Update Penyerangan Polisi di Dogiyai: 1 Gugur, 2 Lainnya Ditembak dan Dipanah

Papua Tengah

Update Penyerangan Polisi di Dogiyai: 1 Gugur, 2 Lainnya Ditembak dan Dipanah

Paulus Pulo - detikSulsel
Kamis, 02 Apr 2026 11:36 WIB
Aparat kepolisian dikerahkan melakukan penanganan kericuhan di Dogiyai.
Foto: Aparat kepolisian dikerahkan melakukan penanganan kericuhan di Dogiyai. (dok. Istimewa)
Dogiyai -

Polda Papua Tengah melaporkan total tiga polisi menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Kabupaten Dogiyai. Seorang di antaranya gugur akibat dibacok, sedang dua lainnya luka-luka akibat ditembak dan dipanah.

Insiden bermula saat seorang personel Polres Dogiyai berinisial JE (24) ditemukan tewas mengenaskan di Pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Selasa (31/3) sekitar pukul 10.40 WIT. Kasus penyerangan lantas direspons dengan cara polisi melakukan patroli di sekitar lokasi penyerangan.

"Saat patroli lanjutan di Jalan Trans Nabire-Enaro, Kampung Ikamenida, personel Polres Dogiyai mendapat serangan dari sekelompok masyarakat," ujar Kapolda Papua Tengah Brigjen Jermias Rontini kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Jeremias, massa tersebut melakukan provokasi dengan melepaskan anak panah ke arah petugas. Mirisnya, serangan massa melukai seorang anggota Polri.

"Dalam insiden itu, seorang anggota berinisial Bripda AR mengalami luka tembak senjata PCP di bagian bahu kiri," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Situasi ternyata terus memanas hingga serangan terhadap kepolisian kembali terjadi pada pukul 18.30 WIT. Massa melakukan penyerangan ke Mapolres Dogiyai.

"Sekelompok massa menyerang personel Polres Dogiyai hingga ke Mako Polres menggunakan panah dan batu. Akibatnya, seorang anggota lainnya berinisial AY terkena anak panah di bahu belakang sebelah kanan," ucap Jermias.

Jermias memastikan hingga saat ini belum ada laporan korban dari masyarakat sipil. Kendati begitu, aparat keamanan terus melakukan pengamanan intensif di wilayah tersebut.

"Situasi di Kabupaten Dogiyai saat ini dalam keadaan aman dan terkendali. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, korban JE sudah dievakuasi ke RSUD Pratama Dogiyai. Korban meninggal akibat luka bacok pada bagian leher hingga kepala belakang korban.

"Serta luka serius pada jari kelingking dan jari manis tangan kanan yang menyebabkan kedua jari tersebut putus," imbuhnya.




(sar/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads