukan umat Islam dalam menyambut Tahun Baru Islam pada malam 1 Muharram. Berikut beberapa di antaranya:
1. Membaca Doa Akhir Tahun
Menjelang malam 1 Muharram, atau pada hari terakhir bulan Dzulhijjah, sebelum Matahari terbenam, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa akhir tahun. Menyadur buku Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, barang siapa membaca doa akhir tahun maka akan terhindar dari godaan atau tipu daya setan dan diampuni dosanya setahun sebelumnya.
Dalam keterangan lain disebutkan bahwa apabila seseorang membaca doa akhir tahun, maka setan berkata, "Hampa usaha kami di sepanjang tahun ini. Susah bagiku dan sia-sia pekerjaanku menggoda anak Adam (manusia) pada tahun ini, dan Allah membinasakanku saat ini juga. Dengan sebab membaca doa ini, Allah akan mengampuni dosanya selama setahun."
Berikut bacaan doa akhir tahun yang dapat dilafalkan menjelang malam 1 Muharram:
ΩΩΨ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΨΩΩ ΩΩΨ―Ω ΩΩΨΉΩΩΩΩ Ψ’ΩΩΩΩ ΩΩΨ΅ΩΨΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω.
Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ω ΩΨ§ ΨΉΩΩ ΩΩΩΨͺΩ ΩΩΩ ΩΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ω ΩΩ ΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩΩΨͺΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω Ψ£ΩΨͺΩΨ¨Ω Ω ΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΨ±ΩΨΆΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ω ΨͺΩΩΩΨ³ΩΩΩ ΩΩΨΩΩΩΩ ΩΨͺΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩ Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω ΩΩΨ―ΩΨ±ΩΨͺΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΨ¨ΩΨͺΩΩ ΩΩΨ―ΩΨΉΩΩΩΨͺΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩ Ψ§ΩΨͺΩΩΩΩΨ¨ΩΨ©Ω Ω ΩΩΩΩΩ Ψ¨ΩΨΉΩΨ―Ω Ψ¬ΩΨ±ΩΨ§Ψ¦ΩΩ ΨΉΩΩΩΩ Ω ΩΨΉΩΨ΅ΩΩΩΨͺΩΩΩΨ ΩΩΨ₯ΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΨ³ΩΨͺΩΨΊΩΩΩΨ±ΩΩΩ ΩΩΨ§ΨΊΩΩΩΨ±Ω ΩΩΩ ΩΩΩ ΩΨ§ ΨΉΩΩ ΩΩΩΨͺΩ ΩΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΩ ΩΩΨ§ ΨͺΩΨ±ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΨΉΩΨ―ΩΨͺΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ«ΩΩΩΩΨ§Ψ¨Ω ΩΩΨ£ΩΨ³ΩΨ£ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΨ±ΩΩΩ Ω ΩΩΨ§ Ψ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩΨ¬ΩΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΨ₯ΩΩΩΨ±ΩΨ§Ω Ω Ψ£ΩΩΩ ΨͺΩΨͺΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ ΨͺΩΩΩΨ·ΩΨΉΩ Ψ±ΩΨ¬ΩΨ§Ψ¦ΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ ΩΩΨ±ΩΩΩ Ω. ΩΩΨ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΨΩΩ ΩΩΨ―Ω ΩΩΨΉΩΩΩΩ Ψ’ΩΩΩΩ ΩΩΨ΅ΩΨΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω.
Arab Latin:
Wa shallallaahu alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma ma 'amiltu fi haadzihis sanati mimmaa nahaitani 'an-hu falam atub min-hu walam tardhahu walam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'ala uquubatii wa da'autanii ilattaubati min-hu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa innii astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaba fas'alukallahumma yaa karimu yaa dzal jalaali wal ikraam, an tataqabbalahu minnii wa la taqtha' rajai minka yaa karim, wa sallallaahu 'ala sayyidinaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'ala aalihii wa sahbihii wa sallam.
Artinya:
"Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad Saw., beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah aku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untukku, dan Engkau telah mengajakku untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu, ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amalku dan semoga Engkau tidak memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan, semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Muhammad, serta keluarga dan sahabatnya."
2. Membaca Doa Awal Tahun
Masih dari buku yang sama, dijelaskan bahwa sebagian ulama menyebutkan barang siapa yang membaca doa awal tahun sebanyak 3 kali setelah sholat rawatib bakdiyah Maghrib pada malam tanggal 1 Muharram, maka Allah SWT akan memerintahkan dua malaikat untuk melindunginya dari fitnah dan tipu daya setan selama setahun mendatang.
Berikut lafaz doa awal tahun yang daat dipanjatkan saat memasuki malam 1 Muharram:
ΩΩΨ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΨΩΩ ΩΩΨ―Ω ΩΩΨΉΩΩΩΩ Ψ’ΩΩΩΩ ΩΩΨ΅ΩΨΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω.
Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ£ΩΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΨ£ΩΨ¨ΩΨ―ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ―ΩΩΩ Ω Ψ§ΩΩΨ£ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨΉΩΩΩΩ ΩΩΨΆΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨΈΩΩΩ Ω ΩΩΨ¬ΩΩΨ―ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨΉΩΩΩΩΩ. ΩΩΩΩΨ°ΩΨ§ ΨΉΩΨ§Ω Ω Ψ¬ΩΨ―ΩΩΨ―Ω ΩΩΨ―Ω Ψ£ΩΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩΩΨ§Ψ ΩΩΨ³ΩΨ£ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ΅ΩΩ ΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΨ·ΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ£ΩΩΩΩΩΩΩΨ§Ψ¦ΩΩΩ ΩΩΨ¬ΩΩΩΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΨΉΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ ΩΩΨ°ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΨ³Ω Ψ§ΩΩΨ£ΩΩ ΩΩΨ§Ψ±ΩΨ©Ω Ψ¨ΩΨ§ΩΨ³ΩΩΩΨ‘Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ§Ψ΄ΩΨͺΩΨΊΩΨ§ΩΩ Ψ¨ΩΩ ΩΨ§ ΩΩΩΩΨ±ΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩΩ Ψ²ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ Ψ°ΩΨ§ Ψ§ΩΩΨ¬ΩΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΨ₯ΩΩΩΨ±ΩΨ§Ω Ω ΩΩΨ§ Ψ£ΩΨ±ΩΨΩΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΩΩΨ§ΨΩΩ ΩΩΩΩΨ
ΩΩΨ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ―ΩΩΩΨ§ Ω ΩΨΩΩ ΩΩΨ―Ω ΩΩΨΉΩΩΩΩ Ψ’ΩΩΩΩ ΩΩΨ΅ΩΨΩΨ¨ΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω.
Arab Latin:
Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wasallam.
Allaahumma antal abadiyul qadiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa juudikal mu-awwal. Wa haadzaa 'aamun jadiidun qad akbala ilainaa. Nas-alukal 'ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa-ihi wajunuudihii wal 'auni 'alaa hadzihin nafsil ammaarati bissuu-i wal ishtighaali bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa arhamar raahimiin.
Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'aala aalihi wa shahbihii wasallam.
Artinya:
"Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan, hanya kepada anugerah-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang menjadi tempat bergantung. Dan, inilah tahun baru yang benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, pembantu-pembantunya, dan bala tentaranya. Dan, kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, dan agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara mereka yang mengasihi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya."
3. Qiyamul Lail
Umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam 1 Muharram dengan beberapa ibadah, antara lain:
- Memperbanyak membaca Al-Qur'an,
- Berdzikir kepada Allah SWT,
- Melakukan sholat sunnah, seperti sholat Hajat, Tahajjud, Taubat, dan shalat-shalat sunnah lainnya,
- Melakukan sholat seratus rakaat, setiap rakaat membaca al-Faatihah dan al-Ikhlas,
- Sholat dua rakaat, rakaat pertama membaca al-Faatihah dan surat al-An'aam, rakaat kedua membaca al-Faatihah dan Yaasiin, atau
- Sholat dua rakaat, setiap rakaat membaca al-Faatihah dan al-Ikhlas 11 kali.
