Renungan Harian Katolik Rabu 22 April 2026: Roti yang Mengenyangkan Hati

Renungan Harian Katolik Rabu 22 April 2026: Roti yang Mengenyangkan Hati

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Rabu, 22 Apr 2026 08:00 WIB
Renungan Harian Katolik
Ilustrasi renungan Katolik (Foto: Pixabay)
Makassar -

Melalui bacaan Kitab Suci hari ini, umat diajak untuk menyadari bahwa Yesus adalah roti kehidupan yang tidak hanya mengenyangkan tubuh, tetapi juga memuaskan dahaga terdalam manusia. Ia hadir untuk memberi ehidupan yang kekal dan meneguhkan iman setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Renungan Rabu, 22 April 2026 mengajak kita untuk meenungkan makna "roti yang mengenyangkan hati", yakni kehadiran Kristus yang menjadi sumber kekuatan, pengharapan, dan kasih dalam setiap langkah kehidupan. Nah, berikut bacaan Kitab Suci, teks Mazmur Tanggapan, hingga renungan Katolik Selasa, 21 April 2026.

Yuk, simak selengkapnya!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik Hari Ini 22 April 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Kis 8:1b-8

Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.

ADVERTISEMENT

Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat.

Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.

Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.

Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.

Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.

Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

Mazmur Tanggapan: Mzm 66:1-3a,4-5,6-7a

Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!

Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.

Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." Sela

Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:

Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,

yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri.

Bacaan Injil: Yoh 6:35-40

Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Renungan Hari Ini: Roti yang Mengenyangkan Hati

"Kata Yesus kepada mereka, "Akulah roti kehidupan. Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi." (Yoh. 6:35)

Dalam Injil hari ini Yesus berkata, "Akulah roti kehidupan. Siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi" (Yoh. 6:35).

Yesus menyingkapkan bahwa manusia memiliki kelaparan terdalam yang tidak dapat dipuaskan oleh keberhasilan, harta, atau pengakuan dunia. Hanya Kristus yang sanggup mengenyangkan hati manusia, sebab Ia memberikan diri-Nya sebagai kehidupan bagi dunia.

Pernyataan ini mencapai makna paling nyata dalam Ekaristi, ketika Kristus sungguh hadir sebagai Roti Hidup yang memberi kekuatan, pengharapan, dan janji kebangkitan pada akhir zaman (Yoh. 6:39-40).

Suatu pagi di kota Turin, Italia, seorang pemuda berjalan menuju gereja sebelum memulai aktivitasnya. Ia adalah Pier Giorgio Frassati, seorang mahasiswa yang ceria, pecinta gunung, dan sekaligus sahabat bagi banyak orang miskin.

Di tengah kesibukan kuliah, persahabatan, dan kegiatan sosialnya, ada satu kebiasaan yang hampir tidak pernah ia tinggalkan: menghadiri Misa dan menerima Tubuh Kristus setiap hari. Bagi Frassati, Ekaristi bukan sekadar kewajiban rohani, melainkan sumber kekuatan yang memberi arah bagi seluruh hidupnya.

Bayangkan, di tengah hiruk-pikuk kota yang ramai, ada seorang pemuda yang dengan setia memulai harinya dengan Misa, sebuah kesaksian sederhana bahwa perjumpaan dengan Kristus adalah hal paling penting dalam hidupnya.

Suatu kali seorang temannya bertanya dari mana ia memperoleh tenaga untuk melayani begitu banyak orang miskin.

Frassati menjawab singkat, "Tanpa Ekaristi, aku tidak mampu." Setelah hadir dalam Misa dan menerima komuni, ia sering pergi ke gang-gang kota Turin membawa roti, obat, atau pakaian bagi mereka yang membutuhkan.

Baginya, Ekaristi bukan sekadar doa di gereja, melainkan sumber hidup yang menggerakkan kasih. Hidup Frassati menunjukkan bahwa ketika seseorang sungguh menerima Kristus sebagai Roti Hidup, hidupnya tidak berhenti pada doa pribadi, tetapi berubah menjadi kasih nyata bagi sesama.

Marilah kita datang kepada Kristus, sebab hanya Dia yang dapat mengenyangkan hati kita dan mengubah hidup kita menjadi berkat bagi orang lain.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Rita Clara

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkaulah Roti Hidup yang mengenyangkan hati kami. Bangkitkanlah dalam diri kami kerinduan akan Ekaristi, agar kami dipenuhi kasih-Mu dan mampu membagikan kasih itu kepada sesama. Amin.

Demikian renungan harian Katolik Rabu, 22 April lengkap dengan bacaan dan doanya. Semoga bermanfaat!



(urw/urw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads