8 Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah untuk Wanita Haid

8 Amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah untuk Wanita Haid

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Senin, 18 Mei 2026 05:45 WIB
8 amalan 10 hari pertama Dzulhijjah yang bisa dikerjakan untuk wanita haid.
Ilustrasi amalan 10 hari pertama Dzulhijjah untuk wanita haid (Foto: Getty Images/iStockphoto/trumzz)
Makassar -

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi waktu yang istimewa dalam Islam. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dengan berbagai amalan sunnah.

Melansir buku Panduan Praktis Amalan Ibadah di Bulan Dzulhijjah karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, amalan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan amalan yang paling dicintai Allah SWT dibandingkan hari-hari lainnya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

الْأَيَّامِ العَشْرِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍمَا مِنْ أَيَّامِ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: tiada hari-hari yang amalan shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya: Tidak pula jihad di jalan Allah? Rasulullah menjawab: Tidak juga jihad di jalan Allah. Kecuali seorang yang keluar dengan membawa jiwa dan hartanya dan dia tidak kembali setelah itu (mati syahid). (HR Bukhori)

Namun, bagi perempuan yang sedang haid, sering muncul pertanyaan, amalan apa saja yang tetap bisa dilakukan? Sebab, dalam kondisi ini, terdapat beberapa ibadah yang memang tidak dapat dikerjakan termasuk berpuasa.

ADVERTISEMENT

Nah, bagi wanita haid berikut adalah amalan-amalan yang tetap bisa dikerjakan agar tetap meraih pahala di hari-hari istimewa tersebut.

Amalan-amalan 10 Hari Pertama Dzulhijjah untuk Wanita Haid

Melansir laman resmi MUI, saat mengalami masa haid, seorang perempuan dibebaskan dari kewajiban sholat, puasa, hingga dilarang menyentuh mushaf. Nah, perempuan yang haid tetap bisa meraih keberkahan di 10 hari pertama Dzulhijjah dengan melakukan amalan-amalan berikut:

1. Memperbanyak Dzikir dan Sholawat

Melantunkan sholawat dan dzikir tidak menjadi larangan dalam kondisi haid. Dengan memperbanyak dzikir dan sholawat justru akan mendapat ketenangan jiwa dan memperbanyak pahala.

Perempuan bisa mengamalkan sebanyak-banyaknya kalimat thayyibah seperti tahmid, tasbih, takbir, dan lainnya sebagai amalan pengganti shalat. Rasulullah SAW bersabda:

يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة ] رواه مسلم

Artinya: Bertasbih 100 kali maka ditulislah untuknya 1000 kebaikan atau dihapus darinya 1000 kesalahan." (HR Imam Muslim)

2. Murajaah atau Pengulangan Hafalan Al-quran

Saat sedang haid, perempuan tidak diperbolehkan menyentuh dan membawa mushaf Alquran secara langsung. Meski demikian, hal tersebut tidak menghalangi wanita haid untuk tetap memperoleh pahala dari membaca Al-quran.

Perempuan tetap bisa mendapat pahala membaca Alquran dengan melakukan murajaah hafalan atau membaca Alquran terjemah sebagai pengganti amalan membaca Alquran.

3. Istiqamah Istighfar

Istighfar merupakan serangkaian amalan yang juga mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Haid tidak menjadikan halangan bagi perempuan untuk terus mengamalkan istighfar.

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan 3 keutamaan bagi seseorang yang istiqamah dalam membaca istighfar. Bunyi haditsnya sebagaimana berikut:

من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب

Artinya: Barangsiapa yang istikamah membaca Istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka." (HR Imam Abu Dawud).

4. Menjaga Kebersihan

Banyak perempuan yang masih keliru dalam memahami aturan menjaga kebersihan diri saat haid. Tidak sedikit yang enggan menyisir rambut atau memotong kuku karena menganggap hal tersebut haram.

Padahal dalam Islam, menjaga kebersihan tetap dianjurkan meskipun sedang haid. Perempuan tetap diperbolehkan merawat diri, termasuk menyisir rambut dan menjaga kebersihan tubuh.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Aisyah. Ketika mengikuti ibadah haji bersama Nabi Muhammad SAW, Aisyah mengalami haid saat tiba di Makkah. Rasulullah SAW kemudian bersabda:

.....دَعِي عُمْرَتَكِ وَانْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي

Artinya: Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan bersisirlah." (HR Muhammad al-Bukhari No. 317 dan Muslim ibn al-Hajjaj No. 1211)

5. Memperbanyak Sedekah

Dilansir dari laman Masjid Al-Kahfi Bunut, sedekah merupakan salah satu amalan yang memiliki pahala besar dan dapat dilakukan kapan saja. Karena itu, wanita yang sedang haid tetap dianjurkan untuk memperbanyak sedekah selama bulan Dzulhijjah.

Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk harta benda, makanan, maupun bantuan jasa kepada sesama.

6. Membantu Orang Lain

Membantu sesama merupakan salah satu amalan mulia yang dapat mendatangkan pahala berlimpah. Meski sedang haid, perempuan tetap dapat meraih keutamaan di bulan Dzulhijjah dengan melakukan berbagai kebaikan kepada orang lain.

Bentuk bantuan yang dilakukan pun bisa sederhana, seperti memasak untuk keluarga, membantu membersihkan rumah, mengasuh anak, maupun menolong orang yang membutuhkan.

7. Beristirahat dan Menjaga Kesehatan

Saat sedang haid, perempuan juga dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh dan memperhatikan kesehatan. Oleh karena itu, wanita haid sebaiknya menghindari aktivitas yang terlalu berat, menjaga pola makan yang seimbang, serta memenuhi waktu istirahat yang cukup.

Dengan tubuh yang sehat dan terjaga, ibadah dan aktivitas sehari-hari pun dapat dijalani dengan lebih nyaman.

8. Mempersiapkan Diri untuk Idul Adha

Meski sedang haid, perempuan tetap dapat ikut menyambut dan mempersiapkan Hari Raya Idul Adha dengan berbagai cara. Kegiatan tersebut juga bisa menjadi bagian dari amal kebaikan di 10 hari pertama Dzulhijjah.

Persiapan yang dilakukan misalnya membantu memilih hewan kurban, menyiapkan bahan makanan, membersihkan rumah, hingga membantu kebutuhan keluarga menjelang hari raya.

Itulah amalan-amalan yang bisa dilakukan di 10 hari pertama Dzulhijjah untuk wanita haid. Semoga bermanfaat ya, detikers!




(alk/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads