Sebanyak 408 warga korban banjir di Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) masih bertahan di posko pengungsian. Mereka mengaku membutuhkan kebutuhan mendasar seperti beras untuk makan hingga tempat tidur dan selimut.
"Rata-rata warga yang terendam butuh kebutuhan pokok seperti beras, dan makanan lainnya. Selain itu, warga butuh tempat tidur dan selimut," kata Kepala BPBD Lutra Agunawan kepada detikSulsel, Jumat (29/5/2026).
Dia mengatakan Pemkab tidak berhenti menyalurkan kebutuhan pokok untuk warga di posko pengungsian. Namun bantuan yang disalurkan hingga saat ini dinilai masih kurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemkab memang sudah menyalurkan, beberapa relawan juga, namun tidak bisa kita pungkiri belum semuanya dapat," jelasnya.
Agunawan mengungkapkan bahwa ratusan warga yang mengungsi hanya mengandalkan makanan di posko pengungsian. Pasalnya warga tidak bisa Kembali ke rumah dan aktivitas lainnya terganggu.
"Saat ini di Desa Beringin Jaya itu 2 dusun tenggelam, di sana itu ada 408 jiwa yang wajib kami beri makan setiap hari, belum lagi yang di Kecamatan Malangke dan Malangke Barat," ungkapnya.
Diketahui sebanyak 3.242 kepala keluarga (KK) di dari enam kecamatan di Luwu Utara terdampak banjir imbas curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul sejak Kamis (11/5). Pemkab Lutra kemudian menetapkan status tanggap darurat banjir mulai Kamis (18/5) hingga Minggu (31/5).
"Sejak tanggal 18 Mei kita telah tetapkan status tanggap darurat atau darurat bencana, ada 6 kecamatan yang berdampak, cuma yang terparah berada di 3 kecamatan," kata Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim kepada detikSulsel, Kamis (28/5).
Tiga kecamatan yang terendam banjir parah yakni Kecamatan Malangke, Malangke Barat dan Baebunta Selatan. Di Kecamatan Malangke sebanyak 1.999 KK terdampak, di Malangke Barat ada 805 KK, dan di Baebunta Selatan ada 438 KK.
Kepala BPBD Lutra Agunawan mengungkapkan 408 warga dari Desa Bangun Jaya yang mengungsi ke posko. Mereka mengungsi karena rumahnya tenggelam dan tidak bisa lagi ditempati.
"Untuk saat ini yang mengungsi total ada 408 jiwa dari Desa Bangun Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, ini yang benar kita beri makan setiap hari," kata Agunawan kepada detikSulsel, Jumat (29/5).
Dia menyebut ratusan warga itu berasal dari Dusun Seruni, Melati dan Anggrek di Desa Bangun Jaya. Dua dari tiga dusun tersebut bahkan mulai dikosongkan karena rumah warga sudah tenggelam.
"Yang total kami kosongkan itu 2 dusun, karena betul-betul sudah tenggelam. Di sana banjir datang bersama kayu dan pasir," jelasnya.
(hsr/asm)











































