Siswi SMA di Luwu Timur Curhat Juara 1 Lomba Baca Puisi Dianulir Panitia

Siswi SMA di Luwu Timur Curhat Juara 1 Lomba Baca Puisi Dianulir Panitia

Ahmad Al Qadri - detikSulsel
Rabu, 13 Mei 2026 21:14 WIB
Siswi SMA 8 Luwu Timur, Fatimah Azzahra (17) juara 1 lomba baca puis FLS3N, tapi dianulir panitia.
Foto: Siswi SMA 8 Luwu Timur, Fatimah Azzahra (17) juara 1 lomba baca puisi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tapi dianulir panitia. (Dok. Istimewa)
Luwu Timur -

Siswi SMA 8 Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatimah Azzahra (17) curhat juara 1 lomba baca puisi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) dianulir panitia. Pengumuman juara tiba-tiba dianulir dua hari setelah lomba.

"Sudah diumumkan juara satu awalnya, tiba-tiba dapat info dari anak OSIS katanya dibatalkan juaraku jadi juara 2 sekolahku SMA 8 dan SMA 5 Malili juara 1," kata Fatimah kepada detikSulsel, Rabu (13/5/2026).

Pengumuman tersebut awalnya dikeluarkan panitia pada Sabtu (9/5) pagi. Fatimah menuturkan, informasi pembatalan diketahui usai salah satu anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) memberitahunya pada Senin (11/5) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti saya tahu pas ka natanya ka anak OSIS, kemudian saya coba konfirmasi pendamping dan kepala sekolah ternyata betul dibatalkan, alasannya salah ketik bede panitia," bebernya.

ADVERTISEMENT

Fatimah mengaku heran dengan alasan pembatalan tersebut. Dia menyayangkan panitia melakukan pembatalan tanpa melakukan konfirmasi kepadanya terlebih dahulu.

"Kalau mau dibilang aneh ya aneh sekali, kok bisa salah ketik? angka 5 dan 8 itu jauh, itu aneh," ucap Fatimah.

"Kalaupun juga memang dianulirkan bisa dikonfirmasi juga ke saya yang ikut lomba, ini saya tahunya dari teman, pastilah kita juga malu," sambungnya.

Dia menambahkan, setelah melakukan protes kepada pihak sekolah dirinya kemudian diberikan sebuah surat permohonan maaf. Permohonan maaf itu pun juga cuma ditulis tangan.

"Anehnya itu surat permohonan maaf juga ditulis tangan, tidak ada stempel dan tidak tahu dari mana sumbernya," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA 8 Tomoni, Bakhtiar membenarkan adanya pembatalan juara tersebut. Menurutnya, informasi tersebut diperolehnya dari panitia cabang dinas pendidikan wilayah XII.

"Untuk informasi terkait dianulirnya dari juara satu ke kedua itu udah disampaikan pak Kasi SMA (cabang dinas pendidikan wilayah XII) dan juga dah saya teruskan ke pembinanya," singkatnya.



(ata/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads