Dosen Unhas Jadi Narasumber Workshop Pengisian LKE Zona Integritas di FKIK ULM

Dosen Unhas Jadi Narasumber Workshop Pengisian LKE Zona Integritas di FKIK ULM

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Sabtu, 25 Apr 2026 10:50 WIB
Dosen Unhas Ishaq Rahman menjadi narasumber di FKIK ULM.
Dosen Unhas Ishaq Rahman menjadi narasumber di FKIK ULM. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Workshop Pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas. Dua dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) dihadirkan sebagai narasumber pada kegiatan ini.

Workshop berlangsung di Ruang Senat Lantai 6 Kampus FKIK ULM, Jl Veteran Sungai Bilu, Banjarmasin, pada 23-24 April 2026. Dua narasumber dari Unhas yakni Ishaq Rahman dan Rahmatullah Djafar, yang tergabung dalam Tim Penilai PTN (TPPTN) Unhas.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum FKIK ULM, Neka Erlyani menegaskan FKIK merupakan satu dari tiga fakultas yang mendapatkan mandat untuk membangun Zona Integritas di lingkungan ULM. Maka dari itu, penguatan dilakukan melalui workshop ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, penguatan kapasitas melalui workshop menjadi langkah strategis guna memastikan implementasi ZI berjalan optimal," kata Neka dalam keterangannya.

Dalam sesi pemaparan materi, Ishaq Rahman menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak semata-mata soal pemenuhan administrasi, melainkan proses perubahan nyata dalam organisasi. Ia menjelaskan bahwa ZI bertujuan menciptakan unit kerja yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Ishaq mengingatkan bahwa LKE hanyalah alat ukur. Fokus utama seharusnya terletak pada implementasi perubahan yang konkret.

"Jangan terjebak hanya pada pengisian LKE tanpa melakukan aksi nyata," tegas Ishaq.

Ia juga menguraikan sejumlah faktor strategis dalam pembangunan ZI, di antaranya komitmen pimpinan sebagai penggerak utama, diikuti komitmen seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu, penting untuk menghadirkan kemudahan dalam pelayanan, mengembangkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, serta mengkomunikasikan capaian kepada publik secara efektif.

Workshop ini diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari para manajer area serta seluruh tim Zona Integritas FKIK ULM. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait implementasi indikator ZI di tingkat fakultas.

Ketua Unit Zona Integritas FKIK ULM, Nana Astriana Hasibuan mengungkapkan banyak sekali manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini.

"Kami sebenarnya telah melakukan pengisian LKE Zona Integritas tahun ini. Namun banyak hal yang masih perlu dibenahi. Workshop ini memberi pengetahuan dan juga motivasi kepada kami untuk peningkatan kualitas pembangunan zona integritas dan pengisian LKE ke depan nantinya," kata Nana.

Pada sesi penutupan, Dekan FKIK ULM, Syamsul Arifin menyampaikan apresiasi atas kontribusi narasumber dari Unhas. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil workshop, termasuk mendorong pembentukan TPPTN serta Tim Reformasi Birokrasi (RB) di tingkat universitas.

"Ini menjadi komitmen kami untuk memastikan tata kelola di lingkup FKIK berjalan sesuai prinsip-prinsip integritas," kata Syamsul.



(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads