Umat Katolik kembali diajak untuk merenungkan sabda Tuhan melalui Renungan Katolik Sabtu 30 Mei 2026. Bacaan liturgi hari ini mengingatkan tentang otoritas atau authority sejati yang berasal dari Tuhan dan diwujudkan melalui kasih, pelayanan, serta keteladanan hidup.
Di tengah kehidupan yang sering dipenuhi keinginan untuk berkuasa dan diakui, Yesus justru menunjukkan bahwa kewibawaan sejati lahir dari ketaatan kepada kehendak Allah. Melalui renungan ini, umat diajak untuk menggunakan setiap tanggung jawab dan kepercayaan dengan bijaksana demi kebaikan sesama.
Berikut renungan Katolik Sabtu, 30 Mei 2026 lengkap yang dapat menjadi bahan refleksi dan pendalaman iman bagi umat Katolik. Yuk, cek!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Mei 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Yud 17:20b-25
Adapun rakyat bersukaria di Yerusalem di hadapan Bait Suci tiga bulan lamanya dan Yuditpun tetap tinggal serta mereka. Sesudahnya mereka pulang ke milik pusakanya masing-masing. Adapun Yudit pergi ke Betulia dan tinggal pada miliknya. Namanya tetap harum di seluruh negeri seumur hidupnya.
Memang banyak orang meminang dia, tetapi ia tidak disentuh oleh seorang laki-laki lagi sepanjang masa hidupnya, semenjak Manasye, suaminya, meninggal dan dipersatukan dengan kaumnya.
Yudit menjadi sangat tua dan menguban di dalam rumah suaminya sampai seratus lima tahun. Ia memberikan kebebasan kepada dayangnya. Ia meninggal di kota Betulia dan dikubur dalam dua kubur Manasye, suaminya.
Tujuh hari lamanya keluarga Israel berkabung. Sebelum meninggal Yudit membagikan-bagikan harta bendanya kepada sanak saudara suaminya Manasye dan kepada sanak saudaranya sendiri.
Selanjutnya tiada seorangpun mengganggu Israel di masa hidup Yudit maupun lama sesudah ia meninggal.
Mazmur Tanggapan: Mzm 63:2.3-4.5-6
Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu.
Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.
Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu.
Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji.
Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam,?
Bacaan Injil: Mrk 11:27-33
Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,
dan bertanya kepada-Nya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?"
Jawab Yesus kepada mereka: "Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!"
Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!" Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.
Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."
Renungan Hari Ini: Authority
Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?" (Mrk. 11:28)
Jika kuasa duniawi dan ego merasuk dalam keagamaan, yang terjadi adalah seperti perlakuan dan pertanyaan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua kepada Yesus. Seakan mereka tidak menggunakan pengetahuan, indera dan hati mereka secara baik.
Apakah memang mereka lebih bebal daripada setan yang merasuki seseorang di Kapernaum. Saat Yesus mengajar di rumah ibadat, ada seorang yang kerasukan roh jahat berteriak, "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." (Bdk Mrk. 1:24).
Bahkan setan pun mengetahui identitas Yesus dan dari kuasa mana Yesus berasal, yaitu yang kudus dari Allah. Manusia di dunia selalu berusaha memiliki otoritas/kuasa.
Dengan kuasa di tangannya mereka memiliki kekuatan. Harapannya adalah dengan kekuasaan yang dimiliki, mereka dapat memimpin rakyatnya dengan adil, menjadi pengayom supaya sejahtera dan damai.
Namun, kenyataan berbalik dari harapan. Alih-alih membawa damai dan sejahtera, banyak penguasa, bahkan pemimpin negara adikuasa, dengan kekuasaan di tangannya, menjadi insiator peperangan.
Dengan berbagai alasan yang ujungnya hanyalah untuk kepuasan ego dan demi keuntungan ekonomis sang pemimpin semata. Tuhan Yesus datang ke dunia dengan kuasa dari Allah Bapa.
Misi-Nya membawa dan membagikan kabar suka cita kerajaan Allah sudah dekat. Misi damai dengan kasih-bukan dengan peperangan, diwariskan kepada para rasul-Nya untuk terus dilakukan oleh Gereja-Nya. Kuasa adalah hanya milik Allah.
Tahun ini kita merayakan 800 tahun wafatnya St. Fransiskus Asisi. Seorang santo, tanpa senjata apa pun, melintasi garis pertempuran ke Mesir dan bertemu dengan Sultan Malik al Kamil untuk mengakhiri peperangan saat itu.
Allah menghendaki kuasa yang dianugerahkan kepada kita dipergunakan untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar. Sehingga setiap orang yang menyaksikan dan mengalaminya boleh melihat Allah di dalam diri kita.
Kita yang sekarang sudah menjadi murid-Nya, diutus dengan kuasa di dalam nama Yesus menyebarkan kasih dalam hidup sehari-hari. Apakah kita sudah mempergunakan kuasa yang dipercayakan Allah dengan benar?
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Martha Maria Herina Tjahjadi
Doa Penutup
Bapa yang penuh dengan kuasa kasih, terangilah selalu hati dan budi kami untuk sadar akan jati diri kami. Kami yang dianugerahi kuasa di dalam hal apa pun, hendaknya kami pergunakan untuk melakukan kebaikan dan menolong.
Mewujudkan misi kami di dunia, seperti yang Engkau kehendaki, sehingga jadilah Kerajaan-Mu di bumi seperti di surga. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.
Demikian renungan harian Katolik, Sabtu, 30 Mei 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapannya. Semoga Tuhan selalu melindungi kita ya, detikers!
(alk/alk)











































