Umat Katolik kembali memasuki Hari Minggu sebagai momen untuk memperdalam iman dan merenungkan sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui renungan harian, umat diajak untuk semakin memahami makna kasih, pengharapan, dan penyertaan Tuhan di tengah berbagai situasi kehidupan.
Pada Minggu, 17 Mei 2026 yang bertepatan dengan Minggu Paskah VII, Gereja Katolik juga memperingati Hari Minggu Komunikasi Sedunia. Melansir laman Keuskupan Agung Jakarta, dalam momen tersebut Paus Leo XIV menyampaikan pesan bertajuk Menjaga Suara dan Wajah Manusia.
Pesan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk sejenak berhenti dan merenungkan bagaimana cara berkomunikasi di tengah derasnya arus digital saat ini. Umat diajak untuk tetap menjaga nilai kemanusiaan, kebenaran, dan kasih dalam setiap perkataan maupun informasi yang disampaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, berikut renungan Harian Katolik Minggu, 17 Mei 2026 lengkap dengan bacaan liturgi, teks Mazmur Tanggapan, bait pengantar Injil, hingga doa harian. Simak selengkapnya berikut ini!
Renungan Harian Katolik Hari Ini 17 Mei 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Kis 1:12-14
Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.
Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus.
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1,4,7-8a
Mazmur Tanggapan Minggu, 17 Mei 2026 Foto: Dok. Lagu Misa |
- Dengarlah, ya Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Wajahmu kucari, ya Tuhan, seturut firman-Mu, "Carilah wajah-Ku!"
- Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
- Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: Diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
Bacaan II: 1 Ptr 4:13-16
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.
Bait Pengantar Injil
Mazmur Tanggapan dan Baut Pengantar Injil Minggu, 17 Mei 2026 Foto: Dok. Lagu Misa |
Ayat (oleh solis): Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu.
Bacaan Injil: Yoh 17:1-11a
Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.
Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu.
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu
dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Renungan Hari Ini: Aman dalam Perlindungan Tuhan
Tentang Engkau hatiku berkata, "Carilah wajah-Ku" maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan. (Mzm. 27:8)
Mazmur Daud berseru tentang 'aman dalam perlindungan Tuhan' ini, mengingatkanku peristiwa setahun lalu. Berkat kasih setia Tuhan yang besar, aku diteguhkan untuk selalu mengandalkan Dia.
Sujud menyembah ke arah Bait Allah yang kudus dan takut akan Tuhan, pasti melampaui kekuatan iblis yang menjelma dalam lontaran tipu muslihat manusia, yang mementingkan diri sendiri dalam usaha mengeruk keuntungan.
Pagi itu, di pasar aku terlibat obrolan santai dengan dua wanita kenalan baru. Diajak masuk mobil mereka, aku menurut saja karena akan dikenalkan tanaman herbal, yang katanya bisa menyembuhkan pelbagai penyakit.
Di tengah jalan, bergabung lagi seorang wanita yang lebih 'marketer'. Suasana kemudian dibuat sedemikian genting.
Aku berada di antara drama yang mereka ciptakan. Tentang pastor sepuh yang memiliki indera keenam yang mendapat penglihatan peristiwa berdarah keluarga terdekatku dalam waktu dekat, hingga cara-cara menangkal bencana tercepat.
Mereka terus menggiringku untuk memilih berdoa bersama Akong-Romo', menyiapkan berapa pun jumlah uang tunai dan perhiasan emas yang harus kuambil ke rumah.
Menyadari target mereka semakin terbaca, tiba-tiba dengan segala sisa kesadaran yang ada, aku merayu dan memohon. "Di luar sana, aku suka mendengar tentang upaya penipuan.
Aku percaya sekali, ini bukan, kan? Tentang penglihatan romo, sekarang juga, aku mau berdoa ke gerejaku, di dekat sini, tolonglah!" rengekku.
Singkat cerita, meskipun mengaku kesal dan marah, akhirnya aku diturunkan di tengah jalan. Gemetaran sambil berdoa Bapa Kami dan Salam Maria aku kembali ke pasar.
Menyadari telah mengalami kehadiran dan perlindungan Tuhan yang luar biasa, kulanjutkan berdoa dengan penuh syukur dan damai di ruang adorasi sekembalinya dari pasar.
Tentang Engkau, hatiku berkata, "Carilah wajah-Ku" maka wajah-Mu kucari, ya Tuhan. (Mzm. 27:8). Mazmur ini mengundang orang untuk datang ke Bait Allah, rumah Tuhan yang adil dan mengasihi. Sebab orang yang tulus memandang wajah-Nya, akan mengalami kehadiran dan perlindungan-Nya.
Dia-lah benteng hidup kita, kepada siapakah kita harus takut/gentar? (Mzm. 27:1)
Sumber: Renungan Tiga Titik
Oleh M. Maria Novita
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkaulah terang dan keselamatan kami, benteng hidup kami.
Ampunilah kami karena terkadang berpaling dari-Mu. Dalam ketakutan dan kelemahan, seruan kami dijawab oleh-Mu. Segala puji dan syukur hanya bagi-Mu, Yang Maha Kasih, Maha Adil dan murah hati. Amin.
Demikian renungan harian Katolik, Minggu 16 Mei 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapannya. Semoga Tuhan selalu melindungi kita ya, detikers!


