Setiap tanggal dalam kalender memiliki makna dan peringatan tersendiri di berbagai belahan dunia, termasuk tanggal 9 Mei 2026. Pada tanggal ini, terdapat sejumlah momen penting yang berkaitan dengan sejarah, perjuangan, hingga kesehatan.
Lantas, tanggal 9 Mei memperingati apa?
Di Indonesia sendiri tidak terdapat hari besar nasional yang diperingati pada tanggal tersebut. Namun, di beberapa negara lain terdapat peringatan penting seperti Hari Kemenangan Rusia, Hari Pembebasan Guernsey di Britania Raya, dan Hari Kesadaran Sindrom Cornelia De Lange di Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing peringatan tersebut memiliki latar belakang dan makna yang berbeda, mulai dari mengenang peristiwa Perang Dunia II hingga meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kesehatan langka.
Untuk mengetahuinya lebih dalam, simak ulasan selengkapnya yang dilansir dari laman National Today di bawah ini!
1. Hari Kemenangan Rusia
Hari Kemenangan Rusia diperingati setiap 9 Mei untuk mengenang kemenangan Uni Soviet atas Jerman dalam Perang Dunia II. Hari tersebut menjadi hari libur nasional dan identik dengan parade militer besar-besaran.
Penetapan tanggal 9 Mei berkaitan dengan penandatanganan menyerahnya Jerman pada akhir Perang Dunia II. Saat dokumen penyerahan ditandatangani di Berlin, waktu di Moskow sudah melewati tengah malam sehingga Rusia memperingatinya pada 9 Mei.
Pada masa awal Uni Soviet, peringatan Hari Kemenangan tidak selalu dirayakan secara meriah. Bahkan pemimpin Soviet saat itu, Joseph Stalin, sempat memilih untuk mengabaikan perayaan tersebut selama bertahun-tahun, karena menganggap Hari Kemenangan Rusia adalah warisan Perang Dunia II yang ingin dilupakan.
Perayaan Hari Kemenangan Rusia ini mulai berubah pada 1965 ketika veteran Perang Dunia II, Leonid Brezhnev, menjadi pemimpin partai tertinggi di Uni Soviet. Sejak saat itu, Hari Kemenangan Rusia diperingati dengan parade militer, begitu pula dengan perayaan besar lainnya.
Selama perkembangannya, Hari Kemenangan bukan hanya menjadi momen mengenang korban perang, tetapi juga ajang menunjukkan kekuatan militer Rusia. Parade biasanya menampilkan tank, pesawat tempur, hingga rudal nuklir terbaru negara tersebut.
Meski begitu, tidak semua warga Rusia menyukai perayaan yang terlalu megah tersebut. Sejak 2011, banyak warga mengikuti "Immortal Regiment March" atau "Pawai Resimen Abadi" dengan membawa foto anggota keluarga yang meninggal akibat perang sebagai pengingat akan besarnya pengorbanan yang terjadi.
Tradisi itu terus dilakukan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para korban Perang Dunia II. Pawai tersebut menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan dan dampak perang, berbeda dengan perayaan resmi negara yang lebih menonjolkan kejayaan militer.
2. Hari Pembebasan Guernsey di Britania Raya
Tanggal 9 Mei juga diperingati sebagai Hari Pembebasan Guernsey di Britania Raya. Peringatan ini menandai bebasnya pulau Guernsey dari pendudukan Jerman selama Perang Dunia II.
Guernsey merupakan salah satu wilayah dependensi kerajaan di Kepulauan Channel, yang terletak di Selat Inggris, di antara Inggris dan Prancis. Pertahanan dan hubungan internasional pulau ini berada di bawah tanggung jawab Britania Raya.
Jerman mulai menduduki Guernsey pada 30 Juni 1940, sekitar delapan bulan setelah Perang Dunia II dimulai. Saat itu, pemerintah Inggris memutuskan untuk tidak mempertahankan pulau tersebut ketika serangan Jerman mulai terjadi.
Pesawat-pesawat Jerman kemudian meluncurkan bom di pelabuhan St Peter Port, ibu kota Guernsey. Dua hari setelah serangan itu, pasukan Jerman mulai mendarat dan mengibarkan bendera mereka di pulau tersebut.
Sebelum invasi berlangsung, separuh penduduk, termasuk anak-anak, dievakuasi ke Inggris. Selama hampir lima tahun pendudukan, Guernsey menjadi satu-satunya wilayah Inggris yang berhasil dikuasai Adolf Hitler.
Masa pendudukan itu meninggalkan banyak kehilangan bagi warga Guernsey, mulai dari keluarga, rumah, hingga nyawa. Kini, Hari Pembebasan Guernsey diperingati sebagai simbol perjuangan dan ketangguhan masyarakat pulau tersebut.
3. Hari Kesadaran Sindrom Cornelia De Lange di Amerika Serikat
Masyarakat Amerika Serikat memperingati Hari Kesadaran Sindrom Cornelia De Lange setiap Sabtu kedua di bulan Mei. Pada tahun 2026, peringatan tersebut jatuh pada 9 Mei dan telah diperingati sejak tahun 1989.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Sindrom Cornelia De Lange yang masih belum begitu dikenal. Selain itu, momen penting ini juga diharapkan dapat mengurangi stigma terhadap para penyintas dan keluarganya.
Sindrom Cornelia De Lange sendiri merupakan kelainan genetik langka yang juga dikenal dengan sebutan Sindrom Bushy atau kerdil Amsterdam. Gejala sindrom ini umumnya sudah terlihat sejak lahir atau pada masa kanak-kanak awal.
Temuan mengenai Sindrom Cornelia De Lange sudah ada sejak tahun 1916. Kondisi ini kemudian dideskripsikan lebih lanjut oleh dokter anak asal Belanda, Cornelia de Lange, pada 1933 sehingga sindrom tersebut dinamai sesuai namanya.
Penderita sindrom ini umumnya memiliki ciri fisik dan perkembangan tertentu, seperti ukuran kepala kecil dan berat badan di bawah rata-rata. Selain itu, mereka juga dapat mengalami keterlambatan perkembangan intelektual, gangguan pada anggota tubuh, kesulitan makan, kejang, hingga kelainan jantung.
Demikianlah ulasan mengenai daftar peringatan penting di tanggal 9 Mei 2026. Semoga menambah wawasan ya, detikers!
(urw/urw)











































