Kapal Angkut Ternak Tenggelam di Selayar Akibat Cuaca Buruk, 13 Sapi Mati

Kapal Angkut Ternak Tenggelam di Selayar Akibat Cuaca Buruk, 13 Sapi Mati

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 19 Mei 2026 10:00 WIB
Kapal muat ternak tenggelam di Selayar menyebabkan 13 ekor sapi mati.
Foto: Kapal muat ternak tenggelam di Selayar menyebabkan 13 ekor sapi mati. (Dok. Istimewa)
Selayar -

Kapal Motor (KM) Bintang Kayuadi tenggelam saat berlabuh di Pelabuhan Kauwau, Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 13 ekor sapi dilaporkan mati saat kapal yang mengangkut ternak tersebut terbalik.

Insiden ini terjadi saat kapal berlabuh di Pelabuhan Kauwau, Kecamatan Pasilambena, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 04.30 Wita. Kapal tersebut diduga tenggelam akibat cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang.

"Kapal tersebut memuat Kopra sekitar 240 karung (24 ton), sapi 17 ekor serta tabung gas LPG dengan jumlah kurang lebih 1.000 tabung," ujar Kepala Kepolisian Subsektor Pasilambena Ipda M Basri dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kejadian, kata Basri, sebanyak 5 orang berada di atas kapal yakni 4 anak buah kapal (ABK) dan 1 juragan bernama Kasim (48). Sementara ABK masing-masing bernama Muhammad Said (19), Wiranto (28), Pattasabang (38), dan Aril Andika (19).

"Empat orang ABK dan satu orang juragan dalam keadaan selamat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Menurut keterangan pemilik kapal, lanjut Basri, kapal mulai miring akibat diterjang hujan dan angin kencang hingga akhirnya tenggelam saat sedang berlabuh di Pelabuhan Kauwau.

"Menurut keterangan dari juragan, kapal tenggelam sekitar pukul 04.30, adapun penyebab yakni hujan disertai angin sehingga menyebabkan kapal miring hingga akhirnya tenggelam," kata Basri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Selayar Aipda Suardi Andre menyebutkan sebanyak 13 ekor sapi mati akibat insiden ini. Sebanyak 2 ekor sapi ditemukan selamat dan 3 ekor sapi lainnya dinyatakan hilang.

"Kapal dengan muatan tabung dengan kopra dan sapi, 13 ekor mati, 2 ekor ditemukan di darat dan 3 ekor masih dalam pencarian," kata Suardi.

Suardi merinci penyebab kapal terbalik diduga karena cuaca buruk saat pasang air laut tinggi. Akibat cuaca buruk, tali kapal yang diikat di pelabuhan juga putus.

"Penyebabnya, saat berangkat dari Pelabuhan Latokdok, air dalam keadaan pasang. Sampai di Pelabuhan Kawawu, masih pasang air sehingga ABK mengikat perahunya di dermaga, pada saat surut air tali pengikat di dermaga putus sehingga kapal terbalik," pungkas Suardi.




(ata/asm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads