Renungan Harian Katolik Sabtu 25 April 2026: Transformasi Jati Diri

Renungan Harian Katolik Sabtu 25 April 2026: Transformasi Jati Diri

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Sabtu, 25 Apr 2026 08:31 WIB
Renungan harian Katolik Sabtu, 25 Maret 2026
Ilustrasi renungan harian (Foto: Gemini AI
Makassar -

Renungan Harian Katolik Sabtu, 25 April 2026 mengajak umat untuk merenungkan makna transformasi jati diri dalam terang iman. Perubahan hidup yang sejati tidak hanya tampak dari luar, tetapi berakar dari hati yang terbuka pada karya Tuhan.

Melalui renungan hari ini, umat diajak untuk melihat kembali perjalanan iman masing-masing, serta membuka hati terhadap pembaruan yang ditawarkan Tuhan. Dengan demikian, setiap pribadi dapat semakin bertumbuh dan memancarkan jati diri yang selaras dengan nilai-nilai Kristiani.

Nah, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik Sabtu, 25 April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk, simak selengkapnya!

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 April 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

ADVERTISEMENT

Bacaan I: 1 Ptr 5:5b-14

Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.

Dengan perantaraan Silwanus, yang kuanggap sebagai seorang saudara yang dapat dipercayai, aku menulis dengan singkat kepada kamu untuk menasihati dan meyakinkan kamu, bahwa ini adalah kasih karunia yang benar-benar dari Allah. Berdirilah dengan teguh di dalamnya!

Salam kepada kamu sekalian dari kawanmu yang terpilih yang di Babilon, dan juga dari Markus, anakku.

Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. Damai sejahtera menyertai kamu sekalian yang berada dalam Kristus. Amin.

Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.6-7.16-17

Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:

Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi?

Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya.

karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.

Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.

Bacaan Injil: Mrk 16:15-20

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Renungan Hari Ini: Transformasi Jati Diri

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk." (Mrk. 16:15)

Perjalanan hidup seseorang yang mulanya biasa saja, bahkan penuh keterbatasan, tidak selalu akhir dari segalanya. Andy Flores Noya, contohnya. Belitan kemiskinan, penderitaan, dan kekerasan hidup menjadikan dirinya selalu berbagi, menebar kebaikan, dan percaya bahwa niat baik akan menemukan jalannya.

Ucapan sederhana gurunya di kelas IV SD dan belas kasih ibunya menjadi doa dan penyemangat dalam meraih masa depan.

Siapa tidak kenal karyanya, program TV edukatif-inspiratif, 'Kick Andy'? Juga BenihBaik.com, sebuah jejaring penggalangan dana bagi yang mengalami kesulitan dukungan terkait isu sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Kepahitan masa lalu disadarinya sebagai rencana Tuhan untuk bertransformasi menjadi seorang tokoh teladan.

Injil hari ini berbicara tentang pemberdayaan para murid. Apa pun latar belakang dan kelemahan mereka, untuk tugas misioner ke seluruh dunia dan kepada segala mahluk.

Yesus yang bangkit dan menampakkan diri-Nya, tentu sangat berdampak membentuk jati diri mereka. Ia memberi para murid arah dan tujuan hidup yang jelas, kepercayaan diri, dan ketahanan mental.

Tanda-tandanya luar biasa: mengusir setan, fasih berbahasa yang baru, memegang ular berbisa, minum racun mematikan tanpa celaka, juga menyembuhkan orang sakit dalam nama Kristus.

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Markus. Dia adalah kemenakan Barnabas yang 'kabur' di tengah perjalanan misioner Paulus dan Barnabas ke Antiokhia.

Namun, kelak pelayanan Markus dipuji Paulus (2Tim. 4:11), bahkan Markus dianggap anak oleh Santo Petrus seperti dalam bacaan pertama hari ini.

Transformasi jati diri dari seorang 'anak nakal' menjadi orang yang amat berguna dibuktikan oleh Santo Markus sebagai sekretaris Petrus, teman sekerja Paulus, tokoh penting jemaat perdana non-Yahudi, dan penulis Injil paling tua (sebelumnya diwartakan lisan).

Injil Markus berlambang singa bersayap menjadi referensi penting bagi Injil Sinoptik dan pembelajar pemula Kitab Suci. Beliau adalah Uskup Alexandria (koptik) yang mati dibunuh sebagai martir.

Marilah kita tunjukkan jati diri kita, sebagai umat pilihan Allah dan saksi Kristus sejati yang diutus walaupun kita penuh dosa dan kesalahan masa lalu!

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: H.S. Haryanto Tanudjaja

Doa Penutup

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah memilih kami menjadi murid-Mu. Semoga kuasa dan kasih-Mu selalu menyertai kami dalam proses transformasi jati diri, sehingga yang semula jadi masalah dan beban, dapat menjadi umat misioner sejati. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Sabtu, 25 April lengkap dengan bacaan dan doanya. Tuhan memberkati!




(urw/urw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads