Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah menelusuri lokasi kemunculan video viral sekelompok pria minum oli dengan dalih bisa menambah stamina. Hingga kini, Dinkes Sulsel mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
"Belum ada info dan laporan terkait di mana lokasi tersebut dan akan dikoordinasikan lebih lanjut ke Dinkes kota bila sudah teridentifikasi," kata Kadinkes Sulsel Evi Mustikawati Arifin kepada detikSulsel, Minggu (12/4/2026).
Evi menegaskan pihaknya akan terus menelusuri untuk mengungkap identitas orang dalam kelompok tersebut dan lokasi kejadiannya. Langkah ini dilakukan untuk mencegah perilaku serupa ditiru masyarakat, mengingat praktik mengonsumsi oli sangat berbahaya bagi kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tubuh manusia dirancang untuk memproses zat biologis seperti air, karbohidrat, protein serta lemak alami, (dan) oli mesin itu tidak larut dengan baik dalam cairan tubuh. Intinya secara medis dan standar kesehatan tidak dianjurkan," tuturnya.
Sementara itu, Kadinkes Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan belum dapat memastikan video yang menunjukkan lima orang minum oli tersebut terjadi di Makassar. Pihaknya juga masih menelusuri lokasi video minum oli tersebut bersama seluruh tenaga puskesmas, termasuk wilayah Puskesmas yang sempat diduga menjadi lokasi video tersebut direkam.
"Laporan Kapusnya bukan warga Kota Makassar," kata Nursaidah kepada detikSulsel, Kamis (9/4).
Kepala Puskesmas (Kapus) Tamalate, Musherianti mengungkap pihaknya langsung berkoordinasi dengan kelurahan saat muncul dugaan video tersebut direkam di Kelurahan Bonto Duri, Kecamatan Tamalate. Namun hasil penelusuran tidak menemukan adanya warga yang mengetahui kejadian itu.
"Sejak dikabari Kadis (Kesehatan Makassar), langsung saya berkoordinasi dengan Lurah Bonto Duri. Kebetulan Lurah lagi di lapangan waktu itu, dia cari semua, dia langsung kasih masuk di grup RT/RW-nya dan itu jawabannya semua RT/RW-nya nda ada yang tahu," tuturnya
Musherianti menyebut, pihaknya juga telah melakukan pencarian dengan mengerahkan seluruh kader di tiap wilayah binaan Puskesmas Tamalate. Namun, hasil yang diperoleh juga nihil, warga tidak mengetahui orang-orang di dalam video tersebut.
"Jadi langsung juga bidanku koordinasi ke grup kadernya, nda ada yang tahu itu orang-orangnya," ujarnya.
Upaya penelusuran juga tengah dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Gowa menyusul viralnya video tersebut. Kadinkes Gowa, Abdul Haris Usman menyebut pihaknya belum bisa memastikan kejadian tersebut terjadi di wilayahnya.
"Belum ada info dan tidak ada petunjuk dalam video kalau itu terjadi di wilayah Gowa," tutur Haris kepada detikSulsel, Jumat (10/4)
Namun ia menegaskan, pihaknya akan terus menelusuri video tersebut. Ia juga telah membentuk tim untuk untuk menghimpun informasi awal guna mengidentifikasi pelaku dalam video tersebut.
"Tim kami juga sedang telusuri untuk cari info terkait tempat, waktu dan warga dari mana itu," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, media sosial dihebohkan oleh sekelompok pria yang tengah meminum oli secara bergiliran dengan dalih memperkuat stamina. Belum diketahui pasti lokasi dan waktu kejadian tersebut, namun diduga kejadian itu terjadi di Makassar.
"Oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram. Artinya, minum oli itu haram karena bukan minuman," kata Sekretaris MUI Sulsel Prof Muammar Bakry menanggapi video tersebut, Kamis (9/4).
Dalam video yang beredar, tampak seorang pemuda tengah membuka oli yang kemasannya tersegel. Pemuda itu kemudian menuangkan oli dalam gelas plastik kecil setelah mencoba meminum memakai tutup botol.
Pemuda itu lalu memberikan oli lainnya ke sejumlah pria yang mengenakan peci dan berpakaian muslim. Seorang pria lainnya terdengar meminta agar menuangkan oli setinggi dua ruas jari gelas itu sebelum dikonsumsi.
(asm/hsr)