4. Introspeksi Diri dan Muhasabah
Menlansir laman Baznas, malam 1 Muharram merupakan momen yang tepat untuk merenungkan diri dan melakukan muhasabah. Sehingga dianjurkan bagi setiap muslim melakukan evaluasi diri atas segala perbuatan di tahun yang lalu dan bertekadlah untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.
5. Menyiapkan Diri untuk Puasa Sunnah
Amalan lainnya yang dianjurkan bagi muslim di malam 1 Muharram adalah mempersiapkan diri untuk melaksanakan puasa sunnah, yakni dengan melaksanakan sahur serta berniat. Menyadur buku Panduan Shalat Sunah Lengkap oleh KH Muhammad Sholikhin, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah Muharram.
Puasa sunah ini boleh diambil satu hari tanggal 1 Muharram saja, namun lebih utama jika dikerjakan selama 10 hari, dari tanggal 1 Muharram, sampai tanggal 10 Muharram dengan puasa Asyuranya. Dijelaskan bahwa Rasulullah membedakan antara "Shaum Al-Muharram" (puasa pada bulan Muharram) dengan "Shaum Yaum Asyura" (puasa pada hari kesepuluh bulan Muharram). Rasulullah menyebutkan bahwa berpuasa pada bulan Muharram (bukan puasa tanggal 10 Muharram) adalah puasa yang paling utama setelah berpuasa pada bulan Ramadhan (Sunan Abu Dawud, 2: 323. hadis se-rupa juga disebutkan oleh Imam Muslim dalam Fadhail Al-A'mal, hlm. 59-60, no. 192).
Konversi Tanggal Hijriah Bulan Muharram 1448 H/ 2026 M
Berikut konversi kalender bulan Muharram 1448 H / 2026 M selengkapnya:
| Hijriah | Masehi |
|---|---|
| 1 Muharram 1448 | 16 Juni 2026 |
| 2 Muharram 1448 | 17 Juni 2026 |
| 3 Muharram 1448 | 18 Juni 2026 |
| 4 Muharram 1448 | 19 Juni 2026 |
| 5 Muharram 1448 | 20 Juni 2026 |
| 6 Muharram 1448 | 21 Juni 2026 |
| 7 Muharram 1448 | 22 Juni 2026 |
| 8 Muharram 1448 | 23 Juni 2026 |
| 9 Muharram 1448 | 24 Juni 2026 |
| 10 Muharram 1448 | 25 Juni 2026 |
| 11 Muharram 1448 | 26 Juni 2026 |
| 12 Muharram 1448 | 27 Juni 2026 |
| 13 Muharram 1448 | 28 Juni 2026 |
| 14 Muharram 1448 | 29 Juni 2026 |
| 15 Muharram 1448 | 30 Juni 2026 |
| 16 Muharram 1448 | 1 Juli 2026 |
| 17 Muharram 1448 | 2 Juli 2026 |
| 18 Muharram 1448 | 3 Juli 2026 |
| 19 Muharram 1448 | 4 Juli 2026 |
| 20 Muharram 1448 | 5 Juli 2026 |
| 21 Muharram 1448 | 6 Juli 2026 |
| 22 Muharram 1448 | 7 Juli 2026 |
| 23 Muharram 1448 | 8 Juli 2026 |
| 24 Muharram 1448 | 9 Juli 2026 |
| 25 Muharram 1448 | 10 Juli 2026 |
| 26 Muharram 1448 | 11 Juli 2026 |
| 27 Muharram 1448 | 12 Juli 2026 |
| 28 Muharram 1448 | 13 Juli 2026 |
| 29 Muharram 1448 | 14 Juli 2026 |
| 30 Muharram 1448 | 15 Juli 2026 |
(alk/alk)











































