Sebanyak 13 ekor sapi yang mati saat KM Bintang Kayuadi tenggelam di Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), ternyata hewan kurban. Sapi-sapi tersebut merupakan hewan kurban yang hendak didistribusikan menjelang Idul Adha.
"(Sapi itu) dipersiapkan untuk dijual sebagai sapi kurban," kata Kasubsi Humas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Andre Piongdjongi dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Suardi menjelaskan kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Latokdok menuju Pelabuhan Kauwau. Kapal itu memuat 17 ekor sapi dan sejumlah barang lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Kapal) berangkat dari Pelabuhan Latokdok tujuan Pelabuhan Kauwau dengan muatan tabung gas dengan kopra, kemudian sampai di Kauwau muat sapi 17 ekor," tuturnya.
Saat tiba di lokasi, kondisi air laut yang masih pasang membuat anak buah kapal (ABK) mengikat kapal di dermaga. Namun cuaca buruk saat pasang air laut tinggi diduga membuat tali pengikat kapal putus.
"Sampai di Pelabuhan Kauwau, masih pasang air sehingga ABK mengikat perahunya di dermaga. Pada saat surut air, tali pengikat di dermaga putus sehingga kapal terbalik," jelasnya.
Akibat kejadian itu, 13 ekor sapi dilaporkan mati tenggelam. Sementara sebagian lainnya dilaporkan selamat dan masih dalam pencarian.
"13 ekor mati, 2 ekor di temukan di darat, 3 ekor masih dalam pencarian," tuturnya.
Sebagai informasi, insiden ini terjadi saat kapal berlabuh di Pelabuhan Kauwau, Kecamatan Pasilambena, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 04.30 Wita. Seluruh kru kapal yakni, seorang juragan bernama Kasim (48) dan 4 ABK, yakni Muhammad Said (19), Wiranto (28), Pattasabang (38), dan Aril Andika (19), dilaporkan selamat.
(hmw/asm)











































