Kapolda Papua Tengah, Brigjen Jermias Rontini resmi mencopot Kapolres Dogiyai Kompol Y Mince Mayor. Pencopotan itu diduga imbas rentetan kericuhan beberapa waktu lalu yang membuat satu anggota polisi gugur.
"Sehubungan dengan Surat Perintah nomor Sprin 295/ IV/KEP./2026 tentang pergantian Kapolres Dogiyai, Kompol Y Mince Mayor adalah benar," ujar Kabid Humas Polda Papua Tengah AKBP I Made Suartika, kepada detikcom, Selasa (7/4/2026).
Dia mengatakan Kompol Y Mince diganti sebagai bentuk evaluasi di jajaran Polda Papua Tengah. Pencopotan Kompol Mince terkait dinamika gangguan kamtibmas di wilayah Dogiyai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pergantian ini dilakukan sebagai bentuk evaluasi organisasi. Tetapi juga untuk memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat agar pelayanan serta situasi keamanan dan ketertiban di Dogiyai dapat berjalan lebih optimal," jelasnya.
Jabatan Kapolres Dogiyai kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt) AKBP Denis A. Putra. Suartika pun berharap Denis A dapat menjalankan tugas dengan baik dan mengatasi persoalan di lapangan.
Suartika menambahkan bahwa diduga ada 5 korban dari masyarakat terkait kericuhan beberapa waktu lalu di Dogiyai. Namun pihaknya masih melakukan pendalaman terkait informasi yang beredar.
"Informasi 5 korban masyarakat sipil akibat kericuhan di Dogiyai sampai saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan oleh itwasum Polri dan tim polda Papua Tengah tentang kebenarannya," ungkapnya.
Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung langkah-langkah yang diambil Polri demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Dogiyai.
Diberitakan sebelumnya, Polda Papua Tengah melaporkan total tiga polisi menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Kabupaten Dogiyai. Seorang di antaranya gugur akibat dibacok, sedang dua lainnya luka-luka akibat ditembak dan dipanah.
Insiden bermula saat seorang personel Polres Dogiyai berinisial JE (24) ditemukan tewas mengenaskan di Pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Selasa (31/3) sekitar pukul 10.40 WIT. Kasus penyerangan lantas direspons dengan cara polisi melakukan patroli di sekitar lokasi penyerangan.
"Saat patroli lanjutan di Jalan Trans Nabire-Enaro, Kampung Ikamenida, personel Polres Dogiyai mendapat serangan dari sekelompok masyarakat," ujar Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini kepada wartawan, Kamis (2/4).
Menurut Jeremias, massa tersebut melakukan provokasi dengan melepaskan anak panah ke arah petugas. Mirisnya, serangan massa melukai seorang anggota Polri.
"Dalam insiden itu, seorang anggota berinisial Bripda AR mengalami luka tembak senjata PCP di bagian bahu kiri," tuturnya.
Situasi ternyata terus memanas hingga serangan terhadap kepolisian kembali terjadi pada pukul 18.30 WIT. Massa melakukan penyerangan ke Mapolres Dogiyai.
"Sekelompok massa menyerang personel Polres Dogiyai hingga ke Mako Polres menggunakan panah dan batu. Akibatnya, seorang anggota lainnya berinisial AY terkena anak panah di bahu belakang sebelah kanan," ucap Jermias.
