Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Madi di Kabupaten Paniai, Papua Tengah kebakaran. Sejumlah pasien yang tengah menjalani perawatan dievakuasi dari ruang perawatan.
"Api pertama terlihat dari ruang terpadu RSUD Paniai sehingga petugas cleaning service dan beberapa petugas lainnya berupaya memadamkan api. Setelah api dipadamkan, muncul titik api lainnya dari ruang yang sama sehingga menyebabkan api semakin membesar dan membakar ruang terpadu," kata Kapolres Paniai, AKBP Roycke Betaubun kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Peristiwa kebakaran RSUD Paniai, Papua Tengah terjadi pada Selasa (7/4) sekitar pukul 11. 40 WIT. Api dengan cepat membesar karena bangunan rumah sakit tersebut terdiri dari 80 persen terbuat dari kayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bangunan RSUD 80 persen terbuat dari kayu sehingga menyebabkan api cepat membesar dan melahap bagian dalam ruangan terpadu," ungkapnya.
Ia mengatakan api yang semakin membesar membuat petugas di RSUD meminta pertolongan ke Mapolres Paniai. Puluhan personel langsung dikerahkan ke lokasi untuk membantu memadamkan api.
"Saya memimpin langsung anggota menuju lokasi. Sampai di sana kami fokus untuk mengevakuasi ibu-ibu dan anak-anak dari ruang isolasi anak karena ruangan itu berbatasan langsung dengan ruang terpadu yang terbakar," jelasnya.
Saat proses evakuasi berlangsung sejumlah personel Polres Paniai terluka karena terkena serpihan kaca akibat ledakan tabung oksigen (O2).
"Pada saat evakuasi pasien dari ruang isolasi anak, ada satu tabung oksigen besar meledak sehingga menyebabkan kaca-kaca ruangan pecah dan serpihan kacanya mengenai pak Kasat Samapta dan Kanit Sosbud Intelkam Polres Paniai di bagian badan, leher dan kaki," ungkapnya.
"Beruntung kami juga berhasil mengambil 11 tabung oksigen besar di dalam ruang terpadu. Jika tidak sempat diambil dan semuanya meledak, kemungkinan seluruh rumah sakit ludes terbakar," tambahnya.
Ia menegaskan untuk memadamkan api, satu mobil water canon milik Polres Paniai dibantu mobil penyuplai air milik BPBD Paniai dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan setelah dua jam proses pemadaman.
"Kurang lebih dua jam api berhasil dikendalikan dengan kondisi seluruh bangunan ruang terpadu ludes terbakar. Untuk korban jiwa tidak ada, semua pasien berhasil dievakuasi dari ruangan. Sementara untuk kerugian materil mencapai Rp 3-4 miliar," bebernya.
