Viral di media sosial 5 wisatawan Pantai Harapan Ammani di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), terpental dari donat boat yang gagal bermanuver. Kelimanya mengalami luka memar setelah terlempar ke daratan pinggir pantai.
"Iya, itu video saya dan keluarga saat terjatuh main banana boat," kata salah satu wisatawan, Esty saat dikonfirmasi detikSulsel, Sabtu (4/4/2026).
Peristiwa itu terjadi di Pantai Harapan Ammani, Desa Mattirotasi, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang pada Selasa (31/3) lalu. Awalnya operator donat boat bermain di tengah laut dan pengunjung tetap bertahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ada 5 orang naik banana boat dan bermain di tengah laut dan semuanya berjalan seru. Tidak ada ombak besar dan kami juga tidak terjatuh," ungkapnya.
Situasi berubah ketika wahana donat boat mulai kembali diarahkan menuju pinggir pantai. Pengemudi kapal yang menarik donat boat diduga terlambat melakukan manuver sehingga posisi wahana terlalu dekat dengan bibir pantai.
"Sepertinya pengemudi salah prediksi saat mau berbelok. Kami sudah terlalu dekat ke tepi, dan akhirnya terjadilah kecelakaan," jelas Esty.
Berikut video saat wisatawan Pantai Harapan Ammani terpental dari donat boat:
View this post on Instagram
Esty termasuk korban lainnya langsung mendapatkan penanganan. Mereka diarahkan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.
"Kami langsung dibawa ke puskesmas. Dari pihak pengelola juga menyampaikan permintaan maaf dan membantu biaya pengobatan," tuturnya.
Esty sendiri mengalami sejumlah luka memar di beberapa bagian tubuh, termasuk betis, dada, dan leher. Dia sempat kesulitan beraktivitas pascakejadian tersebut.
"Dada terasa sakit karena jatuh lebih dulu, leher juga sakit. Sempat susah pakai baju. Tapi sekarang sudah mulai membaik," katanya.
Dia mengaku ada tiga orang yang sempat menjalani perawatan infus di puskesmas akibat luka memar. Para korban juga menjalani terapi urut untuk meredakan nyeri di tubuh.
"Ada 3 orang yang sempat diinfus dan setelah itu juga harus terapi pijat dan bayar sendiri," beber Esty.
Pihak korban tidak sampai menuntut ganti rugi kepada pengelola donat boat. Mereka juga tidak membayar ongkos menggunakan wahana donat boat tersebut.
"Kan kita 2 kali naik itu, sempat pertama bayar kemudian kita pakai lagi 2 boat tidak bayar dan terus juga dibawa ke puskemas juga kita juga tidak bayar," jelasnya.
Sementara itu. Pengelola Pantai Ammani, Ashar enggan berkomentar lebih jauh terkait kejadian itu. Dia beralasan kejadian itu sudah terjadi beberapa hari lalu.
"Kejadian sudah lewat 2 hari yang lalu. Kenapa baru diungkit lagi," terang Ashar.
Dalam video beredar, tampak kapal yang menarik donat boat mengarah ke bibir pantai. Saat hampir tiba ke daratan, kapal berbelok namun donat boat justru terhempas ke daratan.
Para penumpang termasuk anak-anak terlempar ke daratan di pinggir pantai. Sejumlah warga lainnya tampak mendekati para penumpang donat boat untuk memberikan pertolongan.
