Operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), berjalan sukses. Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto yang turut memimpin misi kemanusiaan memastikan proses evakuasi berjalan maksimal dan lancar meski tim gabungan sempat menghadapi medan berat dan aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.
Gunung Dukono dilaporkan mengalami erupsi pada Jumat (8/5) dengan letusan abu vulkanik mencapai sekitar 10 ribu meter di atas puncak kawah. Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi 20 pendaki yang dilaporkan terjebak di kawasan gunung tersebut.
"Kami mengerahkan seluruh kemampuan personel dan peralatan untuk memastikan proses pencarian dan evakuasi berjalan maksimal. Sinergi antara TNI/Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan relawan menjadi kunci keberhasilan operasi ini," kata Dody dalam keterangannya, dikutip Kamis (14/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dody menjelaskan, sejak menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan rapat koordinasi dan pembagian tugas. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan tim penyelamat sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
Selain bergerak cepat, kordinasi yang baik juga diperlukan mengingat jalur pendakian menuju lokasi korban sangat berbahaya karena tertutup material pasir vulkanik dengan ketebalan bervariasi. Selain itu, ancaman erupsi susulan dan hujan abu vulkanik masih kerap terjadi selama operasi berlangsung.
"Selain medan yang curam dan sulit dijangkau, tim evakuasi juga harus menghadapi cuaca ekstrem serta aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif," ujarnya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan utama bagi tim gabungan saat melakukan proses evakuasi korban. Dody mengungkapkan, sejumlah korban terpaksa dievakuasi menggunakan tandu dan digotong dengan berjalan kaki oleh tim penyelamat
"Sejumlah korban terpaksa ditandu dan dibawa secara manual melewati lereng terjal karena keterbatasan akses pendukung," tuturnya.
Dody memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan operasi penyelamatan resmi berakhir pada Minggu (10/5). Ia merinci, sebanyak 17 pendaki berhasil diselamatkan meski mengalami luka dan gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Sementara tiga pendaki lainnya dinyatakan meninggal dunia.
"Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kami mengapresiasi dedikasi seluruh personel serta relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini," tuturnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan aktivitas pendakian Gunung Dukono resmi ditutup permanen sejak Sabtu (8/5). Ia juga mendorong pengawasan di kawasan gunung api aktif tersebut diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang.
Dody pun meminta masyarakat untuk senantiasa memantau informasi resmi dari Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Dukono. Ia turut mengimbau masyarakat dan pecinta alam agar tidak melakukan aktivitas pendakian maupun memasuki kawasan Gunung Dukono demi alasan keselamatan.
"Aktivitas Gunung Dukono masih berstatus waspada sehingga masyarakat diminta tetap mematuhi rekomendasi PVMBG dan tidak beraktivitas di radius berbahaya gunung tersebut," tutup Dody.
