Renungan Harian Katolik Kamis 28 Mei 2026: Iman yang Menyelamatkan

Renungan Harian Katolik Kamis 28 Mei 2026: Iman yang Menyelamatkan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 28 Mei 2026 07:00 WIB
Renungan harian Katolik
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: Pixabay)
Makassar -

Umat Katolik kembali merenungkan sabda Tuhan melalui renungan harian pada Kamis, 28 Mei 2026. Renungan ini dapat menjadi sumber penguatan iman sekaligus pengingat agar umat senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.

Melalui perenungan ini, umat diajak memahami bahwa iman bukan sekadar keyakinan di dalam hati, tetapi juga sikap percaya penuh kepada Tuhan yang diwujudkan dalam tindakan dan pengharapan.

Nah, berikut Renungan Harian Katolik Hari Kamis, 28 Mei 2026 lengkap dengan bacaan liturgi, Mazmur Tanggapan, dan doa penutup. Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Mei 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: 1 Ptr 2:2-5.9-12

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

ADVERTISEMENT

jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2.3.4.5

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Injil: Mrk 10:46-52

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"

Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"

Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."

Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.

Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"

Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Renungan Hari Ini: Iman yang Menyelamatkan

Lalu kata Yesus kepadanya, "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Seketika itu juga ia dapat melihat lagi, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. (Mrk. 10:52)

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat (Ibr. 11:1). Karena iman, kita mengerti bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat terjadi dari apa yang tidak kita lihat, bahwa Allah itu ada dan memberi upah kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibr. 11:6).

Bartimeus sungguh mengimani bahwa Yesus Anak Daud. Dengan keras ia berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku."

Bartimeus secara fisik tidak dapat melihat, tapi secara iman dan akal budi dapat melihat Yesus adalah Putera Allah. Saat Yesus memanggilnya, dia menanggalkan jubahnya, telah siap untuk meninggalkan manusia lamanya.

Seketika itu juga ia dapat melihat lagi, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Dalam iman, akal budi dan kehendak manusia bekerja sama dengan rahmat Ilahi.

"Iman adalah satu kegiatan akal budi yang menerima kebenaran Ilahi atas perintah kehendak yang digerakkan oleh Allah dengan perantaraan rahmat." (KGK. 155)

St. Thomas menuliskan dalam Summa Theologica: iman membimbing akal budi, menghindarkan dari kesalahan, akal budi memperjelas dan menyingkapkan iman.

Fanny Crosby, penulis pujian yang terkenal, buta sejak berusia enam minggu. Walau fisik terkendala, tetap bersukacita karena iman pada Allah, menuliskan: "Oh, betapa bahagianya jiwaku, walau tak dapat kumelihat, kutetapkan hati, bahwa di dunia ini akan dipuaskanlah aku.

Betapa banyak rahmat yang telah kunikmati yang tidak dapat dinikmati oleh orang lain! Meratap dan berkeluh kesah karena kebutaanku, sungguh kutak dapat, dan tak akan kulalukan."

Tanpa saya sadari, saya pun mendapatkan sukacita yang penuh. Selama ini, kurang lebih empat puluh tahun; setiap hari saya berdoa rosario.

Tanpa beban, tanpa ikatan, tanpa keinginan-keinginan yang muluk. Saya mengimani bahwa Yesus dan Bunda Maria selalu menyertai saya.

Semoga sebagai orang beriman dapat mempercayakan diri kita dengan bebas kepada Allah Bapa yang mencintai kita (Paus Benediktus XVI).

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh Wiwi Setiawati Dermawan

Doa Penutup

Terima kasih Allah Bapa atas rahmat-Mu yang menguatkan kami untuk semakin mendalami iman kami. Kami mohon karunia iman yang bertumbuh. Mampukan kami untuk dapat meneladani iman bunda Maria yang setia dan taat pada kehendak-Mu. Amin.

Demikian renungan harian Katolik, Kamis, 28 Mei 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapannya. Semoga bermanfaat, detikers!



(alk/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads