Pemerintah akan menggelar sidang isbat untuk menentukan waktu pasti perayaan Hari Raya Idul Adha 2026. Lantas kapan pelaksanaan sidang isbat Idul Adha 2026?
Melansir laman Kementerian Agama RI, sidang isbat untuk menetapkan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah merupakan praktik keagamaan khas di Indonesia. Sidang ini dipimpin oleh Menteri Agama, dihadiri oleh MUI, Komisi VIII DPR RI, ahli-ahli falak dari Ormas Islam, wakil dari Mahkamah Agung, dan astronom dari berbagai lembaga dan universitas.
Tahun ini, pelaksanaan sidang isbat untuk penentuan 1 Dzulhijjah 1447 dan Idul Adha 2026 yang jatuh pada 10 Dzulhijjah 1447 akan dilaksanakan pada Minggu 17 Mei 2026. Hal ini diumumkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) melalui unggahan di Instagram resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang ini menjadi penentu awal pelaksanaan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia," tulis Bimas Islam dalam unggahan Instagramnya, dikutip detikSulsel pada Kamis (14/5/2026).
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta. Pelaksanaannya sendiri bertepatan dengan tanggal 29 Zulkaidah 1447 H dalam penanggalan Hijriah.
Untuk lebih jelasnya, berikut rincian jadwal sidang isbat Idul Adha 2026:
- Hari, tanggal : Minggu, 17 Mei 2026 (29 Zulkaidah 1447 H)
- Tempat : Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Tahapan Sidang Isbat Idul Adha 2026
Sidang isbat dilakukan dengan sejumlah tahapan. Menyadur laman Kementerian Agama, sidang isbat umumnya terdiri dari 3 tahapan, yaitu seminar posisi hilal, verifikasi hasil rukyatul hilal, dan konferensi pers hasil sidang isbat.
Berikut penjelasannya:
1. Seminar Posisi Hilal
Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal untuk memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Seminar ini disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik.
2. Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal
Pada tahapan ini, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
3. Konferensi Pers Hasil Sidang Isbat
Setelah dilakukan verifikasi, hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers. Hasil inilah yang nantinya menjadi rujukan bersama bagi umat Islam di Indonesia.
Urgensi dan Fungsi Sidang Isbat
Selain sebagai sarana pemerintah untuk menetapkan awal bulan Hijriah dengan mempertimbangkan perhitungan hisab dan rukyatul hilal, sidang isbat juga memiliki urgensi dan fungsi lain yang perlu dipahami dan dilestarikan.Berikut beberapa diantaranya yang dijelaskan Kemenag RI dalam laman resminya:
- Sidang isbat mempertimbangkan dua metode hisab dan rukyat sebagai upaya meneladani sunnah rasul dalam penetapan awal bulan qamariyyah. Dua metode penentuan awal bulan tersebut, yakni hisab dan rukyat, disebut dalam Al-Qur'an dan hadits. Keduanya, semestinya saling melengkapi, menyempurnakan dan mendukung. Sidang Isbat merangkul dan mengakomodasinya lalu memusyawarahkan untuk diputuskan bersama.
- Sidang isbat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat.
- Sidang isbat merupakan momen promosi perkembangan ilmu falak/ astronomi dan perayaan integrasi ilmu fiqh (ilmu agama) dan ilmu astronomi (ilmu umum). Di sini, antara astronom dan ahli fiqh bekerja sama, saling membutuhkan dan tidak ada sikap saling menegasikan.
(alk/alk)
