Pengelola Pantai Ammani Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta maaf atas insiden donat boat yang menimpa wisatawan. Pengelola mengaku akan mengevaluasi keamanan agar wahana wisata dapat dinikmati dengan aman.
"Insiden yang terjadi (5 wisatawan luka akibat terjatuh dari donat boat) menjadi bahan evaluasi bagi pengelola Pantai Ammani," kata Kepala Desa (Kades) Mattirotasi Amor Paturusi kepada detikSulsel, Minggu (5/4/2026).
Ia memastikan insiden donat boat yang terhempas tersebut merupakan kejadian yang tidak disengaja. Pihak operator kurang hati-hati saat bermanuver di pinggir pantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terjadi di luar apa yang kita harapkan dan tanpa kesengajaan. Pihak pengelola juga menyampaikan maaf dan memastikan proses pengobatan korban yang luka," terangnya.
Dia menyampaikan pihaknya akan mengupayakan untuk melakukan pelatihan dengan meminta bantuan pihak dinas pariwisata setelah kejadian itu. Hal ini untuk memastikan seluruh fasilitas wahana yang ada di Pantai Ammani dapat dikelola dengan aman dan nyaman.
"Kita akan membenahi diri, bekerja sama dengan dinas pariwisata untuk melakukan pelatihan-pelatih agar pengelolaan wisata ke depan lebih aman dan nyaman," bebernya.
Berikut video 5 wisatawan Pantai Harapan Ammani di Kabupaten Pinrang terpental dari donat boat:
View this post on Instagram
Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial 5 wisatawan Pantai Harapan Ammani di Kabupaten Pinrang terpental dari donat boat yang gagal bermanuver. Kelimanya mengalami luka memar setelah terlempar ke daratan pinggir pantai.
"Iya, itu video saya dan keluarga saat terjatuh main banana boat," kata salah satu wisatawan, Esty saat dikonfirmasi detikSulsel, Sabtu (4/4).
(asm/hsr)











































