Momen 5 Wisatawan di Pinrang Terlempar dari Donat Boat-Tabrak Anak-anak

Momen 5 Wisatawan di Pinrang Terlempar dari Donat Boat-Tabrak Anak-anak

Muhclis Abduh - detikSulsel
Minggu, 05 Apr 2026 15:18 WIB
Sejumlah wisatawan terlempar dari donat boat di Pantai Ammani Pinrang.
Sejumlah wisatawan terlempar dari donat boat di Pantai Ammani Pinrang. Foto: (dok. Istimewa)
Pinrang -

Sebanyak 5 wisatawan yang sedang berlibur di Pantai Ammani, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) terlempar dari donat boat ke pinggir pantai hingga sempat menabrak anak-anak yang berada di pinggir pantai. Akibatnya kelima wisatawan mengalami luka memar di sekujur tubuh.

Momentum 5 wisatawan terlempar tersebut terjadi di Pantai Harapan Ammani, Desa Mattirotasi, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang pada Selasa (31/3/2026) lalu. Awalnya donat boat bermanuver dari tengah ke bibir pantai dengan cepat.

Manuver yang kurang presisi membuat donat boat tidak terkendali dan merapat ke bibir pantai dan terbanting diterpa angin. Akhirnya para wisatawan yang didominasi perempuan yang berada di atas donat boat tidak mampu mengendalikan tubuh dan terhempas dari donat boat ke pinggir pantai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar terjatuh dengan posisi tidak siap dan dada yang lebih dulu menghantam pantai. Sementara anak-anak yang berjalan di bibir pantai turut terjatuh akibat tertabrak wisatawan yang terhempas dari donat boat.

Para wisatawan yang berada di sekitar lokasi kemudian berlarian ke arah wisatawan yang terjatuh untuk bisa segera mendapatkan perawatan medis.

ADVERTISEMENT

Salah satu korban, Esty mengatakan bahwa ia bersama keluarganya bermain donat boat. Awalnya, operator menjalankan donat boat di tengah laut dan tidak ada satu pun penumpang yang terjatuh.

"Kami ada lima orang naik banana boat dan bermain di tengah laut, semuanya berjalan seru. Tidak ada ombak besar dan kami juga tidak terjatuh," ungkap Esty.

Namun, saat banana boat mulai diarahkan kembali ke pinggir, situasi berubah. Esty menduga pengemudi terlambat melakukan manuver sehingga posisi wahana terlalu dekat dengan bibir pantai.

"Sepertinya pengemudi salah prediksi saat mau berbelok. Kami sudah terlalu dekat ke tepi, dan akhirnya terjadilah kecelakaan," jelasnya.

Pasca kejadian, para korban langsung mendapatkan penanganan medis. Mereka segera diarahkan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

"Kami langsung dibawa ke puskesmas. Dari pihak pengelola juga menyampaikan permintaan maaf dan membantu biaya pengobatan," tuturnya.

Pihak korban tidak sampai menuntut ganti rugi kepada pengelola wahana donat boat. Mereka juga tidak dikenakan biaya saat menggunakan wahana tersebut.

"Kan kami dua kali naik, sempat pertama bayar, kemudian saat pakai lagi dua boat tidak bayar. Kami juga dibawa ke puskesmas dan tidak dikenakan biaya," jelasnya.




(asm/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads