Update Banjir Luwu Utara: 2 Dusun Tenggelam-408 Warga Mengungsi

Update Banjir Luwu Utara: 2 Dusun Tenggelam-408 Warga Mengungsi

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Jumat, 29 Mei 2026 10:35 WIB
Sebanyak 408 warga yang terdampak banjir di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungsi ke posko BPBD.
Foto: Sebanyak 408 warga yang terdampak banjir di Luwu Utara mengungsi. (dok. istimewa)
Luwu Utara -

Sebanyak 408 warga yang terdampak banjir di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungsi ke posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka mengungsi karena rumahnya tenggelam dan tidak bisa lagi ditempati.

"Untuk saat ini yang mengungsi total ada 408 jiwa dari Desa Bangun Jaya, Kecamatan Baebunta Selatan, ini yang benar kita beri makan setiap hari," kata Kepala BPBD Lutra, Agunawan kepada detikSulsel, Jumat (29/5/2026).

Dia menyebut ratusan warga itu berasal dari Dusun Seruni, Melati dan Anggrek di Desa Bangun Jaya. Dua dari tiga dusun tersebut bahkan mulai dikosongkan karena rumah warga sudah tenggelam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang total kami kosongkan itu 2 dusun, karena betul-betul sudah tenggelam. Di sana banjir datang bersama kayu dan pasir," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Agunawan mengatakan saat ini masih ada 6 desa di tiga kecamatan yang tergenang banjir dengan ketinggian mencapai 120 cm. Yakni Desa Lembang-lembang di Kecamatan Baebunta Selatan, Desa Limbong Wara di Kecamatan Malangke Barat serta Desa Pince Pute, Tingkara, Wara dan Tolada di Kecamatan Malangke.

"Untuk kondisi hari ini masih 6 desa yang terdampak dengan kedalaman air hingga 120 cm di titik tertentu," bebernya.

Agunawan menambahkan, kondisi banjir kian diperparah karena curah hujan yang masih sangat tinggi. Pihak BPBD dan tim gabungan saat ini masih siaga di lokasi bencana.

"Saat ini kami masih terus dilapangan, bersama beberapa aparat dari Basarnas dan Brimob, kami terus menyalurkan logistik untuk kebutuhan warga terdampak bencana," tutupnya.

Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat Banjir

Diketahui sebanyak 3.242 kepala keluarga (KK) di dari enam kecamatan di Luwu Utara terdampak banjir imbas curah hujan tinggi dan jebolnya tanggul sejak Kamis (11/5). Pemkab Lutra kemudian menetapkan status tanggap darurat banjir mulai Kamis (18/5) hingga Minggu (31/5).

"Sejak tanggal 18 Mei kita telah tetapkan status tanggap darurat atau darurat bencana, ada 6 kecamatan yang berdampak, cuma yang terparah berada di 3 kecamatan," kata Bupati Lutra, Andi Abdullah Rahim kepada detikSulsel, Kamis (28/5).

Tiga kecamatan yang terendam banjir parah yakni Kecamatan Malangke, Malangke Barat dan Baebunta Selatan. Di Kecamatan Malangke sebanyak 1.999 KK terdampak, di Malangke Barat ada 805 KK, dan di Baebunta Selatan ada 438 KK.




(hsr/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads